Kamis, 2 Juli 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

BPOM Catat 17 Kasus Keracunan Dalam Program MBG

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Kamis, 15 Mei 2025 18:06 WIB
Rubrik Nasional
BPOM Catat 17 Kasus Keracunan Dalam Program MBG

Kepala Badan POM Taruna Ikrar (tengah) memberikan paparan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/5/2025). (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencatat sepanjang awal tahun 2025 terjadi sebanyak 17 kejadian luar biasa (KLB) keracunan yang berasal dari makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). BPOM mengaku tidak dilibatkan secara menyeluruh dalam proses pengawasan produksi makanan MBG.

Rentetan kejadian KLB keracunan tersebut terjadi antara 6 Januari hingga 12 Mei 2025. “Menurut data yang kami miliki, ada 17 kejadian luar biasa keracunan pangan terkait dengan MBG di 10 provinsi yang teridentifikasi,” ujar
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR RI pada Kamis, 15 Mei 2025.

Ke-17 lokasi insiden keracunan yang melibatkan ratusan anak-anak sekolah sebagai korban antara lain: Nunukan Selatan (Kalimantan Utara), Gorontalo, Bombana dan Kendari (Sulawesi Tenggara), Takalar (Sulawesi Selatan), Waingapu (Sumba Timur, NTT), Lombok Tengah (NTB), Karanganyar, Batang dan Sukoharjo (Jawa Tengah).
Kemudian, Tasikmalaya, Bandung, Bogor, Cianjur dan Indramayu (Jawa Barat), Pandeglang (Banten), serta Empat Lawang dan Penukal Abab Lematang Ilir (Sumatera Selatan).

Akar masalah keracunan berasal dari beberapa faktor, yang sebagian besar bersumber dari lemahnya pengawasan dan pengendalian keamanan pangan. Kontaminasi terjadi sejak awal, yakni pada bahan mentah yang digunakan. Lingkungan dapur yang tidak memenuhi standar kebersihan dan sanitasi juga memperparah situasi.

“Kontaminasi ini terjadi karena bahan mentah, lingkungan pengolahan yang tidak mendukung, serta penjamahan pada makanan,” jelas Ikrar.

Ia juga menyoroti pertumbuhan bakteri akibat makanan disimpan pada suhu yang tidak sesuai serta terlalu lama sebelum didistribusikan. “Contohnya, ada beberapa makanan dimasak terlalu cepat tetapi lambat didistribusikan, sehingga menimbulkan keracunan pada anak-anak,” tambahnya.

Baca Juga: Ribuan Relawan SPPG Kepung Kantor Bupati Tangerang, Minta Program MBG Dilanjutkan dan Diatur dalam UU

Selain itu, kegagalan dalam pengendalian sanitasi dapur menjadi perhatian serius. Banyak dapur penyedia makanan MBG yang tidak memenuhi standar kebersihan dan tidak diawasi secara ketat. “Ada hal yang perlu kita perhatikan betul tentang kegagalan pengendalian keamanan pangan yang hubungannya dengan higienis dan sanitasi,” kata Ikrar.

Ironisnya, BPOM mengaku tidak dilibatkan secara menyeluruh dalam proses pengawasan produksi makanan MBG. Menurut Taruna Ikrar, lembaganya memiliki tenaga ahli dan personel terlatih yang mampu melakukan pengecekan kelayakan dapur, namun keterlibatan mereka masih terbatas.

BeritaTerbaru

Jaga Rupiah, BI Disuntik Bank Rp281 Triliun

Jaga Rupiah, BI Disuntik Bank Rp281 Triliun

Senin, 29 Jun 2026 16:20 WIB
Hasil Survei Puspoll Indonesia Menunjukkan Tingkat Kepuasan Masyarakat ke Prabowo 64,8 Persen

Hasil Survei Puspoll Indonesia Menunjukkan Tingkat Kepuasan Masyarakat ke Prabowo 64,8 Persen

Minggu, 28 Jun 2026 14:17 WIB
Kejagung Putuskan Tolak Justice Collaborator Sony Sonjaya, Berikut Ini Alasannya

Kejagung Putuskan Tolak Justice Collaborator Sony Sonjaya, Berikut Ini Alasannya

Selasa, 23 Jun 2026 17:36 WIB
Jokowi Hormati Keputusan Kejaksaan, Roy Suryo & Tifa Siap Tarung

Jokowi Hormati Keputusan Kejaksaan, Roy Suryo & Tifa Siap Tarung

Selasa, 23 Jun 2026 17:31 WIB

“Contoh paling konkret, kami tidak dilibatkan untuk memeriksa apakah dapur-dapur itu layak atau tidak, padahal kami punya personel dan keahlian untuk itu,” tegasnya.

Ia mengungkap bahwa BPOM dan Badan Gizi Nasional (BGN) sejatinya telah memiliki nota kesepahaman untuk mengawasi pelaksanaan MBG melalui 13 program kerja sama. Namun, dalam kenyataannya, tidak semua poin dalam kesepakatan tersebut berjalan sebagaimana mestinya.

Selama ini, peran BPOM baru sebatas dalam penyusunan modul pelatihan bagi satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG), bukan pada aspek pengawasan teknis lapangan. “Bukan kami tidak mau bekerja untuk itu, tapi kami memang tidak dilibatkan dalam hal-hal prinsip seperti pengecekan dapur. Kami hanya diberi tugas dalam hal penyusunan modul pelatihan,” ujarnya.

Taruna pun berharap Komisi IX DPR RI dapat membantu mendorong keterlibatan aktif BPOM dalam pengawasan MBG, mulai dari hulu hingga hilir. “Kami dilibatkan setelah kejadian luar biasa terjadi. Kami ingin transparan dan menggugah pihak-pihak terkait agar melibatkan BPOM sejak awal,” tuturnya.

Baca Juga: Kejagung Putuskan Tolak Justice Collaborator Sony Sonjaya, Berikut Ini Alasannya

BPOM menekankan pentingnya evaluasi total terhadap sistem distribusi dan pengolahan makanan dalam program MBG. Ikrar menyebut, dapur-dapur penyedia makanan perlu ditinjau kembali kelayakannya secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak berulang.

“Sebagian mungkin dapurnya itu perlu dievaluasi, perlu diperbaiki. BPOM berkomitmen memberikan pendampingan kepada petugas, khususnya yang berhubungan dengan dapur,” ujarnya.

Pihak BPOM juga menyerukan peningkatan standar kebersihan, perbaikan sistem penyimpanan makanan, pengawasan suhu makanan, serta edukasi dan pelatihan bagi seluruh petugas lapangan yang terlibat. (rmg/san)

Tags: BGNBPOM RIdapurdpr riMBG
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Prabowo: NU Tak Pernah Kalah
Nasional

Prabowo: NU Tak Pernah Kalah

Selasa, 23 Jun 2026 17:28 WIB
Purbaya: Harga Pertamax Berpeluang Turun
Nasional

Purbaya: Harga Pertamax Berpeluang Turun

Senin, 22 Jun 2026 16:28 WIB
Listrik Jawa Mulai Stabil, Pemadaman Bergilir Ditekan
Nasional

Listrik Jawa Mulai Stabil, Pemadaman Bergilir Ditekan

Senin, 22 Jun 2026 16:24 WIB
Pembahasan RUU Perampasan Aset Dikebut
Nasional

Pembahasan RUU Perampasan Aset Dikebut

Minggu, 21 Jun 2026 13:12 WIB
Bunga Rumah Subsidi Dipastikan Tetap 5 Persen Meski BI Rate Naik
Bisnis

Bunga Rumah Subsidi Dipastikan Tetap 5 Persen Meski BI Rate Naik

Sabtu, 20 Jun 2026 11:00 WIB
Lokasi SIM Keliling di Tangerang dan Jakarta Sabtu 20 Juni
Kota Tangerang

Lokasi SIM Keliling di Tangerang dan Jakarta Sabtu 20 Juni

Sabtu, 20 Jun 2026 10:55 WIB
UMN HUT Satelit News 2026
SARI ASIH Tangerang HUT Satelit News 2026
PARTAI DEMOKRAT DPRD Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
FRAKSI PDI P DPRD Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISPORABUDPAR Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISPERINDAG Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISHUB TANGSEL HUT Satelit News 2026
DINSOS Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
Dinas PERKIM Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
BPBD Kota Tangerang HUT Satelit News 2026
PORDA XII PEPARPEDA IX Kota Cilegon
PT LKM WTP KAB TANGERANG
WTP Kab Tangerang

Berita Pilihan

Nasib 155 PKL Lebak yang Direlokasi ke "Zona Merah" Menunggu Kepastian

Nasib 155 PKL Lebak yang Direlokasi ke “Zona Merah” Menunggu Kepastian

Rabu, 1 Jul 2026 19:06 WIB
Ketua Komnas PA Kabupaten Serang, Kuratu Akyun. (ISTIMEWA)

Kasus Kekerasan Anak Meningkat, Komnas PA Kabupaten Serang Butuh Dukungan Anggaran

Rabu, 1 Jul 2026 16:57 WIB
Kisah Nurdin, Lansia Sebatang Kara Asal Lebak Hidup dalam Kemiskinan

Kisah Nurdin, Lansia Sebatang Kara Asal Lebak Hidup dalam Kemiskinan

Rabu, 1 Jul 2026 20:30 WIB

Dishub Tangsel Siapkan Sanksi Gembos Pentil untuk Parkir Liar di Trotoar

Jumat, 26 Jun 2026 13:45 WIB
PURNA TUGAS - Y. Supriatna (kaos abu-abu kerah merah), seorang pegawai di lingkungan Setda Pandeglang, memasuki masa purna tugas, dan berpamitan kepada rekan - rekan kerjanya, usai apel pagi Selasa (30/6/2026). (ISTIMEWA)

22 Tahun Mengabdi, Y.Supriatna Berpamitan di Apel Terakhir Kepada Jajaran Setda Pandeglang

Selasa, 30 Jun 2026 10:19 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.