Minggu, 13 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Aktivis Tolak Soeharto Diberi Gelar Pahlawan Nasional

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Kamis, 15 Mei 2025 18:09 WIB
Rubrik Nasional
Aktivis Tolak Soeharto Diberi Gelar Pahlawan Nasional

enteri Sosial Saifullah Yusuf (kiri) saat audiensi dengan sejumlah aktivis yang menyuarakan penolakan terhadap usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI Soeharto, di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Kamis (15/5/2025). (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Wacana pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto, terus menuai keberatan. Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Koalisi Gerakan Masyarakat Sipil Adili Soeharto (Gemas) menyuarakan penolakannya melalui unjuk rasa dan audiensi langsung dengan Kementerian Sosial pada Kamis (15/5/2025).

Soeharto dinilai tidak layak menyandang gelar pahlawan nasional karena rekam jejaknya yang dinilai sarat pelanggaran hak asasi manusia, korupsi, serta penyalahgunaan kekuasaan.

“Reformasi lahir karena rakyat menolak praktik kekuasaan yang dijalankan oleh Soeharto. Maka bagaimana mungkin ia diberi gelar pahlawan?” ujar Usman Hamid, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, dalam audiensi yang digelar seusai aksi di depan Kantor Kementerian Sosial, Salemba, Jakarta.

Dalam pertemuan dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Gemas menyerahkan sejumlah dokumen yang berisi argumentasi hukum dan historis atas penolakan tersebut. Mereka juga membawa petisi yang ditandatangani lebih dari 6.000 orang, termasuk korban maupun keluarga korban pelanggaran HAM.

“Selain tanda tangan, kami juga menyampaikan pernyataan bersama (joint statement) yang ditandatangani oleh lebih dari 30 lembaga masyarakat sipil internasional. Ini menunjukkan bahwa isu ini bukan hanya perhatian nasional, tapi juga internasional,” kata Jane Rosalina Rumpia, Kepala Divisi Pemantauan Impunitas KontraS.

Dalam dokumen yang disampaikan, Gemas menyoroti sederet peristiwa yang menjadi catatan kelam era pemerintahan Soeharto. Di antaranya adalah tragedi 1965 dan pembuangan tahanan politik ke Pulau Buru, penembakan misterius (petrus) di awal 1980-an, Tragedi Tanjung Priok 1984, Talangsari 1989, serta operasi militer di Aceh, Papua, dan Timor Leste.

Baca Juga: Menteri Sosial Perkuat Sistem Pengawasan Sekolah Rakyat

“Semua itu bukan cerita masa lalu semata. Hingga kini banyak korban dan keluarganya belum memperoleh keadilan,” tegas Jane. “Sebelumnya disebut pengusulan gelar pahlawan nasional kepada Soeharto itu berangkat dari usulan masyarakat. Tapi, dalam forum ini, kami berharap usulan penolakan juga dari masyarakat itu dapat dipertimbangkan,” imbuhnya.

Gemas juga mengingatkan bahwa hingga akhir hayatnya, Soeharto belum pernah mempertanggungjawabkan dugaan korupsi triliunan rupiah yang menyeret sejumlah yayasan di bawah kendalinya. Transparency International, Bank Dunia, dan UNODC bahkan memasukkannya dalam daftar salah satu pemimpin paling korup di dunia.

BeritaTerbaru

Gempa M6,5 Guncang Kepulauan Seribu

Sabtu, 12 Sep 2026 08:46 WIB
Antrean Haji Tak Lagi Bisa Dibeli, Kemenhaj Hapus Lunas Tunda Ganti

Antrean Haji Tak Lagi Bisa Dibeli, Kemenhaj Hapus Lunas Tunda Ganti

Kamis, 10 Sep 2026 18:01 WIB
Dari Banten dan Jakarta, 123 Napi High Risk Dibawa ke Nusakambangan

Dari Banten dan Jakarta, 123 Napi High Risk Dibawa ke Nusakambangan

Kamis, 10 Sep 2026 17:58 WIB
59,8 Juta Rokok Ilegal Ditindak, Potensi Kerugian Rp46,79 Miliar

59,8 Juta Rokok Ilegal Ditindak, Potensi Kerugian Rp46,79 Miliar

Rabu, 9 Sep 2026 21:11 WIB

“Ketika wafat, Soeharto masih berstatus sebagai tersangka. Gugatan perdata terhadap yayasan-yayasan miliknya pun tetap berjalan di pengadilan. Tidak ada rekonsiliasi, tidak ada pengakuan, apalagi pertanggungjawaban,” tutur Usman.

Bedjo Untung dari Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965 (YPKP) bahkan mengutip pernyataan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang terkenal soal Soeharto. “Gus Dur pernah berkata: ‘Soeharto memang punya jasa, tapi kejahatannya jauh lebih besar.’ Maka dari itu, jangan sebut dia pahlawan,” ujar Bedjo kepada Gus Ipul.

Adapun unsur-unsur yang tergabung dalam Gemas antara lain Amnesty International Indonesia, akademisi hukum tata negara, Imparsial, KontraS, YLBHI, dan LBH Jakarta.

Menanggapi penolakan, Saifullah Yusuf menegaskan bahwa pihaknya akan menerima dan memproses semua aspirasi sesuai dengan prosedur. Mekanisme pengusulan gelar pahlawan berawal dari tingkat kabupaten/kota, naik ke gubernur, lalu ke Kementerian Sosial melalui Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP), hingga akhirnya diputuskan oleh Presiden.

Baca Juga: Puasa Gelar Cristiano Ronaldo Berlanjut

“Kami terbuka terhadap semua masukan. Tim kami terdiri dari akademisi, sejarawan, dan tokoh masyarakat yang akan menilai setiap nama secara menyeluruh, termasuk masukan negatif maupun positif,” ujar Gus Ipul.

Staf Khusus Menteri Sosial, Abdul Malik Haramain, menambahkan bahwa proses ini dilakukan secara objektif dan berbasis data. “Kami akan pelajari dokumen yang disampaikan, dan setelah kajian lengkap, hasilnya akan dibawa ke Dewan Gelar,” kata Malik.

Kementerian Sosial sendiri telah menerima sepuluh nama calon penerima gelar pahlawan nasional tahun ini, termasuk Soeharto dan Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid. Namun hingga kini, belum ada keputusan resmi dari Dewan Gelar. (rmg/san)

Tags: catatan kelamGelarKontrasmenteri sosialpahlawan
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Menteri Sosial Perkuat Sistem Pengawasan Sekolah Rakyat
Nasional

Menteri Sosial Perkuat Sistem Pengawasan Sekolah Rakyat

Rabu, 9 Sep 2026 21:06 WIB
SIM Keliling Jakarta Senin 7 September Hadir di 5 Lokasi
Nasional

SIM Keliling Jakarta Rabu 9 September, Cek Lokasinya

Rabu, 9 Sep 2026 07:46 WIB
Belum Daftar SLHS, 1.999 Dapur MBG Ditutup Sementara
Nasional

Belum Daftar SLHS, 1.999 Dapur MBG Ditutup Sementara

Rabu, 9 Sep 2026 07:42 WIB
Gunung Anak Krakatau Erupsi Empat Kali, Abu Mulai Menjauh
Nasional

Gunung Anak Krakatau Erupsi Empat Kali, Abu Mulai Menjauh

Rabu, 9 Sep 2026 07:23 WIB
BNPB Minta Anggaran Tambahan Rp 5,67 Triliun
Nasional

BNPB Minta Anggaran Tambahan Rp 5,67 Triliun

Rabu, 9 Sep 2026 07:19 WIB
Gandeng Bank Nasional, Alam Sutera Group Expo 2026 Targetkan Penjualan Rp300 Miliar
Bisnis

Gandeng Bank Nasional, Alam Sutera Group Expo 2026 Targetkan Penjualan Rp300 Miliar

Selasa, 8 Sep 2026 21:15 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

Golkar Kota Tangerang Mulai Proses Pengganti Alm Rusdi Alam

Sachrudin: Saiful Millah Terpilih Sebagai Ketua DPRD Kota Tangerang

Sabtu, 12 Sep 2026 13:31 WIB
MELAKUKAN PENCARIAN : Tim gabungan melakukan pencarian rombongan wartawan, yang dikabarkan hilang di Perairan Selat Sunda. (ISTIMEWA)

Hari Ketiga, Pencarian Wartawan Hilang di Banten Diperluas Menjadi Enam Sektor

Kamis, 10 Sep 2026 15:01 WIB
DPRD Imbau Warga Kota Tangerang Waspada Abu Vulkanik GAK

DPRD Imbau Warga Kota Tangerang Waspada Abu Vulkanik GAK

Minggu, 6 Sep 2026 19:54 WIB
MELAKUKAN PENCARIAN : Tim SAR gabungan melakukan pencarian rombongan wartawan di perairan Selat Sunda. (ADIB FAHRI/SATELITNEWS.COM)

Ini Detail Lokasi Pencarian Rombongan Jurnalis yang Hilang di Hari ke Empat

Jumat, 11 Sep 2026 10:26 WIB
Wali Kota Tangsel Evaluasi PJJ Satu Hari, Abu Vulkanik Masih Terdeteksi

Wali Kota Tangsel Evaluasi PJJ Satu Hari, Abu Vulkanik Masih Terdeteksi

Senin, 7 Sep 2026 14:14 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.