SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kampung Pulo Ceger, Desa Rajeg Mulya, Kecamatan Rajeg, bernama Sanimah, mengalami stroke setelah terjatuh di kamar mandi tempatnya bekerja di Arab Saudi. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang tengah memproses kepulangannya ke Indonesia.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Tangerang, Rudi Hartono, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima informasi resmi dari keluarga mengenai kondisi kesehatan Sanimah, yang juga dikenal dengan nama Ibu Maisyaroh. Setelah dilakukan pengecekan, Sanimah dipastikan merupakan warga Kecamatan Rajeg.
“Yang bersangkutan mengalami stroke dan tidak bisa berjalan sejak insiden jatuh di kamar mandi. Berdasarkan perintah Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, kami bersama Dinas Sosial, DP3A, dan Kecamatan Rajeg sedang menyiapkan proses penjemputan agar beliau bisa segera kembali ke kampung halamannya,” ujar Rudi, Kamis (15/5/2025).
Rudi menambahkan, pada 14 Mei 2025 pihaknya telah mengirimkan surat permohonan resmi kepada Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri. Surat tersebut juga ditembuskan ke BP2MI Cabang Serang di Banten untuk membantu mempercepat proses pemulangan.
Namun, tantangan administratif turut memperlambat proses. Paspor milik Sanimah diketahui hilang, sementara anaknya yang berada di Arab Saudi belum memiliki dokumen identitas maupun status kewarganegaraan yang jelas. Situasi ini membutuhkan koordinasi ekstra dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Arab Saudi.
“Kami terus menjalin komunikasi intensif dengan Kemenlu dan BP2MI agar pemulangan ini bisa segera direalisasikan, mengingat kondisi beliau yang sakit dan tidak memiliki pendamping keluarga di sana,” jelas Rudi.
Baca Juga: Buntut Tewasnya 2 Pelajar di Alam Sutera, Fraksi PSI DPRD Tangsel Desak Polisi Tindak Tegas
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang, Asep Suherman, menyatakan bahwa Pemkab Tangerang berkomitmen melindungi warganya, khususnya para pekerja migran.
“Pemerintah akan memastikan proses ini berjalan sesuai aturan hukum dan prinsip kemanusiaan. Kami berharap Kemenlu dan BP2MI dapat segera mengatur kepulangan Ibu Maisyaroh dan anaknya ke Rajeg,” tambahnya. (alfian/aditya)





















