SATELITNEWS.COM, SERANG – Pada tahun 2025 ini, Provinsi Banten memperoleh bantuan sapi kurban Presiden Prabowo SUbianto sebanyak 10 ekor. Sapi-sapi itu, dibeli dari peternak lokal dengan spesifikasi tertentu yang akan disalurkan ke 10 titik melalui Dewan Kesejahteraan masjid (DKM).
Sapi kurban dalam bentuk Bantuan Masyarakat (Banmas) itu, kali pertama dilakukan sampai tingkat Kabupaten/Kota, kendatipun setiap tahun Provinsi Banten mendapatkan kuota untuk penyembelihan hewan kurban Presiden, namun hanya satu ekor.
Plt Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten, Nano Heriyano mengatakan, pihaknya sudah melakukan identifikasi ke Kabupaten/Kota dan sudah ada kesepakatan terkait dengan beberapa bantuan Banmas ini.
Seusia dengan harapan Sekretariat Presiden, spek yang diminta bobotnya di atas 800 Kg. berdasarkan pengecekan di lapangan, bobot yang paling besar untuk di Provinsi Banten 1,1 ton yang berasal dari Tangerang.
“Sapi yang dari Tangerang itu, rata-rata di atas 1 ton, kecuali yang berasal dari luar itu yang masih di atas 850 kg,” katanya, Kamis (22/5/2025).
Total Banmas di Provinsi Banten sebanyak 10 ekor, di Kabupaten Tangerang dua ekor, Provinsi dan Pemda lainnya masing-masing satu. Semua kebutuhan itu merupakan sapi lokal dari mulai sapi Simental, PO dan Limosin yang sudah dipelihara oleh peternak sejak awal.
Baca Juga: Program Magang ke Jepang Minim Peminat, Di Banten Baru 73 Pendaftar
“Bukan sapi yang dibeli peternak dari luar, tapi itu benar-benar mereka pelihara,” pungkasnya.
Selanjutnya, untuk harga satu ekor sapinya itu ditentukan dari Sekretariat Presiden. Tapi berdasarkan informasi, rata-rata harganya kisaran Rp100 juta perekor dengan bobot minimal 800 kg. namun itu ada negosiasi langsung dengan para petani.
“Tapi itu masih ada negosiasi harga, karena ada biaya pemeliharaan, transportasi termasuk pelaksanaan kurban itu ditanggung oleh petani. Termasuk juga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, itu ada kontraknya,” ujarnya.
Sebanyak 10 sapi Banmas itu, akan di distribusikan ke Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) DKM Al Barokah Link Baru RT/RW 001/003 Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Lalu DKM Baitul Muslimin Kp. Kramat Lor, Desa Kramatwatu, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang.
DKM Al Istiqomah, Link Pasir Salam, Kel. Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon. DKM Masjid Jami Nurul Iman Kp. Cibodas, Desa Sumurlaban, Kec. Angsana, Kabupaten Pandeglang. DKM Masjid Al A’raf, Kel. Rangkasbitung Barat, Kec. Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.
Kemudian DKM Masjid Jami Daarul Ihsan, Kel. Poris Plawad Utara, Kec. Cipondoh, Kota Tangerang.
Kemudian, DKM Islamic Center Baiturrahmi, Kel. Rawamekar Jaya, Kec. Serpong, Kota Tangerang Selatan. DKM Masjid Agung Al-amjad Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.
Baca Juga: Kekeringan Meluas, Ratusan Hektare Sawah di Banten Gagal Panen
“Untuk Provinsi Banten di Masjid Agung Albantani dan untuk di Kabupaten Tangerang mendapat dua sapi, jadi totalnya 10 sapi kurban,” ujarnya
Sementara, seorang peternak asal Pondok Cabe Kota Tangerang Selatan, yang sapinya dibeli oleh Presiden, Ahmad Rifai mengaku senang. Pasalnya sapi yang ia gemukkan sejak 1,5 tahun lalu itu diminati oleh Presiden dengan harga yang cukup besar.
“itu beratnya sekitar 1,150 ton jenis Simental yang dihargai Rp100 juta lebih,” ujarnya.
Perwakilan dari Sektretariat Negara (Setneg) Sri Yulianti menjelaskan, jika jumlah pemberian hewan kurban dari Presiden pada tahun ini lebih banyak dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Berdasarkan catatan, Presiden Prabowo Subianto menyalurkan 552 hewan kurban yang disalurkan ke seluruh Kabupaten/Kota.
Provinsi Banten, mendapatkan kuota 10 sapi hewan kurban. Tahun – tahun sebelumnya, sapi Bantuan Masyarakat (Banmas) hanya diberikan kepada tingkat Provinsi.
Sapi itu nantinya, akan di distribusikan ke Kabupaten/Kota H-1 yang direncanakan akan diterima langsung oleh kepala daerah masing-masing, untuk kemudian langsung dibawa ke titik penyembelihan.
“Untuk waktu penyembelihannya tidak mesti bersamaan, yang penting masih di hari tasyrik,” tukasnya.
Sementara, Kabid Keswan dan Kesmavet Distan Banten, Ari Mardiana, memastikan akan melakukan pengawasan terhadap seluruh sapi kurban dari Presiden Prabowo Subianto itu sehingga kondisinya tetap sehat dan layak untuk dijadikan kurban.
“Kepada para peternak, juga dimohon untuk memberikan makanan yang bagus sampai pelaksanaan pemotongan nanti. Jangan sampai karena kurang makan, sehingga terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan Bersama,” jelasnya.
Kemudian untuk memastikan daging hewan kurban layak konsumsi, pihaknya akan melakukan antemortem dan post mortem kepada seluruh hewan kurban yang ada di Provinsi Banten. Sehingga daging yang dikonsumsi masyrakat dari hewan kurban itu benar-benar dalam kondisi baik. (luthfi)
























