SATELITNEWS.COM, SERANG – Provinsi Banten, siaga potensi aksi premanisme yang dapat mengganggu iklim investasi. Seluruh jajaran Polda Banten, Pengusaha, Ormas dan Pemerintah Daerah (Pemda), sepakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas, keamanan dan kenyamanan masyarakat Banten.
Hal itu diungkapkan Gubernur Banten Andra Soni, seusai mengikuti deklarasi damai dan Focus Group Discussion (FGD) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Banten diikuti seluruh jajaran elemen masyarakat, Organisasi Masyarakat (Ormas), dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) se-Provinsi Banten, yang dilaksanakan di Polda Banten, Kota Serang, Kamis (22/5/2025).
Menurut Andra, kegiatan ini merupakan bentuk kesadaran bersama seluruh elemen masyrakat, untuk bersama-sama menjaga kondisi yang tetap damai. Seluruh elemen mempunyai komitmen yang kuat bahwa premanisme tidak boleh ada di Provinsi Banten.
“Kami mempunyai kepentingan, bagaimana 12,4 juta warga Banten terlindungi,” tandasnya.
Selain itu, yang tidak kalah pentingnya juga iklim investasi di Provinsi Banten tetap terjaga dengan baik, sehingga target investasi 2025 sebesar Rp119 Triliun bisa tercapai dengan baik. Oleh karena itu, Andra meminta dukungan dari pengusaha untuk mewujudkan iklim investasi yang sehat.
“Ini perlu dukungan Bersama dan kolektif,” pungkasnya.
Baca Juga: Gemar Dinilai Strategis Dalam Memperkuat Pengasuhan Dan Pendidikan Anak
Andra meyakini, setiap rupiah yang masuk akan berdampak positif bagi kemajuan daerah, khususnya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sebab, investasi di suatu daerah akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Maka dari itu, pihaknya akan meningkatkan pengawasan sekaligus dalam melakukan memberikan dukungan kepada investasi yang telah siap dilaksanakan di Provinsi Banten. Progres investasi di Banten cukup memuaskan. Pada tahun 2024 sebesar Rp 105,62 Triliun.
Realisasi ini, berhasil menembus target nasional hingga 107,98 persen yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat, yakni Rp 97,79 Triliun. Dan, realiasasinya naik 7,71 persen secara year of year (yoy) jika dibandingkan dengan tahun 2023.
Perolehan ini berhasil membawa Banten menjadi peringkat ke-5 nasional sebagai daerah dengan realisasi investasi terbesar setelah Sulawesi Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Provinsi DKI Jakarta. Sementara, realisasi investasi pada triwulan I 2025 di Provinsi Banten telah mencapai Rp31,1 Triliun.
“Dengan segala potensi yang dimiliki, kami yakin target investasi tahun ini juga akan tercapai, sehingga target pertumbuhan ekonomi 9 persen pada tahun 2029 juga bisa tercapai,” katanya.
Kapolda Banten Irjen Pol Suyudi Ario Seto mengatakan,FGD tersebut dihadiri lengkap oleh Forkopimda Provinsi Banten, tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh masyarakat, para ketua Ormas, dan juga segenap elemen masyarakat untuk menjaga kondusifitas Provinsi Banten.
Baca Juga: Kurang Diminati Generasi Muda, Dunia Pertanian Di Banten Mengkhawatirkan
“Kami akan senantiasa terus-menerus melakukan upaya pemantauan di wilayah Hukum Polda Banten,” kata Suyudi.
Ia juga menyatakan, pihaknya siap menerima pengaduan dari masyarakat apabila masih ada aksi-aksi premanisme di wilayah Banten.
“Sekali lagi kami bersepakat untuk menjaga kondisi Banten ini, agar bisa aman dan kondusif dan juga menjaga iklim investasi yang ada di wilayah Banten,” tegasnya. (luthfi)
