SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Tangerang, Ricky Tommy Hasiholan, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas aparatur desa sebagai langkah strategis dalam mencegah tindak pidana korupsi serta mendorong pembangunan dari tingkat desa.
Penegasan itu disampaikan Ricky dalam kegiatan peningkatan kapasitas kepala desa se-Kabupaten Tangerang yang digelar di Hotel Yasmin, Kecamatan Curug, Selasa (20/5/2025).
“Desa memegang peran sentral dalam pembangunan nasional. Dari total wilayah Indonesia, sebagian besar adalah desa sebanyak 83.971 desa dan sekitar 43 persen penduduk tinggal di sana. Maka, pembangunan nasional harus dimulai dari desa,” ujar Ricky.
Ia menyebutkan, Kabupaten Tangerang sendiri memiliki 246 desa, yang sebagian besar masyarakatnya juga bermukim di wilayah perdesaan.
Namun demikian, data menunjukkan adanya tantangan serius. Secara nasional, pada periode 2012–2021 tercatat sebanyak 686 kepala desa terjerat kasus korupsi. Modus yang paling banyak ditemukan berkaitan dengan pengelolaan anggaran, suap atau gratifikasi, pemerasan, dan pemalsuan dokumen.
Karena itu, Ricky mengingatkan para kepala desa di Kabupaten Tangerang untuk bijak dan berhati-hati dalam menggunakan anggaran desa serta tidak menyalahgunakan kewenangan yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Ia merujuk pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa sebagai dasar hukum utama.
Baca Juga: Kasus Dugaan Sewa Pesawat Fiktif, Kejari Kota Tangerang Geledah Kantor PT IAS
“Kepala desa harus menjadi garda terdepan dalam pembangunan. Mereka harus jujur, bertanggung jawab, visioner, serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik, empati, keberanian, dan integritas dalam mengambil keputusan yang adil,” tegasnya.
Sebagai bagian dari upaya pencegahan korupsi, Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang juga mengoptimalkan peran intelijen penegakan hukum.
“Kami menggunakan fungsi intelijen negara untuk mengamankan jalannya pembangunan dan hasil-hasilnya. Pencegahan dan pengawasan harus dilakukan secara terus-menerus, dengan tolok ukur yang jelas melalui audit kinerja,” pungkasnya. (alfian/aditya)
