SATELITNEWS.COM, LEBAK–Viral di media sosial sebuah video bernarasi jemaah haji asal Kabupaten Lebak tidak mau berangkat dan terpaksa pulang lagi ke rumah. Padahal, dirinya sudah berada di bandara dan pesawat yang akan membawanya akan segera take off.
Dalam video berdurasi 1 menit terlihat petugas haji dan sejumlah jamaah merayu dan menyuruhnya untuk membaca istigfar agar jemaah tersebut mau berangkat dan semua jamaah sudah menunggu di pesawat. “Yu abah kita berangkat ke Mekah yang lain sudah menunggu di pesawat,” ucap petugas haji yang terus merayu agar mau berangkat dalam vidio tersebut.
Kasi Haji dan Umroh pada Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lebak Halimatusa’diah saat dikonfirmasi terkait viralnya video tersebut membenarkan jika jemah haji tersebut adalah atas nama Saripudin asal Kecamatan Bojonanik, Kabupaten Lebak dengan Kloter 49.
“Pak Saripudin awalnya bergabung pada Kloter 49, namun karena ada sesuatu hal di antaranya paspornya hilang sehingga kita berangkatkan di Kloter 52, karena ada bangku yang kosong 1, karena ada jemaah yang keberangkatannya tertunda akibat sakit dan harus dirawat,” kata Halimatusa’diah, telepon, Senin (26/5/2025).
Menurutnya, kejadian dalam video tersebut pada tanggal 23 Mei 2025. Pihaknya bekerja sama dengan bandara menyelesaikan kejadian jemaah haji yang batal berangkat ini, sehingga tidak mengganggu keberangkatan jemaah haji lainnya yang sudah di atas pesawat. “Jemaah haji atas nama Saripudin ini kita pulangkan, karena kondisinya depresi berat,” ujarnya.
Lanjut dia, sebelum pemberangkatan prosedur cek kesehatan para jamaah semuanya sudah dilakukan, termasuk kepada Pak Saripudin yang umurnya lebih dari 60 tahun. Sehingga, semua jamaah dinyatakan sehat dan siap berangkat. “Saya pastikan semua jemaah haji mengikuti cek kesehatan dan dinyatakan siap berangkat, untuk kasus Pak Saripudin tiba-tiba depresi dan menolak ke Mekah hal itu di luar kuasa kami,” tuturnya.
Dikatakan dia, menurut prosedur, karena keberangkatannya gagal alias tidak jadi. Maka, biaya haji Saripudin dapat diambil atau dikembalikan kepada yang bersangkutan. “Sebetulnya kasus jemaah haji depresi ini ada dua orang, hanya jemaah haji yang satunya lagi sudah berada di sana (Mekah) yang saat ini dalam penanganan medis,” ucapnya.
Berdasarkan catatan Kemenag Lebak, selain dua orang yang diduga mengalami depresi, terdapat satu jemaah haji bernama Sahman Muhamad Yasin, Kloter JKG 49 asal Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, meninggal dunia.
Plt Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lebak, Badrusalam menyampaikan, Sahman meninggal dunia di Rumah Sakit King Faisal, Mekah, pada Sabtu (24/5/2025) pukul 02.20 WAS. “Menurut informasi meninggal dunia karena sakit jantung. Sepertinya almarhum melaksanakan Haji Tamattu, melaksanakan ibadah Umrah terlebih dahulu,” kata Badrusalam.
Badrusalam menyampaikan, dalam waktu dekat, para jemaah akan mulai menunaikan rangkaian ibadah haji yakni melaksanakan wukuf di Arafah. “Beberapa jemaah ada yang sedang sakit, mari kita doakan agar semuanya yang akan melaksanakan ibadah haji selalu diberikan kesehatan dan kelancaran,” ujarnya.(mulyana)