SATELITNEWS.COM, SERANG–PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk atau Bank Banten, diproyeksikan akan kembali mendapat kucuran modal dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) sebesar Rp2 Triliun lebih.
Penyertaan modal sebesar itu, bersumber dari APBD sebesar Rp1,7 Triliun dan dari Inbreng sejumlah aset sebesar Rp390 Miliar. Sementara, penyertaan modal yang sudah diserahkan Pemprov kepada Bank Banten sebagaimana tercantum dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 tahun 2023 tentang, Pendirian Perseroan Terbatas Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk.
Dimana dalam Perda tersebut, pada pasal 8 menyebutkan jika modal yang sudah ditempatkan Pemprov Banten sebesar Rp2.165.6 Triliun dari total modal dasar Bank Banten sebesar Rp8 Triliun.
Kepastian itu, didapat setelah Pemprov mengajukan usulan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) penambahan penyertaan modal Bank Banten ke DPRD Provinsi Banten untuk dilakukan pembahasan lebih lanjut.
Selain Raperda penambahan penyertaan modal ke Bank Banten, Pemprov juga mengusulkan Raperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Banten Tahun 2025–2029. Usulan itu disampaikan dalam rapat Paripurna DPRD Banten, Selasa (27/5).
Wakil Ketua DPRD Banten, Budi Prayogo mengatakan, jika Perda penyertaan modal yang akan dibahas itu hanya yang bersumber dari Inbreng saja, sementara untuk penyertaan modal murni yang berasal dari APBD harus membutuhkan kajian terlebih dahulu.
Baca Juga: Temuan BPK Berulang, Tata Kelola dan Kepatuhan Pemprov Banten Dinilai Lemah
Namun demikian, Budi mengaku, dirinya belum mengetahui secara rigid, karena draf usulan Raperda itu belum ia pelajari lebih dalam.
“Yang jelas memang Bank Banten itu harus kita tingkatkan terus,” katanya.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, penyertaan modal ke Bank Banten itu merupakan Amanah Undang-undang yang harus dipenuhi. Termasuk juga amanah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkenaan dengan pemenuhan modal inti.
“Kerjasama Usaha Bank (KUB) dengan Bank Jatim juga berjalan terus,” pungkasnya.
Bank Banten mendapatkan suntikan modal sebesar Rp139,5 Miliar dari Pemprov Banten dalam bentuk Inbreng aset berupa gedung baru dan lahan di empat lokasi berbeda.
Empat lokasi yang telah disetujui untuk dilakukan Inbreng itu meliputi eks Gedung kantor Disperindag Kabupaten Serang di jalan Veteran, kemudian ada Gedung lama pusat layanan usaha terpadu (PLUT) di jalan Syeh Nawawi Albantani.
Baca Juga: Program Bang Andra Diklaim Perkuat Konektivitas Antar Desa
Lalu gedung Samsat lama, di jalan perintis kemerdekaan, Kota Tangerang dan terakhir lahan parkir UPTD pengujian SMB Disperindag Provinsi Banten di Kelurahan Panancangan, dekat terminal Pakupatan.
“Angka itu, sudah berdasarkan kajian atau apresial dari tim independent,” kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten, Rina Dewiyanti, beberapa waktu lalu.
Kinerja keuangan Bank Banten selama dua tahun kebelakang, terus tumbuh positif. Terhitung pada tahun 2024 lalu, Bank Banten mendapatkan keuntungan bersih sebesar Rp39,33 Miliar atau 47,5 persen dari keuntungan di tahun 2023. Sehingga dengan penambahan penyertaan modal ini akan dapat mensuport operasional Bank Banten lebih baik lagi.
Kendati demikian, Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah, mengklaim Bank Banten masih rugi jika dihitung dari modal yang sudah dikeluarkan Pemprov Banten sejak awal berdiri. Hal itu disebabkan karena proses pendiriannya pada saat itu yang kurang baik.
“Bank Banten itu kan dibeli dari Bank Pundi, bank yang dalam kondisi sakit dan merugi kala itu. ditambah lagi kinerja menajemen sebelum-sebelumnya kurang baik, sehingga terus mengalami kerugian. Kita ini sekarang hanya kebagian cuci piringnya saja,” ujarnya.
Akan tetapi, Dimyati juga mengakui dalam beberapa tahun terakhir, Bank Banten terus mengalami perbaikan sampai saat ini sudah bisa mencetak laba yang cukup besar. Apalagi nanti ada proses KUB yang diyakini Dimyati itu akan berdampak besar terhadap kinerja Bank Banten.
Baca Juga: Pemprov Banten Klaim Cadangan Pangan Dimusim Kemarau Aman
“Selain dari kredit pegawai, modalnya juga akan terjaga. Jadi keuntungannya akan double Bank Banten itu,” pungkasnya. (luthfi/mardiana)
