SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyerukan pembersihan praktik korupsi dan penyelewengan di tubuh pemerintahan. Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk menegakkan hukum dan memberantas segala bentuk manipulasi yang mencederai kepercayaan rakyat.
“Kita harus bersatu. Negara akan bertindak. Yang tidak setia kepada negara akan kita singkirkan tanpa pandang bulu,” tegas Prabowo pada peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Senin (2/5/2025).
Dalam kesempatan tersebut hadir Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan para menteri. Sejumlah mantan presiden dan mantan wakil presiden yang hadir diantaranya Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno dan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK).
Presiden menyoroti masih maraknya penyimpangan dalam tubuh kekuasaan, terutama di kalangan elite yang diberi mandat rakyat. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman utama dalam membangun bangsa, bukan sekadar slogan.
“Saya melihat masih terlalu banyak korupsi, terlalu banyak manipulasi justru di tubuh pemerintahan. Jangan anggap negara ini bisa dipermainkan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan seluruh pejabat publik untuk menjaga integritas dan kepercayaan rakyat. “Kalau tidak mampu melaksanakan tugas, lebih baik mundur sebelum saya berhentikan,” katanya.
Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya para pemimpin dari pusat hingga desa, untuk setia pada Pancasila dan tidak menyalahgunakan jabatan. Ia menekankan bahwa kekayaan Indonesia yang besar tidak boleh dinikmati oleh segelintir orang.
“Jangan menipu rakyat, jangan mencuri dari kekayaan rakyat,” tegasnya. “Pancasila bukan sekadar mantra, tapi ideologi yang harus dihidupi.”
Dalam pidatonya, Presiden juga menyinggung tantangan global saat ini, termasuk konflik antara negara-negara besar, disrupsi teknologi, dan perubahan sosial yang cepat. Ia menilai bahwa kekuatan Indonesia hanya bisa dicapai bila seluruh elemen bangsa bersatu dan terbebas dari praktik korupsi.
“Yang kuat akan memaksa yang lemah tunduk. Oleh karena itu, kita harus kuat dari dalam. Kita hanya bisa kuat kalau negara kita bersih,” ujarnya.
Prabowo juga mengingatkan bahwa Indonesia tidak boleh terlena oleh bujukan asing yang membawa agenda terselubung. Ia menyebut adanya pembiayaan terhadap lembaga-lembaga yang dianggap kerap memecah belah bangsa.
“Dengan uang, mereka membiayai LSM-LSM untuk mengadu domba kita. Katanya penegak HAM dan demokrasi, tapi itu versi mereka sendiri,” katanya.
Presiden menutup pidatonya dengan ajakan kepada seluruh rakyat, terutama generasi muda, untuk melawan segala bentuk korupsi dan penyimpangan kekuasaan. Ia meminta rakyat untuk tidak segan melaporkan pejabat yang me`nyalahgunakan wewenang.
“Kalau melihat pelanggaran, laporkan. Sekarang kita punya teknologi. Jangan mau dipimpin oleh pejabat yang sekehendak dirinya sendiri,” kata Prabowo.
Ia menegaskan bahwa perjuangan pemerintahan saat ini ditujukan untuk memastikan masa depan bangsa yang lebih baik dan adil bagi generasi mendatang.
“Ini semua demi anak-anak dan cucu-cucu kita. Indonesia tidak boleh ada kelaparan, tidak boleh ada kemiskinan. Kita harus bangkit sebagai negara yang kuat,” pungkasnya.
Ketua MPR Ahmad Muzani mengungkap momen keakraban antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri usai Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila.
Muzani membeberkan usai upacara di Gedung Pancasila, Jakarta Pusat, Prabowo sempat berkomunikasi secara langsung dengan Megawati. “Suasana pertemuan antara Presiden Prabowo dengan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri berlangsung sangat akrab. Penuh kekeluargaan dan saling banyak bercanda,” ujarnya kepada wartawan.
Kendati demikian, Muzani mengaku tidak mengetahui pasti isi percakapan yang dilakukan keduanya. Sebab hal itu dilakukan dengan berbisik antara Prabowo dan Megawati. “Di antara keduanya juga ada berbisik, yang saya terus terang belum tahu apa yang dibisikkan. Tapi keakraban, kekeluargaan penuh mewarnai dan menjadi pemandangan di depan mata kami,” tuturnya.
Selain itu, Muzani menyebut ketika sedang menunggu di Holding Room, Megawati juga terlihat bercanda dengan Gibran. Ia mengatakan ketika itu Gibran juga sempat menanyakan kondisi kesehatan Megawati.
“Iya bercanda (Gibran-Megawati) di antara kita, yang ada di holding, ada saya, ada Pak Prabowo,” tuturnya. “Iya (Gibran) bertanya, menanyakan kesehatan Ibu, segala macam,” imbuhnya.(rmg/san)