SATELITNEWS.COM, LEBAK—Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lebak secara dramatis berhasil mengevakuasi sarang lebah madu berukuran jumbo di Kampung Peujeuh, Desa Nameng, Kecamatan Rangkasbitung, Selasa (3/6/2025).
Pantauan SatelitNews.Com di lokasi, sarang lebah madu berada di perkebunan radius sekitar 500 meter dari permukiman warga. Lebah madu tersebut tergantung di antara pohon yang dikelilingi pohon bambu. Beberapa petugas dari Damkar Dinas Satpol PP Lebak yang melakukan evakuasi sempat mendapat kesulitan lantaran besarnya sarang lebah serta batang bambu yang melintang di antara sarang tersebut.
Sesekali, lebah bahkan nampak menyerang petugas. Namun dengan keahlian dan kelengkapan a lat pelindung diri (APD) serta menggunakan asap kurang lebih 30 menit, lebah berukuran jumbo tersebut berhasil ditaklukkan.
Seorang petugas Damkar Dinas Satpol PP Lebak Ade Apriyadi mengatakan, sarang lebah madu berhasil dievakuasi. Namun, petugas kata Ade sempat mengalami kendala lantaran tingginya sarang dari permukaan tanah serta dikelilingi pohon bambu. “Ini (lebah) jenis madu, sarangnya kurang lebih 2 meter. Alhamdulilah walaupun sempat mendapat kesulitan sarang lebah madu ini berhasil dievakuasi,” kata Ade.
Menurut Ade, lebah madu ini sangat berbahaya. Maka ketika mendapat laporan dari warga dirinya bersama petugas lainnya langsung menuju lokasi dan mengevakuasinya. “Informasi dari warga keberadaan lebah madu ini kerap ke permukiman warga pada waktu malam. Khawatir menyengat warga, maka kita evakuasi,” imbuhnya.
Ketua RW 06 Kampung Peujeuh, Desa Nameng, Suwadi, keberadaan sarang lebah madu ini sudah berlangsung lama, yakni kurang lebih dua bulan. Setiap malam, secara berkelompok lebah tersebut ke permukiman warga mencari suasana terang.
Baca Juga: Kebakaran Hebat Hanguskan Ponpes di Lebak
Warga, kata Ketua RW kini menjadi resah khawatir menyengat anak kecil. Oleh karenanya, warga sepakat menghubungi petugas Damkar dan berharap sarang lebah madu yang berukuran besar tersebut bisa dievakuasi.
“Masuk ke permukiman pada malam hari . (sarang lebah madu) Ini khawatir menyerang warga lalu menyengat kembali. Sebab, keberadaan lebah madu ini sudah ada warga yang sudah disengat beruntung sudah diobati. Kami berharap kepada petugas untuk dievakuasi,” kata Suwadi.
Katanya, kejadian ini sebenarnya bukan kali pertama melainkan pada tahun sebelumnya pun ada. Namun, oleh warga lebah madu tersebut hasil diusir sehingga tidak ke permukiman. “Dulu pernah ada tapi tidak sebesar dan tidak ke permukiman warga. Tapi ini mah setiap malam jadi warga khawatir membahayakan keselamatan jiwa,” tandasnya.(mulyana)
