SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Jelang perayaan Iduladha 1446 H, geliat aktivitas di Pasar Anyar, Tangerang, mulai terasa lebih padat dari hari-hari biasanya. Seiring meningkatnya permintaan bahan pangan, sejumlah komoditas sayuran dan rempah-rempah pun mengalami kenaikan harga.
Kenaikan ini dirasakan langsung oleh para pedagang yang saban hari bergelut dengan fluktuasi harga. Hendra Ian, salah satu pedagang sayuran yang telah berjualan di Pasar Anyar sejak tahun 2007 mengaku sudah mengantisipasi tren kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan. Namun, menurutnya, tahun ini beberapa komoditas naik lebih awal.
“Ada kenaikan dikit, tapi terasa juga buat kami,” ujar Hendra saat ditemui di lapaknya, Selasa (3/6/2025). “Contohnya bawang merah. Sebelum menjelang Iduladha kemarin itu harganya masih Rp 40 ribu per kilo. Sekarang sudah Rp 45 ribu. Naik lima ribu,”ungkapnya.
Tak hanya bawang merah, Hendra juga menyebutkan bahwa cabai keriting, cabai rawit merah, tomat, buncis, timun, hingga kacang panjang ikut mengalami lonjakan harga. “Tomat sekarang saya jual Rp18 ribu per kilo, padahal minggu lalu masih bisa dapet Rp10 sampai Rp14 ribu,” ujarnya.
Sayur-sayuran daun pun tak luput dari tren kenaikan harga. “Selada yang biasanya Rp30 ribu sekarang bisa sampai Rp 50 ribu per kilo. Pakcoy, kangkung juga ikut naik,” katanya. Hendra berharap pemerintah dan pihak terkait bisa ikut mengendalikan harga bahan pangan menjelang hari besar, agar daya beli masyarakat tetap terjaga. “Harapannya mah pengen harga standar terus, jadi semua bisa kejangkau,” ujarnya singkat namun penuh makna.
Hal senada juga disampaikan Nela, pedagang rempah-rempah dan sayuran yang meneruskan usaha orang tuanya di pasar yang sama. Ia mengatakan bahwa komoditas rempah yang biasa digunakan dalam olahan masakan Iduladha turut mengalami kenaikan yang tidak sedikit. “Yang naik tuh kaya bawang merah, jeruk nipis, jeruk limo, daun jeruk. Biasanya harganya Rp40 ribu per kilo, sekarang bisa Rp60 sampai Rp70 ribu,” ujar Nela.
Baca Juga: Pastikan Harga, Tim Disperindag Banten Geruduk Pasar Anyar
Menurutnya, lonjakan harga tersebut terjadi karena meningkatnya permintaan serta keterbatasan pasokan. “Bisa naik Rp20 sampai Rp30 ribu per kilonya. Apalagi yang mau dipakai buat masakan daging kayak daun salam, itu sekarang juga susah didapet. Biasanya seiket Rp10 ribu, sekarang mungkin bisa lebih,” jelasnya.
Nela menambahkan bahwa kondisi seperti ini sudah menjadi siklus tahunan, tetapi tetap menyulitkan baik bagi pedagang maupun pembeli. “Kalau barang langka dan mahal, kami juga bingung mau ngasih harga berapa ke pembeli. Harapannya sih harga bisa stabil, stok barang ada, dan jangan terlalu mahal,” katanya.
Fenomena kenaikan harga menjelang hari raya bukanlah hal baru. Namun tetap menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah dan dinas terkait untuk mengantisipasi agar tidak terjadi gejolak harga yang membebani masyarakat.
Kenaikan harga sayur dan rempah menjelang Iduladha ini tidak hanya berdampak pada konsumen, tetapi juga pada pelaku usaha kecil seperti pedagang pasar. Mereka berada di tengah-tengah rantai distribusi, terhimpit antara harga dari pemasok dan daya beli pelanggan. Dengan pasokan yang stabil dan pengawasan harga yang ketat, para pedagang berharap momentum Iduladha tetap membawa berkah, bukan beban tambahan, baik bagi mereka maupun masyarakat luas. (mg01)
























