SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Dua perumahan besar di Kelurahan Kademangan Kecamatan Setu Kota Tangsel, Citra Prima Serpong 2 dan Serpong Lagoon, dilanda banjir pekan lalu. Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan meninjau lokasi untuk merancang penanganan banjir di kawasan tersebut.
Pilar mengatakan akan melakukan berbagai langkah untuk menangani banjir di Citra Prima Serpong 2 dan Serpong Lagoon. Mulai dari membenahi saluran air, melakukan pelebaran sungai hingga peninggian turap.
“Kita lagi urut terkait saluran air di Citra Prima Serpong CPS 2 lalu masuk ke Lagoon itu seperti apa, kendalanya seperti apa,” ujar Pilar Saga Ichsan saat memantau titik banjir di Perumahan Serpong Lagoon, Senin (2/6).
Menurut Pilar, Pemkot berencana melebarkan kali sepanjang 100 meter di kawasan CPS 2. Kemudian juga menaikkan tinggi turap serta memasang pompa untuk mengalirkan air dari titik terendah ke saluran yang lebih tinggi.
“Kalau yang di CPS 2 insya Allah ada 100 meter akan kita lakukan pelebaran kali lalu kita tinggikan turapnya, lalu kita pasang pompa untuk bak tampung sementara supaya titik terendah itu air mengendap di situ. Lalu kita pompa aliran air yang sudah kita turap dan tinggikan,” ucap Pilar.
Sedangkan di Perumahan Serpong Lagoon, Pilar menyatakan banjir disebabkan temboh penahan air yang roboh. Kata Pilar, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak pengembang agar segera menyelesaikan perbaikan tembok tersebut.
“Karena khawatir begitu ada hujan besar lagi tekanan air akan besar dan bahaya langsung masuk. Apalagi ini baru ditahan dinding seng. Saya minta Perkim untuk segera koordinasi agar dinding panel segera dipasang oleh pihak pengembang,” bebernya.
Pilar mengungkapkan, analisa risiko bencana banjir di seluruh wilayah Tangsel juga sudah dilakukan oleh Dinas Bina Marga dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel. Beberapa titik rawan seperti di Pondok Aren dan Jelupang disebut sudah berhasil ditangani.
“Kita juga minta bantuan gubernur juga untuk supaya kita koordinasi dengan wilayah misal Tangerang kota supaya saluran tidak menyempit karena di kita lebar di sana menyempit, sama saja,” katanya.
Ketua RT 10 RW 02 Kelurahan Kademangan, Doni mengatakan bahwa banjir yang terjadi Jumat lalu menyebabkan sebagian turap di wilayahnya ambruk. Ia mengaku langsung mengambil inisiatif membangun tanggul darurat dan menutup dengan dinding seng sebagai penahan sementara.
“Pada saat hujan besar kemarin mulai roboh di situ. Kejadian itu kan hari Jumat. Pada hari Sabtu otomatis saya sebagai RT mengambil tindakan untuk membuat tanggul sementara sama penutupan seng,” jelasnya.
Doni melanjutkan, penanganan yang dilakukan oleh pihak pengembang masih dalam proses. Ia pun meminta agar tidak dibangun tembok yang baru tetapi juga diselesaikan persoalan meluapnya air yang bisa saja datang kembali.
“Kalau cuma bangun tembok doang mungkin cepat, saya tidak mau. Kalau mau dibangun harus yang layak dan stabil, tapi juga kalau saya pikir dibangun tapi selokannya tidak dibenarkan sama saja. Saya sudah konsultasi tadi tidak bisa, harus dari hilirnya dulu dibenarkan karena percuma,” pungkasnya.
Diketahui, hujan deras menyebabkan banjir melanda 16 lokasi di Kota Tangsel, pada Kamis (29/5) malam lalu. DPRD mendesak Pemkot Tangsel melakukan evaluasi terhadap proyek penanganan banjir di kota tersebut.
Ketua Fraksi PSI DPRD Tangsel, Alex Prabu mengatakan hujan deras pada Kamis malam itu merupakan “ujian alam” yang membuka mata semua pihak. Menurut dia, hujan selama dua hingga tiga jam itu memperlihatkan ada banyak permasalahan mengenai banjir yang belum tertangani.
“Saya bersyukur ada hujan yang begitu lebat pada waktu itu, karena hujan ini menjadi ujian titik banjir di Tangsel apakah masih ada atau tidak. Ternyata dengan hujan 2 sampai 3 jam masih banyak titik yang harus segera diselesaikan pemerintah kota dalam hal ini Dinas SDABMBK,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (1/6).
Ujian dari langit itu telah mengungkap pekerjaan rumah (PR) besar yang belum terselesaikan. Kata dia, penanganan banjir yang menyeluruh dan tepat sasaran harus segera dilakukan.
“Jadi artinya pemerintah kota masih punya PR untuk menyelesaikan atau mengurangi titik banjir yang kemarin. DSDABMK harus melihat dari titik kemarin mana saja yang bisa segera ditanggulangi,” kata pria yang juga merupakan anggota Komisi I DPRD Tangsel itu. (eko)