KABUPATEN TANGERANG–RSUD Tigaraksa memperingatkan masyarakat akan bahayanya kolestrol berlebihan akibat terlalu banyak mengkonsumsi makanan, daging berlemak, jeroan (hati dan rempela ayam), kuning telur, udang besar, makanan cepat saji, gorengan, kue, camilan yang banyak mengandung lemak atau santan kental.
Salah satu dokter di RSUD Tigaraksa, dr. Randy Alfa Rabby, Sp.JP, FIHA mengatakan, bahwa kolesterol adalah sejenis komponen senyawa lemak yang ada di dalam tubuh manusia. Menurutnya, tubuh manusia sebenarnya memang membutuhkan kolesterol untuk membentuk sel dan hormon.
“Akan tetapi, jika jumlahnya terlalu berlebihan bisa membahayakan tubuh juga, ” kata dr. Randy Alfa Rabby, Sp.JP, FIHA kepada Satelit News, Kamis (5/6).
Randy menjelaskan, bahwa jenis kolesterol yang sering diperiksa adalah, kolesterol total, LDL (kolesterol jahat), HDL (kolesterol baik), trigliserida. Katanya, kolesterol jahat bisa menumpuk di pembuluh darah dan menyebabkan penyakit, salah satunya penyumbatan pembuluh darah.
Menurutnya, kolesterol tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Tapi, ada beberapa tanda yang bisa jadi peringatan, seperti nyeri dada, nyeri kaki, nyeri kepala ataupun kelemahan anggota gerak, ada juga tanda-tanda lain seperti munculnya benjolan kecil kekuningan di kulit (xanthelasma).
“Jika tidak segera diatasi, kolesterol tinggi bisa menyebabkan serangan jantung atau stroke, ” imbuhnya.
Baca Juga: Tak Punya IPAL, Dua SPPG di Pondok Aren Ditutup
Lanjut Randy, bahwa kolesterol jahat (LDL) bisa meningkat apabila manusia terlalu sering mengkonsumsi makanan seperti daging berlemak, jeroan (hati dan rempela ayam), kuning telur, udang besar, makanan cepat saji, gorengan, kue dan camilan yang banyak mengandung lemak.
“Makanan bersantan kental seperti opor, rendang, dan gulai juga bisa membuat kolesterol naik, ” tandasnya.
Hal lainnya yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh yaitu, aktivitas jarang berolahraga, merokok, stres, dan sering minum alkohol. Selain itu, faktor keturunan juga bisa berperan, apabila orang tuanya punya kolesterol tinggi, maka keturunnaya pun bisa berisiko.
“Beberapa penyakit seperti obesitas, diabetes, dan gangguan hormon juga bisa bikin kolesterol jadi tinggi, ” jelasnya.
Apabila kolesterol jahat menumpuk terlalu banyak, bisa menyebabkan terjadinya penyumbatan di pembuluh darah. Sehingga, dapat mengakibatkan aliran darah ke organ penting seperti jantung dan otak jadi terganggu.
“Hal ini bisa menyebabkan serangan jantung, stroke, dan penyakit pembuluh darah lainnya. Bahkan bisa menyebabkan kelumpuhan atau kematian jika tidak ditangani, ” tegas Randy.
Baca Juga: Baru 4 dari 20 Sekolah Khusus di Tangsel Dijangkau MBG
Sehingga, agar kolesterol tetap normal, manusia memerlukan pola hidup sehat. Misalnya, mengurangi makanan berlemak dan manis, rajin olahraga, jaga berat badan, kelola stres, cukup tidur, serta berhenti merokok dan minum alkohol.
“Selain itu, penting juga untuk rutin cek kadar kolesterol lewat tes darah. Jika terdapat keluhan, silahkan periksakan diri ke RSUD Tigaraksa, ” ucap dr. Randy Alfa Rabby, Sp.JP, FIHA. (*)
























