Kamis, 14 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Home Nasional

BMKG: Puncak Kemarau Jawa Datang Lebih Awal

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Selasa, 10 Jun 2025 18:53 WIB
Rubrik Nasional
BMKG: Puncak Kemarau Jawa Datang Lebih Awal

ILUSTRASI CUACA. (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Puncak musim kemarau di Pulau Jawa mengalami pergeseran ke waktu yang lebih awal. Di saat yang sama, sejumlah wilayah Indonesia masih berpotensi dilanda hujan lebat dan angin kencang selama pertengahan Juni ini.

Direktur Informasi Perubahan Iklim BMKG, Fachri Radjab, mengungkapkan bahwa perubahan waktu puncak musim kemarau ditemukan setelah pemutakhiran data yang dilakukan pada Mei 2025, menggantikan prediksi awal berbasis kondisi iklim Februari.

“Pergeseran ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer, termasuk suplai uap air yang masih cukup tinggi ke wilayah Indonesia,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Selasa (10/6).

Berdasarkan pembaruan tersebut, awal musim kemarau di wilayah Jawa yang sebelumnya diprediksi terjadi pada dasarian III April hingga dasarian I Mei, kini bergeser menjadi dasarian III Mei hingga dasarian I Juni. Perubahan ini paling mencolok terjadi di Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur.

“Di Jawa, puncaknya justru diprediksi lebih awal dibanding rata-rata periode 30 tahun terakhir. Durasi musim kemarau juga cenderung lebih pendek, serupa dengan wilayah Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara,” lanjut Fachri.

Meskipun wilayah lain di luar Jawa sebagian besar akan tetap mengalami puncak kemarau sesuai pola normal, BMKG mengingatkan perlunya penyesuaian strategi mitigasi di sektor-sektor rentan seperti pertanian dan pengelolaan air.

BeritaTerbaru

Pendapatan Negara Rp574,9 Triliun, Defisit APBN di Bawah 1 Persen

Pendapatan Negara Rp574,9 Triliun, Defisit APBN di Bawah 1 Persen

Selasa, 5 Mei 2026 21:13 WIB
Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pengangguran 7,24 Juta Orang

Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pengangguran 7,24 Juta Orang

Selasa, 5 Mei 2026 21:11 WIB
Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus

Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus

Senin, 4 Mei 2026 16:07 WIB
Dua Eks Petinggi Pertamina Bersalah Dalam Kasus LNG

Dua Eks Petinggi Pertamina Bersalah Dalam Kasus LNG

Senin, 4 Mei 2026 16:03 WIB

“Ini penting untuk mengantisipasi potensi dampak kekeringan dan menjaga ketahanan pangan nasional,” tegas Fachri.

Namun, kondisi atmosfer yang dinamis membuat situasi cuaca di Indonesia tetap kompleks. Dalam prakiraan cuaca mingguan periode 10–16 Juni 2025, BMKG menyatakan bahwa sejumlah wilayah masih berpotensi mengalami hujan lebat disertai petir dan angin kencang, meskipun sebagian wilayah telah memasuki awal musim kemarau.

Fenomena atmosfer aktif seperti gelombang Kelvin, gelombang Rossby ekuator, serta pengaruh bibit siklon tropis 92W dan sirkulasi siklonik, diperkirakan memicu terbentuknya awan konvektif di berbagai wilayah. “Kondisi ini, ditambah labilitas atmosfer lokal dan topografi wilayah, memperkuat kemungkinan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, terutama pada siang hingga sore hari,” jelas BMKG dalam pernyataan resminya di laman www.bmkg.go.id.
Indeks Monsun Australia yang mulai menguat pada pekan kedua Juni juga menunjukkan aliran udara kering dari Australia mulai masuk ke wilayah selatan Indonesia. Hal ini mengindikasikan perluasan wilayah yang memasuki musim kemarau, meskipun hujan lokal tetap bisa terjadi akibat dinamika tropis yang belum stabil.

Dengan dinamika atmosfer yang belum stabil, BMKG meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang mungkin datang tiba-tiba. Peringatan ini ditujukan tidak hanya bagi sektor pertanian dan nelayan, tetapi juga untuk pemerintah daerah agar bersiap melakukan langkah mitigasi bencana cuaca.

“Cuaca di wilayah tropis sangat dinamis, dan dampaknya bisa cepat dirasakan masyarakat jika tidak diantisipasi dengan tepat,” tutup Fachri. (rmg/san)

Tags: bmkgjawakemarau
ShareTweetKirimShareShareKirim

Berita Terkait

Tujuh Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci
Nasional

Tujuh Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci

Minggu, 3 Mei 2026 18:47 WIB
Pemerintah Beri Sinyal Kenaikan Harga BBM RON 92
Bisnis

Pemerintah Beri Sinyal Kenaikan Harga BBM RON 92

Minggu, 3 Mei 2026 18:45 WIB
IMG_20260501_133748
Banten Region

Ogah ke Monas, Ribuan Buruh Banten Pilih Kepung Gedung DPR RI

Jumat, 1 Mei 2026 13:46 WIB
Dua Bus Tabrakan di Jabal Magnet, 10 Jamaah Haji Indonesia Terluka
Nasional

Dua Bus Tabrakan di Jabal Magnet, 10 Jamaah Haji Indonesia Terluka

Rabu, 29 Apr 2026 17:01 WIB
Korban Tewas Tabrakan KA Jadi 16 Orang, 91 Terluka
Nasional

Korban Tewas Tabrakan KA Jadi 16 Orang, 91 Terluka

Rabu, 29 Apr 2026 16:57 WIB
Klaim Urus Kasus Modus Penipuan, KPK Beri Peringatan
Nasional

Klaim Urus Kasus Modus Penipuan, KPK Beri Peringatan

Selasa, 28 Apr 2026 20:39 WIB
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

RAKOR - Jelang Iduladha, Bupati Serang Ratu Rahmatuzakiyah intensifkan Rakor bersama jajaran Forkopimda. (ISTIMEWA)

Bupati Serang Intensifkan Rakor Bersama Forkopimda

Selasa, 12 Mei 2026 16:30 WIB
Distribusi MBG di Sajira Lebak Dipantau Ketat

Distribusi MBG di Sajira Lebak Dipantau Ketat

Senin, 11 Mei 2026 19:32 WIB
IMG_20260512_152457

Siloam Tahan Dividen 2025, Fokus Ekspansi Layanan

Selasa, 12 Mei 2026 15:31 WIB
Ombudsman Banten: Laris Manis Bisa Selamatkan Biaya Masyarakat hingga Miliaran

Ombudsman Banten: Laris Manis Bisa Selamatkan Biaya Masyarakat hingga Miliaran

Senin, 11 Mei 2026 19:35 WIB
Percepat Pembangunan Huntap Lebakgedong, Rp 6 Miliar Anggaran DPUPR Digeser

Percepat Pembangunan Huntap Lebakgedong, Rp 6 Miliar Anggaran DPUPR Digeser

Minggu, 10 Mei 2026 16:49 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.