SATELITNEWS.COM, SERANG – Industri kertas sedang mendapatkan tekanan berat, akibat tingginya pasokan import dari Negara Cina. Kehadiran pasokan import, sangat jelas dirasakan oleh Bank sampah dan pengusaha lokal, imbasnya harga pasok lokal terjun bebas (turun).
Karena keadaan seperti ini, akan berdampak pada penurunan profitabilitas bagi Bank Sampah dan Pengusaha lokal yang bekerjasama dalam pemenuhan kebutuhan bahan baku kertas.
Hal tersebut, diungkapkan oleh Ahmad Muhajir, Sekjen Ciujung Institusi sekaligus pemilik Bank Sampah Kaum Rebahan di Kabupaten Serang.
Menurut Muhajir, produsen kecil seperti Bank Sampah dan Produsen menengah seperti para pengepul, akan sangat sulit bersaing dalam hal harga, jika ini dibiarkan bisa berujung pada pengurangan produksi dan penghentian operasional.
“Pengangguran bertambah, kemiskinan merajalela, kalau masyarakatnya miskin kekhawatiran besar angka kriminal bertambah. Pinsip industri dan investasi, harus bisa mensejahterakan masyarakat. Melibatkan mereka untuk berkolaborasi, saling menguntungkan,” ujarnya, Senin (16/6/2025).
Kata Muhajir, adanya Bank Sampah sebagai mandat program dari KLHK, turunannya sampai pada Dinas Lingkungan Hidup, yang bertujuan mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Aakhir (TPA), meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik, dan menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan bernilai ekonomis.
Baca Juga: Lepas Kontingen Popda, Sekda Serang Zaldi Target Juara dan Disporapar Peringkat 6
Maka Peranan Bank Sampah tersebut, kemudian perlu untuk diperluas cakupan dan rincian pelaksanaannya, sehingga dapat mengakomodir pengembangan dan penerapan Bank Sampah sebagai pijakan untuk ekonomi sirkular, menghubungkan antara penghasil sampah dengan berbagai industri daur ulang.
Pola ekonomi sirkular, prinsipnya pro terhadap Lingkungan, pro rakyat dan pro pengusaha lokal ini, akan menjadi instrumen kebangkitan ekonomi masyarakat, jika kebijakan Industri daur ulang selaras dengan kebijakan pemerintah untuk membuka lapangan kerja dan mengatasi pengangguran dan mengentas kemiskinan.
Namun akhir -akhir ini, problemnya terjadi pada industri daur ulang kertas bergantung pada pasok bahan baku asing, ini berpotensi terus meningkat, Karena bahan import jauh lebih murah.
“Sebagai langkah konkrit, kita mendorong secara aktif terhadap pemerintah untuk memberi perlindungan bagi Bank Sampah, agar akselerasi lingkungan bersih, sehat, dan ekonomis bank sampah menjadi garda terdepan dalam mengeksplorasi dan mengedukasi masyarakat sadar 3R (Reuse, Reduce, Recycel),” tuturnya.
Menurut Muhajir, semuanya akan berjalan beriringan, jika pemerintah bisa menindak tegas bagi industri daur ulang kertas agar membatasi pasok bahan baku dari Negara luar. (sidik)
