Jumat, 15 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Home Nasional

Duh, Anak di Pamulang Dipaksa Berjualan Dengan Kaki Penuh Luka

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Selasa, 17 Jun 2025 19:47 WIB
Rubrik Nasional
Duh, Anak di Pamulang Dipaksa Berjualan Dengan Kaki Penuh Luka

OBATI LUKA: Tangkapan layar CCTV N sedang mengobati luka saat berjualan di wilayah Pamulang. (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Seorang anak laki-laki berinisial N (15), yang kerap terlihat berjualan risol di kawasan Griya Pamulang Extension, Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), diduga menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh ibunya. Dugaan ini mencuat setelah seorang warga bernama Abizar mengunggah video dan kronologi kondisi mengenaskan N di media sosial.

Kisah memilukan ini berawal saat Noval mendatangi rumah Abizar pada Jumat (13/6/2025) sekitar pukul 13.00 WIB. Dalam kondisi tertatih-tatih, bocah yang diperkirakan berusia 11 hingga 13 tahun itu menunjukkan luka di kedua kakinya.

“Dia kondisi datang kayak sakit, tertatih tatih, terus awalnya dia dateng bukan mau minta minum, obat luka, dia tunjukin, susah payah sampai lutut. Saya lihat di betis ada luka koreng tapi bulat kayak rokok, ada tiga,” ujarnya saat dimintai keterangan, Selasa (17/6).

Saat itu, Abizar memberikan perban dan obat luka seadanya. N pun sempat meminta beras. Ketika ditanya alasannya, ia menjawab bahwa hubungannya dengan sang ibu sudah “putus”. Namun, tak lama kemudian, sosok perempuan yang diakui sebagai ibu tirinya justru muncul dan menunjukkan perilaku tak biasa.

“Dia datang dan seperti yang terlihat di video yang saya unggah, langsung bilang, ‘jangan dikasih makan anak saya’. Saya kaget, harusnya bilang terima kasih, tapi ini malah begitu, cuma setelah saya masuk rumah jadi kepikiran terus ya udahlah nggak bisa dibiarin sama orang tua akhirnya saya posting biar viral,” ungkapnya.

Abizar pun beberapa kali sempat menanyakan soal munculnya luka-luka yang dialami N. Tetapi, N terdiam seribu bahasa tanpa memberikan jawaban berbanding terbalik jika diajak bicara soal topik yang berbeda. Abizar memang mengenalnya lantaran hampir setiap hari berjualan.

BeritaTerbaru

Pemulihan Pascabencana Sumatera, Dana Rp10,65 Triliun Tuntas Disalurkan

Pemulihan Pascabencana Sumatera, Dana Rp10,65 Triliun Tuntas Disalurkan

Rabu, 6 Mei 2026 17:31 WIB
Pendapatan Negara Rp574,9 Triliun, Defisit APBN di Bawah 1 Persen

Pendapatan Negara Rp574,9 Triliun, Defisit APBN di Bawah 1 Persen

Selasa, 5 Mei 2026 21:13 WIB
Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pengangguran 7,24 Juta Orang

Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pengangguran 7,24 Juta Orang

Selasa, 5 Mei 2026 21:11 WIB
Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus

Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus

Senin, 4 Mei 2026 16:07 WIB

“Dia gak cerita saya udah tanya berkali-kali tapi diam aja. Memang gitu, ngomong gak jelas, kalau gak gitu, dia diam aja,” katanya.

Kata Abizar, bocah tersebut diketahui sering berjualan risol keliling. Risol yang dijajakan dibuat oleh ibunya, dan N yang bertugas menjual. Namun menurut keterangan warga, makanan tersebut sudah tidak layak konsumsi karena diduga disimpan terlalu lama. Beberapa warga bahkan enggan membeli atau memakan risol itu karena rasanya sudah tidak enak.

“Sebenernya N ini sudah bertahun-tahun sudah jualan risol. Ibunya masak dia yang jual, cuma karena risol mungkin sudah berhari-hari gak laku, jadi gak enak, jadi kalau orang beli gak laku. Saya dikasih juga gak mau, pas saya makan rasanya gak enak, jadi saya kasih uang aja, kebetulan karena sering ngobrol sama saya, jadi suka minta minum, minta makan,” paparnya.

Abizar yang telah tinggal di lingkungan tersebut selama lebih dari 10 tahun, mengaku mengenal N sejak sekitar 3 tahun lalu. Setelah postingan itu viral di sejumah media sosial, beberapa netizen pun memberikan komentarnya sesuai dengan narasi yang dibangun oleh Abizar lantaran pernah melihat yang bersangkutan. Banyak juga netizen memberikan kalimat geram sembari mentag akun @kpai.official.

Abizar juga menyebutkan, pasca unggahan diakun @jabodetabek24info itu viral, pihak kepolisian dan Dinas Perlindungan Anak dan Perempuan setempat menghubungi Abizar akan lokasi tinggal anak tersebut. N pun sudah tidak terlihat berjualan sejak pertemuan terakhirnya.

Setelah mendapatkan perhatian publik, akhirnya diketahui bahwa N tinggal di wilayah Kecamatan Ciputat. Hal tersebut pun dibenarkan oleh Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq. Kata dia, pihaknya bersama dengan UPTD Perlindungan Anak dan Perempuan Tangsel telah mendatangi tempat tinggal N pada, Senin (16/6).

“Menidaklanjuti kejadian viral di instagram tentang dugaan tindak pidana penganiayaan atau kekerasan terhadap anak, Tim Opsnal Reskrim Polsek Ciputat Timur mendatangi rumah korban dan bertemu dengan ibu dan kakak korban, selanjutnya petugas memberikan imbauan dan menasehati kepada ibu korban untuk tidak melakukan kekerasan atau penganiayaan terhadap anak dan mencukupi kebutuhannya,” bebernya.

Setelah mendatangi tempat tinggal N, akhirnya diketahui bahwa seorang wanita yang dinarasikan dalam medsos sebagai ibu rupanya ibu kandung N berinisial LH (46). Pihak kepolisian dan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak pun memberikan pemahaman kepada LH dan kakak N yaitu MD. LH memang keras dan sering meledak-ledak memarahi anaknya.

“Keterangan dari LH benar ibu korban mengakui melakukan kekerasan terhadap korban,” katanya. (eko)

Tags: anaklukapamulang
ShareTweetKirimShareShareKirim

Berita Terkait

Dua Eks Petinggi Pertamina Bersalah Dalam Kasus LNG
Nasional

Dua Eks Petinggi Pertamina Bersalah Dalam Kasus LNG

Senin, 4 Mei 2026 16:03 WIB
Tujuh Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci
Nasional

Tujuh Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci

Minggu, 3 Mei 2026 18:47 WIB
Pemerintah Beri Sinyal Kenaikan Harga BBM RON 92
Bisnis

Pemerintah Beri Sinyal Kenaikan Harga BBM RON 92

Minggu, 3 Mei 2026 18:45 WIB
IMG_20260501_133748
Banten Region

Ogah ke Monas, Ribuan Buruh Banten Pilih Kepung Gedung DPR RI

Jumat, 1 Mei 2026 13:46 WIB
Dua Bus Tabrakan di Jabal Magnet, 10 Jamaah Haji Indonesia Terluka
Nasional

Dua Bus Tabrakan di Jabal Magnet, 10 Jamaah Haji Indonesia Terluka

Rabu, 29 Apr 2026 17:01 WIB
Korban Tewas Tabrakan KA Jadi 16 Orang, 91 Terluka
Nasional

Korban Tewas Tabrakan KA Jadi 16 Orang, 91 Terluka

Rabu, 29 Apr 2026 16:57 WIB
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

Pemkot Tangsel Kantongi Pajak Daerah Rp1,012 Triliun, PBB Jadi Penyumbang Terbesar

Pemkot Tangsel Kantongi Pajak Daerah Rp1,012 Triliun, PBB Jadi Penyumbang Terbesar

Kamis, 14 Mei 2026 12:23 WIB
IMG-20260509-WA0055

388 Jemaah Haji Reguler Kloter 13 Asal Pandeglang Diberangkatkan Bupati Dewi Setiani

Sabtu, 9 Mei 2026 15:52 WIB
IMG_20260513_162637

Isu Titip Jabatan ASN di Lingkup Pemprov Banten, Begini Komentar Pengamat

Rabu, 13 Mei 2026 16:30 WIB
MAYDAY 2026 – WALIKOT- WAKIL WALIKOTA1

Hari Buruh 2026 Berlangsung Meriah, Sachrudin: Terus Berkolaborasi Wujudkan Kesejahteraan

Sabtu, 9 Mei 2026 15:02 WIB
DIPERIKSA KESEHATAN : Sejumlah kerbau untuk kurban diperiksa kesehatan oleh petugas agar tidak ada hewan berpenyakit dijual bebas. (ISTIMEWA)

Kebutuhan Hewan Kurban Di Banten Diprediksi Meningkat

Selasa, 12 Mei 2026 16:34 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.