SATELITNEWSOM, JAKARTA—Kementerian Luar Negeri RI memastikan bahwa puluhan warga negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya tertahan di wilayah konflik Iran dan Israel telah kembali dengan selamat. Di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan tersebut, Indonesia dan sejumlah negara Asia lainnya mengambil langkah antisipatif untuk melindungi warganya.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Judha Nugraha, menyampaikan bahwa sebanyak 42 WNI peziarah di Yerusalem telah kembali ke Indonesia melalui jalur darat menuju Yordania, dengan bantuan dari Kedutaan Besar RI (KBRI) Amman. Selain itu, delapan jamaah haji asal Indonesia yang berdomisili di Inggris dan sempat tertahan di Amman juga telah kembali ke negara tersebut.
“Dua WNI peziarah di Iran juga berhasil keluar melalui jalur darat menuju Pakistan sebelum dipulangkan ke Indonesia,” kata Judha dalam konferensi pers daring, Rabu (18/6).
Juru Bicara Kemlu RI Rolliansyah Soemirat menyebutkan bahwa saat ini terdapat 580 WNI yang masih berada di Iran dan Israel. Dari jumlah tersebut, 386 berada di Iran, dengan mayoritas pelajar dan mahasiswa di Kota Qom. Sementara 194 lainnya sebagian besar merupakan peserta magang pendidikan di Rafah, Israel bagian selatan.
“Dalam komunikasi antara KBRI Amman dan KBRI Teheran dengan para WNI, hingga saat ini tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban akibat konflik tersebut,” ujar Rolliansyah.
Pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah kontingensi melalui KBRI Teheran. Saat ini, status keamanan bagi WNI di Iran berada pada Siaga Dua dan akan ditingkatkan menjadi Siaga Satu jika terjadi eskalasi. WNI diminta tetap waspada, menghindari aktivitas non-esensial, serta rutin memantau informasi resmi dari KBRI dan otoritas setempat.
Kemenlu akan megevakuasi 386 WNI yang berada di Iran jika eskalasi konflik bersenjata antara Iran dan Israel telah memasuki siaga I. “Memang statusnya siaga II saat ini, namun kami selalu mengimbau agar para WNI selalu waspada dan selalu memonitor situasi yang ada, dan at any time jika terjadi eskalasi, kita dapat tingkatkan menjadi Siaga I dan kemudian akan melaksanakan proses evakuasi,” ujar Judha.
Judha mengatakan persiapan evakuasi ini telah dikoordinasikan dengan kementerian dan lembaga terkait. Baca juga: Indonesia Mengecam Serangan Israel ke Iran Hal ini perlu dilakukan untuk memastikan jika pemerintah memutuskan proses evakuasi, penerimaan WNI di Indonesia juga bisa berjalan dengan lancar.
Kemlu juga kembali mengimbau agar WNI menunda perjalanan ke Iran, Israel, Suriah, Lebanon, dan Yaman. “Karena di negara-negara tersebut, perwakilan kami telah menetapkan status siaga,” kata Judha.
Selain itu, WNI yang memiliki rencana penerbangan yang melewati kawasan Timur Tengah juga diminta memantau informasi maskapai terkait karena adanya potensi gangguan akibat penutupan wilayah udara.
Di tengah memburuknya kondisi keamanan sejak pertengahan Juni, sejumlah negara Asia juga telah mengambil langkah-langkah untuk mengevakuasi warganya dari kawasan konflik.
Pemerintah Cina memerintahkan warganya untuk meninggalkan Iran dan Israel “secepat mungkin” dan tengah mengoordinasikan evakuasi melalui kedutaan dan konsulatnya. India menyerukan agar warganya segera meninggalkan Teheran, sementara Korea Selatan menaikkan status peringatan perjalanan ke Iran dan Israel.
Jepang meningkatkan peringatan ke level tertinggi (Level 4) dan tengah menyiapkan skenario evakuasi bekerja sama dengan negara ketiga. Pemerintah Malaysia juga menyarankan warga segera meninggalkan Iran.
Thailand menyatakan kesiapan penuh untuk mengevakuasi sekitar 40.000 warganya di Israel, sebagian besar pekerja sektor pertanian. Bangladesh turut menyuarakan kekhawatirannya atas keselamatan sekitar 400 warganya di Iran dan menyatakan bahwa upaya evakuasi tengah dilakukan.
Ketegangan antara Israel dan Iran meningkat sejak serangan udara Israel terhadap sejumlah fasilitas nuklir Iran pada Jumat dini hari (13/6), dalam operasi militer bertajuk Rising Lion. Iran membalas dengan peluncuran rudal dan serangan pesawat nirawak.
Hingga Rabu (18/6), konflik telah memasuki hari keenam. Militer Israel menyatakan Iran kembali meluncurkan dua gelombang rudal ke wilayahnya, dengan ledakan terdengar di Tel Aviv.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut serangan tambahan akan dilakukan. Sementara Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan akan memberikan balasan keras terhadap Israel.
“Kita harus memberikan tanggapan yang kuat terhadap rezim Zionis teroris. Kita tidak akan menunjukkan belas kasihan kepada Zionis,” tulis Khamenei dalam pernyataan di X (sebelumnya Twitter). (rmg/san)