SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Ratusan anak yatim di Kabupaten Pandeglang, mendapatkan santuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pandeglang. Mereka adalah, anak usia sekolah mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Ketua Baznas Kabupaten Pandeglang, Pery Hasanudin mengatakan, ada sebanyak 320 anak yatim yang mendapatkan santunan. Mereka, lanjutnya, tersebar di semua wilayah atau di 35 kecamatan di Kabupaten Pandeglang.
“Masing-masing anak yatim SMP, mendapat Rp400 ribu dan SD masing-masing sebesar Rp350 ribu. Mudah-mudahan, bantuan yang diberikan ini bisa bermanfaat bagi mereka, walaupun jumlahnya enggak seberapa,” kata Pery, Minggu (6/7/2025).
Pery mengatakan, dana yang digunakan untuk memberikan bantuan itu berasal dari Zakat, Infaq dan Sodakoh (ZIS) seluruh masyarakat Pandeglang, termasuk para pejabat atau pegawai dilingkungan Pemkab Pandeglang, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang.
“Kami ucapkan terimakasih, kepada muzaki dan ibu Bupati Dewi. Semoga program Baznas ini, terus berkelanjutan untuk anak yatim dan dhuafa, karena mereka adalah tanggung jawab kita semua,” tambahnya.
Pery mengajak kepada semua lapisan masyarakat Pandeglang, khususnya yang memiliki kelebihan rezeki agar bisa ikut membantu masyarakat Pandeglang lainnya yang mengalami kekurangan. Bantuan itu, kata dia, bisa diberikan melalui berbagai program, baik uang tunai maupun lainnya.
Baca Juga: Pemkab Pandeglang Serahkan Dokumen Lahan Calon Sekolah Nasional Terintegrasi Tahun 2026
“Semoga bisa terus bertambah masyarakat yang peduli terhadap sesamanya. Tetapi, kita akan terus menyampaikan amanah yang dititipkan kepada kami, agar bisa terus bermanfaat bagi masyarakat di Pandeglang,” ujarnya.
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani mengatakan, pemberian santunan ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen pemerintah daerah, dalam memperhatikan kesejahteraan anak-anak yatim. Melalui Baznas Kabupaten Pandeglang, Pemkab Pandeglang akan terus berkolaborasi dan terus memberikan perhatian kepada warga yang membutuhkan.
“Momentum 10 Muharram, adalah hari istimewa bagi umat Islam, dan menjadi waktu yang tepat untuk berbagi serta menumbuhkan kepedulian sosial. Kita ingin anak-anak yatim merasa diperhatikan, dicintai, dan tetap memiliki semangat untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.
Dewi berharap, kegiatan ini bisa memberikan kebahagiaan dan motivasi bagi anak-anak yatim serta menjadi pengingat bagi semua untuk terus menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial.
Oleh karena itu, dia mengajak kepada semua warga Pandeglang yang mampu agar bisa terus berpartisipasi.
“Kegiatan santunan ini, menjadi agenda rutin tahunan setiap peringatan 10 Muharram sebagai wujud nyata dalam membangun Pandeglang yang lebih peduli dan berkeadilan,” tuturnya.
Baca Juga: Hadiri Rakernas APDESI Merah Putih 2026, Bupati Dewi Tekankan Peran Strategis Desa
Menurut Dewi, anak-anak yatim merupakan harapan bangsa yang harus mendapat perhatian dari semua pihak, bukan saja pemerintah daerah. Oleh sebab itu, pihaknya mengajak Baznas Kabupaten Pandeglang agar bisa menunaikan ZIS.
“Anak ini adalah penerus kami. Do’akan kami, semoga jadi pemimpin yang amanah. Kepada Baznas kami berpesan, program ini harus terus berkalanjutan, agar memberikan sebesarnya kemanfaatan bagi masyarakat,” imbuhnya.(adib)
