SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Perumahan Puri Teluk Jakarta Kelurahan Kutabumi Kecamatan Psar Kemis Kabupaten Tangerang kerap dilanda banjir setinggi 20 hingga 30 sentimeter. Diduga kuat, genangan air merendam rumah warga akibat penyempitan drainase atau gorong-gorong di sekitar lokasi.
Banjir di perumahan itu menyedot perhatian Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid. Dia melakukan peninjauan ke lokasi untuk mengetahui langsung penyebab banjir yang meresahkan warga setempat. Kunjungan itu dilakukan pada Minggu (6/7).
“Hari ini saya melihat langsung kali yang menjadi penyebab banjir di sekitar kawasan Puri Teluk Jakarta, Kutabumi, Pasar Kemis. Saya didampingi oleh Pak Iwan Kadis Bina Marga dan juga anggota DPRD,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid.
Menurut dia, dari hasil tinjauan dan informasi yang diperoleh dari RT, RW, dan warga sekitar, banjir diduga kuat disebabkan oleh penyempitan gorong-gorong atau saluran air yang mengarah ke Kali Cirarab. Akibatnya, saat hujan deras turun, air meluap dan menggenangi permukiman warga.
“Dari hasil tinjauan dan informasi yang diperoleh dari RT, RW, dan warga sekitar, banjir diduga kuat disebabkan oleh penyempitan gorong-gorong atau saluran air yang mengarah ke Kali Cirarab,” ungkapnya
Bupati selanjutnya memerintahkan Camat Pasar Kemis untuk segera memanggil pihak pengembang perumahan terkait guna meminta penjelasan dalam rapat koordinasi yang akan dilaksanakan pada Senin mendatang.
Baca Juga: 85 KK Warga Cirarab Alami Krisis Air Bersih, BPBD Kabupaten Tangerang Salurkan Bantuan
“Saya sudah minta kepada Pak Camat untuk memanggil pihak pengembang agar hadir dalam rapat hari Senin nanti. Kita akan bahas penyebab dan solusi banjir ini agar masyarakat di kawasan Teluk Jakarta tidak lagi mengalami banjir ke depannya,” tegasnya.
Maesyal menegaskan pentingnya penanganan saluran air secara terpadu agar tidak terjadi penyumbatan atau penyempitan yang menyebabkan luapan air dari anak sungai ke pemukiman.
“Besok kita panggil pengembangnya untuk menjelaskan kenapa bisa terjadi penyempitan saluran air atau gorong-gorong hingga menyebabkan luapan dari anak sungai menuju Kali Cirarab dan akhirnya terjadi banjir,” pungkasnya.
Sementara itu, hujan deras menyebabkan Sungai Cisadane meluap pada Minggu (6/7) dini hari. Sebanyak 702 KK atau 2.275 jiwa di Kampung Cirumpak Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluknaga terendam banjir setinggi 40 cm hingga 60 cm.
“Tepatnya di RW 6, 7 dan 8. Ketinggian air bervariatif, mulai dari 40 cm hingga 60 cm,” kata Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan pada BPBD Kabupaten Tangerang, Agun Guntara, Minggu (6/7).
Agun menjabarkan, dari total 702 KK ini dapat dirincikan antara lain di RW 06, yakni di RT 12 ada 200 KK atau 657 jiwa. Sedangkan di RW 07 yang terdampak dengan RT 13 ada 125 KK atau 375 jiwa, RT 14 ada 137 KK atau 421 jiwa, sementara di RW 08 yakni RT 15 ada 120 KK atau 450 jiwa, dan RT 16 ada 120 KK atau 372 jiwa.
Baca Juga: Rayakan Idul Adha 2026, Citiplaza Kutabumi Bagikan Hewan Kurban Untuk Masyarakat Sekitar
“Banjir yang menimpa Kampung Cirumpak itu, diduga karena curah hujan tinggi sejak Sabtu (5/7) lalu hingga meluapnya aliran Sungai Cisadane,” katanya.
Hingga kini, tim BPBD Kabupaten Tangerang juga terus melakukan pemantauan dan monitoring di beberapa titik terjadinya bencana banjir. Hal tersebut dilakukan, sebagai upaya penanganan dan evakuasi terhadap korban yang membutuhkan bantuan.
Sementara itu, untuk pendistribusian bantuan logistik atau keperluan pangan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait serta Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi pada kebencanaan.
“Hingga saat ini masih banjir ketinggian kurang lebih 40 sentimeter. Yang dibutuhkan masyarakat sekarang ini logistik dan obat-obatan,” kata dia.
Camat Teluknaga, Zam-zam Manohara belum memberikan statemen apapun saat diwawancarai Satelit News, terkait langkah apa saja yang akan dilakukan, perihal banjir yang menimpa 702 KK di Kampung Cirumpak, Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluknaga. (alfian)
























