SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Tangerang melalui program pascasarjananya secara resmi meluncurkan Program Studi Magister Desain di Menara Kompas, Palmerah, Jakarta Pusat, Rabu (10/7/2025). Peluncuran ini menjadi langkah strategis UMN dalam menjawab kebutuhan industri desain masa kini yang kian kompleks dan menuntut pendekatan yang yang menekankan pendekatan inovatif, berkelanjutan, dan berbasis teknologi.
Peluncuran program magister desain ini juga sebagai bentuk UMN menjawab tantangan global yang saat ini menuntut manusia untuk terus kritis, kreatif dan kompeten. “Sedikit saya cerita tentang Jakob Oetama dan P.K Ojong pendiri Kompas Gramedia, beliau tidak hanya seorang wartawan dan guru tapi juga penyuka seni. Mereka mengumpulkan segala seni yang ada di Indonesia dan selalu mengingatkan kita untuk melestarikan budaya dan seni di negara ini agar generasi berikutnya punya kesempatan seni dan budaya itu,” Ketua Yayasan Multimedia Nusantara, Teddy Surianto dalam keterangan yang diterima Satelit News, Rabu (10/7/2025).
Teddy menyatakan bahwa dengan adanya magister desain adalah bentuk komitmen UMN dalam mewujudkan visi Kompas Gramedia “Enlightening People”. “Sedari awal UMN dibangun, sosok Jakob Oetama ingin menyiapkan lulusan yang siap kerja di dunia kreatif, dan desain adalah salah satu elemen penting bagi tumbuhnya industri kreatif,” ujarnya.
Setuju dengan Teddy, Andrey dalam sambutannya menjelaskan bahwa kemajuan teknologi tidak menjadi penghalang visi dan misi Kompas Gramedia untuk terus mengembangkan ilmu-ilmu baru dan berkelanjutan melalui peluncuran program studi desain di Universitas Multimedia Nusantara.
“Program studi Magister Desain berfokus pada visi berkelanjutan, program studi memberikan perhatian khusus pada konsep Sustainable ICT dan Sustainable Business Design dengan pendekatan Interdisipliner. Diharapkan akan menghasilkan lulusan yang terbatas pada isu lingkungan, namun juga mencakup sistem, layanan, dan artefak yang digunakan manusia sehari-hari,” katanya.
“Di sinilah peran desain menjadi krusial. Proses merancang merupakan ikhtiar untuk menciptakan solusi berkelanjutan, baik sebagai fondasi baru maupun sebagai Upaya merestorasi objek atau sistem yang telah ada agar memiliki usia guna dan nilai manfaat yang lebih panjang,” tambah Cahya.
Cahya berharap Program Magister Desain UMN menjadi wadah lahirnya intelektual desain, pemikir, dan pelaku yang memanfaatkan ilmu dan keterampilannya, dan mencetak problem solver untuk berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dengan pendekatan desain yang strategis dan kontekstual.
Grand launching Magister Desain UMN kali ini juga terdapat pemaparan materi singkat dari Dwi Santoso selaku Staff Ahli Kementerian Komunikasi dan Digital. Pada kesempatan ini Dwi memaparkan tentang kemajuan teknologi saat ini salah satunya Artificial Intelligence (AI). Manusia sudah melewati banyak era kemajuan teknologi mulai dari era plastik, era microchip, hingga saat ini era AI.
“Perkembangan saat ini sangat pesat dan kita kenal salah satu teknologi Generative AI salah satunya aplikasi ChatGPT. Teknologi generative AI ini mengumpulkan data-data dari internet dan diringkas diberikan kepada manusia, jadi semua hal yang kita upload ke media sosial itu masuk ke big data internet. Maka dari hal ini manusia tidak akan bisa digantikan oleh AI,” ucap Dwi.
Bagi Dwi sentuhan dan perasaan manusia akan selalu dibutuhkan karena teknologi tidak akan bisa memberikan hal tersebut. Teknologi hanya membantu secara logika, data, skala dan lain-lainnya. Namun secara estetika dan perasaan hanya bisa didapatkan dari manusia. (dm)