SATELITNEWS.COM, SERANG—Beberapa wilayah di Banten yang ingin memekarkan daerahnya harus terus bersabar. Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengisyaratkan jika pencabutan moratorium (penundaan) Daerah Otonomi Baru (DOB) belum bisa dipastikan. Hal ini ditegaskan Muzani dalam kunjungannya ke Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Senin (14/7/2025).
Menurut politisi Gerindra ini, persoalan usulan DOB itu sebelumnya sudah ia bicarakan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Namun kepada dirinya Tito justru menyampaikan data di atas.
“Ada sekitar 374 DOB yang masuk. Jika semua direalisasikan, maka akan ada sekitar 800 lebih daerah. Sehingga moratorium ini kemungkinan akan tetap dipertahankan,” kata Muzani.
Selain itu, kata Muzani, berdasarkan data statistik, dari DOB yang pernah dilakukan, DOB yang dikatakan berhasil itu standar atau barometernya selalu Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang dianggap sudah berhasil dalam hal pelayanan, pendapatan daerah serta pengelolaannya.
“Model seperti ini harus dijadikan contoh bagaimana itu bisa dieksplor sebagai bagian dari yang dilakukan oleh pemerintah daerah ketika mengajukan DOB,” ujarnya.
Seperti diketahui, sejumlah di Banten tengah mempersiapkan diri untuk dimekarkan jika moratorium DOB itu dicabut. Yakni, Kabupaten Serang Barat yang direncanakan memisahkan diri dari Kabupaten Serang. Kemudian Kabupaten Caringin, dimekarkan dari Kabupaten Pandeglang. Lalu Kabupaten Cibaliung pemekaran Kabupaten Pandeglang. Kemudian Kabupaten Cilangkahan yang direncanakan memisahkan diri dari Kabupaten Lebak. Kabupaten Tangerang Utara yang akan dimekarkan dari Kabupaten Tangerang. Dan terakhir Kota Tangerang Tengah, yang dimekarkan dari Kabupaten Tangerang.
Baca Juga: Warga Banten Mulai Tak Takut Cek Kesehatan
Usulan pemekaran ini didorong oleh keinginan untuk mempercepat pembangunan, meningkatkan pelayanan publik, dan mempermudah pengelolaan daerah yang semakin padat penduduk. Namun, realisasinya masih menunggu pencabutan moratorium oleh pemerintah pusat.
Dalam kesempatan itu, Muzani menilai Banten merupakan Provinsi yang sangat penting sebagai penyangga Jakarta dengan kemampuan fiskal yang cukup kuat sehingga bisa menggratiskan pendidikan di sekolah negeri dan swasta, meskipun kemampuannya belum menjangkau keseluruhan.
“Tapi sebagai sebuah ikhtiar untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat Banten, agar bisa melanjutkan pendidikan sampai jenjang SMA, SMK, dan sederajat lainnya. Itu sudah dimulai oleh pak Gubernur,” katanya.
Selain itu, lahan pertanian di Banten juga sangat luas. Ini menjadi potensi yang harus terus dikembangkan dan insentif petaninya juga harus terus ditambah. Apalagi saat ini pupuk sudah mulai mudah, harga gabah juga tinggi, sehingga semangat bertaninya yang harus kita dorong.
“Termasuk modernisasi peralatan pertanian. Kami ingin memastikan amanah yang diberikan masyarakat Banten kepada Gubernur, sejak dilantik sebagai Gubernur Banten itu berjalan baik dan itikad untuk memenuhi janji juga bersemangat dengan kemampuan yang dimiliki dan keterbatasan yang ada,” ujar Ahmad Muzani.
Ahmad Muzani juga menilai, Andra Soni terus berusaha dalam memenuhi janji-janjinya kepada masyarakat. Diantaranya dengan membangun jalan desa melalui program bangun jalan desa sejahtera.
Baca Juga: Ribuan Pramuka Garuda Lebak Didorong Jadi Generasi Berkarakter
“Sekarang sudah mulai dibangun, meskipun belum bisa maksimal, karena itu butuh kesabaran, butuh biaya dan waktu yang panjang. Tapi sebagai sebuah start untuk membangun jalan-jalan desa dengan program Bang Andra. Mudah-mudahanan pada waktu yang akan datang jalan-jalan desa di Banten makin bagus dan lancar,” katanya. (luthfi/mardiana)
























