SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Puluhan emak-emak di Kecamatan Sepatan, menggeruduk SMKN 2 Kabupaten Tangerang, Selasa (15/7). Aksi damai tersebut digelar sebagai bentuk kekecewaan, karena 92 anak mereka tidak lolos dalam proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Dalam aksi yang berlangsung tertib itu, para orangtua turut membawa anak-anak mereka yang gagal lolos seleksi. Para siswa tampak mengenakan seragam SMP sambil membentangkan spanduk bertuliskan “Tolong Anak Kami Diterima” dan “Pendidikan Hak Kami, Bukan Hak Mereka Saja.”
Salah satu peserta aksi, Sulastri (46), menyampaikan rasa kecewanya. Menurutnya, meski rumahnya hanya berjarak beberapa meter dari SMKN 2, anaknya tetap tidak diterima di sekolah tersebut.
“Padahal rumah saya di Desa Pisangan Jaya dekat sekali dari sini. Tapi anak saya tidak diterima, sedangkan yang rumahnya jauh malah bisa masuk,” ujar Sulastri sambil menangis di depan gerbang sekolah.
Sulastri menjelaskan bahwa seluruh peserta aksi merupakan orangtua siswa yang tidak lolos seleksi di SMKN 2. Mereka berharap ada kebijakan dari pihak sekolah maupun pemerintah agar anak-anak mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan.
Ia juga meminta Pemerintah Provinsi Banten memperbanyak sekolah gratis di tingkat SMA/SMK, agar anak dari keluarga tidak mampu tetap bisa mengakses pendidikan, meskipun di sekolah swasta.
Baca Juga: Cemari Lingkungan, TPS Ilegal di Pinang Kota Tangerang Disegel
“Ada 92 anak di Desa Pisangan Jaya yang ditolak masuk SMKN 2. Kami cuma bisa memohon agar mereka dipertimbangkan untuk diterima. Saya orang tidak mampu. Kalau sekolah dekat rumah, kami tidak perlu keluar biaya,” keluhnya.
Menanggapi aksi tersebut, Ketua Panitia SPMB SMKN 2 Kabupaten Tangerang, Memi Meilani, menjelaskan bahwa kuota penerimaan siswa baru dari Desa Pisangan Jaya sebenarnya telah terpenuhi.
“Dari kuota 10 persen di tiap jalur penerimaan—afirmasi, domisili, dan reguler, siswa dari Desa Pisangan Jaya sudah diterima. Bahkan totalnya mencapai 15,4 persen. Hanya saja, jumlah pendaftar dari desa tersebut mencapai 169 orang,” jelas Memi.
Ia menegaskan bahwa seluruh proses seleksi telah mengikuti aturan dari Pemerintah Provinsi Banten. Meski demikian, pihak sekolah tetap menghormati aspirasi yang disampaikan para orangtua.
Sebagai solusi, Memi menyarankan agar siswa yang belum diterima di sekolah negeri bisa mendaftar ke SMA/SMK swasta yang bekerja sama dalam program sekolah gratis.
“Tahun ini, Gubernur Banten Andra Soni sudah menyiapkan alternatif bagi siswa yang tidak diterima di sekolah negeri, yakni melalui sekolah swasta yang mengikuti program sekolah gratis,” pungkasnya. (alfian/aditya)
Baca Juga: Anggaran Tersendat, 62 SPPG di Kabupaten Tangerang Setop Operasi
