Selasa, 30 Juni 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Aprindo Nyatakan Siap Tarik Beras Oplosan

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Kamis, 17 Jul 2025 20:59 WIB
Rubrik Nasional
Aprindo Nyatakan Siap Tarik Beras Oplosan

BERAS: Konsumen memilih beras premium di supermarket. Aprindo menyatakan siap menarik produk beras dari rak modern selama ada instruksi resmi. (DOK/SATELIT NEWS)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyatakan kesiapannya untuk menarik produk beras dari rak toko modern jika terbukti tidak sesuai standar mutu yang berlaku. Namun, penarikan produk ini akan dilakukan berdasarkan hasil uji laboratorium resmi dan arahan dari otoritas yang berwenang.

Ketua Umum Aprindo, Solihin, menegaskan bahwa peritel berperan sebagai penyalur terakhir dalam rantai distribusi pangan dan tidak memiliki kewenangan maupun kapasitas untuk menguji mutu produk secara mandiri.

“Kami bukan produsen, kami hanya menjual langsung kepada konsumen. Jadi, kami tidak bisa serta-merta menarik produk tanpa bukti yang jelas dan instruksi resmi,” ujarnya saat ditemui di kantor Kementerian Perdagangan, Kamis (16/7).

“Namun, kalau sudah ada hasil uji laboratorium dan perintah resmi, kami akan menjadi yang pertama menarik produk itu dari pasar,” tambah Solihin menegaskan.

Sebagai langkah pencegahan, Aprindo telah mewajibkan seluruh pemasok beras yang memasok ke jaringan ritel modern untuk menyerahkan surat pernyataan mutu. Surat tersebut menjamin bahwa produk beras yang disuplai telah memenuhi standar kualitas sesuai dengan label dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Kalau pemasok menolak memberikan surat pernyataan, maka produk mereka tidak akan kami jual di toko,” tegas Solihin.

Baca Juga: Stok Beras 5,3 Juta Ton, Harga Pangan Bergerak Beragam

Langkah ini diambil guna menjaga kepercayaan konsumen terhadap produk beras premium yang selama ini dikenal memiliki mutu terjamin di toko ritel modern.

“Ini bukan sekadar soal menjaga citra toko, tetapi tanggung jawab moral kepada konsumen,” tambahnya.

BeritaTerbaru

Purbaya: Harga Pertamax Berpeluang Turun

Purbaya: Harga Pertamax Berpeluang Turun

Senin, 22 Jun 2026 16:28 WIB
Listrik Jawa Mulai Stabil, Pemadaman Bergilir Ditekan

Listrik Jawa Mulai Stabil, Pemadaman Bergilir Ditekan

Senin, 22 Jun 2026 16:24 WIB
Pembahasan RUU Perampasan Aset Dikebut

Pembahasan RUU Perampasan Aset Dikebut

Minggu, 21 Jun 2026 13:12 WIB
Bunga Rumah Subsidi Dipastikan Tetap 5 Persen Meski BI Rate Naik

Bunga Rumah Subsidi Dipastikan Tetap 5 Persen Meski BI Rate Naik

Sabtu, 20 Jun 2026 11:00 WIB

Selain itu, Aprindo akan melakukan pengujian mutu secara acak terhadap beberapa merek beras kemasan premium yang beredar di tokonya. Pengujian ini dilakukan bekerja sama dengan lembaga pengujian independen untuk mendapatkan hasil yang objektif dan terpercaya. Hasil pengujian tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi internal bagi Aprindo dan para anggotanya dalam mengawasi mutu produk yang dijual.

Di sisi lain, Solihin menyebutkan ada permintaan dari produsen kepada ritel modern untuk menurunkan harga beras sebesar Rp1.000 per 5 kilogram. “Sejak kemarin para produsen sudah membuat surat kepada kita untuk menurunkan HET (harga eceran tertinggi) dari Rp74.500 itu, turun Rp1.000 per 5 kilogram. Jadi turun Rp200 per kilogram, sehingga HET pada saat itu Rp73.500 per 5 kilogram,” ujar Solihin.

Ia mengatakan permintaan ini berbarengan dengan munculnya kasus beras oplosan premium di sejumlah tempat. Namun demikian, Solihin belum bisa memastikan keterkaitan antara permintaan penurunan HET beras dengan kasus beras oplosan. “Kita nggak tahu, kan yang menurunkan bukan kita,” katanya.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa Satgas Pangan Polri hari ini memeriksa sejumlah produsen dan distributor yang diduga terlibat dalam praktik manipulasi mutu beras. Polri juga menggaet Kementerian Pertanian (Kementan) untuk untuk melakukan pengecekan laboratorium terhadap beras oplosan.

Baca Juga: Harga Beras Diklaim Stabil, Stok Tembus Rekor 5,19 Juta Ton

“Hari ini, rencana kita akan melakukan pemeriksaan terhadap 25 distributor ataupun produsen (beras),” kata Kapolri di Depok, Kamis (17/7/2025). “(Distributor atau produsen) yang dipanggil (sementara) kategori mengoplos, kemudian juga ada yang berat-beratnya di bawah ketentuan, atau tidak sesuai dengan yang ada di dalam list di kemasan,” imbuh Listyo.

Kasus pengoplosan dan pemalsuan mutu beras ini bermula dari temuan Kementerian Pertanian yang melakukan pengambilan sampel secara diam-diam dari pasar-pasar ritel di berbagai kota di Indonesia. Sampel-sampel tersebut kemudian diuji di Laboratorium Mutu Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB). Dari 136 merek beras kemasan premium yang diuji, sebanyak 116 merek atau sekitar 85,3 persen dinyatakan tidak memenuhi standar mutu yang tercantum dalam label, dan sebagian besar dijual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

Produk-produk berlabel “premium” itu ternyata berisi campuran beras dengan mutu lebih rendah. Bahkan, beberapa ditemukan mengandung butir patah yang berlebihan dan kadar air yang tidak sesuai ketentuan teknis. Temuan ini menimbulkan dugaan praktik “pengoplosan beras” dan pemalsuan label mutu yang dilakukan demi meraup keuntungan lebih besar.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa praktik pengoplosan beras ini menyebabkan kerugian besar bagi negara dan masyarakat, diperkirakan mencapai Rp99 triliun per tahun. (rmg/san)

Tags: aprindoberasmutuoplosanpremium
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Lokasi SIM Keliling di Tangerang dan Jakarta Sabtu 20 Juni
Kota Tangerang

Lokasi SIM Keliling di Tangerang dan Jakarta Sabtu 20 Juni

Sabtu, 20 Jun 2026 10:55 WIB
Headline

Roy Suryo dan dr Tifa Dikabarkan Ditangkap Polisi Pagi Tadi

Jumat, 19 Jun 2026 11:28 WIB
Pemulihan Pascabencana Sumatera, Fokus Geser ke Infrastruktur Permanen
Nasional

Pemulihan Pascabencana Sumatera, Fokus Geser ke Infrastruktur Permanen

Kamis, 18 Jun 2026 15:59 WIB
Ricuh Eksekusi Hotel Sultan, 119 Orang Diamankan
Nasional

Ricuh Eksekusi Hotel Sultan, 119 Orang Diamankan

Kamis, 18 Jun 2026 15:57 WIB
Pemerintah Evaluasi Total Program MBG
Nasional

Pemerintah Evaluasi Total Program MBG

Rabu, 17 Jun 2026 16:16 WIB
Makelar Kasus Tak Sakti Tanpa Orang Dalam, Ketua KPK Soroti Jabatan “Basah-Kering”
Nasional

Makelar Kasus Tak Sakti Tanpa Orang Dalam, Ketua KPK Soroti Jabatan “Basah-Kering”

Rabu, 17 Jun 2026 15:37 WIB
UMN HUT Satelit News 2026
SARI ASIH Tangerang HUT Satelit News 2026
PARTAI DEMOKRAT DPRD Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
FRAKSI PDI P DPRD Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISPORABUDPAR Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISPERINDAG Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISHUB TANGSEL HUT Satelit News 2026
DINSOS Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
Dinas PERKIM Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
BPBD Kota Tangerang HUT Satelit News 2026
PORDA XII PEPARPEDA IX Kota Cilegon
PT LKM WTP KAB TANGERANG
WTP Kab Tangerang

Berita Pilihan

Satpol PP Kota Tangerang Diminta Jaga Marwah

Satpol PP Kota Tangerang Diminta Jaga Marwah

Selasa, 30 Jun 2026 11:38 WIB
MEMBERIKAN HADIAH : Kapolda Banten Irjenpol Hengki dan keluarga, memberikan hadiah kepada anak yatim. (ISTIMEWA)

Cegah Perpecahan, Kapolda Banten Tekankan Jaga Kerukunan Antar Umat Beragama

Kamis, 25 Jun 2026 16:02 WIB
Pembentukan OPD Baru di Kota Tangerang Diklaim Hemat Anggaran Rp 529 Juta

Pembentukan OPD Baru di Kota Tangerang Diklaim Hemat Anggaran Rp 529 Juta

Rabu, 24 Jun 2026 14:46 WIB
TPA Jatiwaringin Tangerang Terbakar, Diduga Dipicu Cuaca Panas Ekstrem

TPA Jatiwaringin Tangerang Terbakar, Diduga Dipicu Cuaca Panas Ekstrem

Selasa, 30 Jun 2026 20:37 WIB
Komite MTsN 1 Tangsel Minta Sumbangan Rp2,95 Juta

Komite MTsN 1 Tangsel Minta Sumbangan Rp2,95 Juta

Selasa, 30 Jun 2026 19:07 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.