SATELITNEWS.COM, SERANG – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, mengajak kepada seluruh masyarakat untuk melapor jika melihat adanya perundungan terhadap anak, melalui Desa dan Kecamatan. Karena sekarang ini, perundungan dan kekerasan seksual pada anak masih marak terjadi.
Hal itu disampaikannya, usai acara Hari Anak Nasional (HAN) 2025, sekaligus lebaran anak yatim, bersama 1.510 anak, di lapangan indoor Pemkab Serang, Rabu (23/7/2025).
“Kita tahu, perundungan banyak, kekerasan seksual pada anak banyak, saya mohon kepada seluruh masyarakat. Karena kita tidak bisa sendiri dalam rangka mencegah, mohon dilaporkan bisa melalui desa, kecamatan dan lainnya,” ujarnya.
Menurut Zakiyah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang tidak bisa sendiri mengatasi permasalah perundungan dan kekerasan seksual pada anak. Semua stakeholder, harus bergerak semua.
Zakiyah mengungkapkan, pihaknya selama ini rutin melakukan kegiatan edukasi yang dilaksanakan ke sekolah, baik SD maupun SMP di Kabupaten Serang, hal ini juga dalam rangka pencegahan kekerasan maupun pelecehan seksual pada anak dan perempuan.
Sehingga, mereka ini bisa mengetahui apa yang harus dilakukan untuk dapat mencegahnya, dan tidak takut atau berani melapor atas perbuatan tidak menyenangkan yang dialaminya.
Baca Juga: Pemkab Serang Bersama PT KAF Sembelih 1.000 Domba Kurban
“Kita sudah rutin, dan akan terus dilakukan edukasi ini kepada anak dan perempuan pelajar, supaya mereka paham dan berani speak up bahwa kalau ada hal-hal yang tidak berkenan. Dengan begitu, keluarga terdekat akan lapor dan kami tindak dengan tegas pelakunya,” tuturnya.
Zakiyah menambahkan, berdasarkan data dari Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBPPPA) Kabupaten Serang, ada sebanyak 60 kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak dan perempuan.
Dari jumlah tersebut, paling banyak dialami oleh anak dan pelakunya didominasi dari orang terdekat.
“Maka kita akan terus tingkatkan edukasi, supaya bisa menekan kasus ini, dan kita juga memberikan sosialisasi kepada kepala desa sebagai aparat yang dekat dengan warga. Sehingga, kepala desa melanjutkan sosialisasinya kepada warganya,” ujarnya lagi.
Selain memberikan edukasi, dikatakan Zakiyah, pendampingan terhadap korban terus dilakukan, dan untuk pelakunya tentu ditindak tegas supaya tidak mengulanginya kembali.
Pendampingan terhadap anak dan perempuan ini bertujuan, agar tidak trauma atas apa yang dialaminya dan kembali menjalani kehidupannya dengan bersekolah dan bermain.
Baca Juga: Insentif 20.445 Guru Madrasah dan Guru Ngaji Naik 50 Persen
“Kami terus melakukan pendampingan terhadap korban, supaya mereka hilang rasa traumanya agar mau bersekolah, serta bersosialisasi dan bermain dan ceria lagi,” tandasnya.
Sementara, Kepala DKBPPPA Kabupaten Serang, Encup Suplikhah mengatakan, kasus – kasus yang sekarang ini di Kabupaten Serang mengalami peningkatan, ini timbal balik dari kegiatan sosialisasi yang telah gencar dilaksanakan. Dimana anak – anak, sudah mulai berani melapor. (sidik)
