SATELITNEWS.COM, LEBAK— Aisyah (56) warga Kecamatan Sajira tak henti-henti meneteskan air mata bahagia serta mengucapkan rasa syukur karena rumahnya yang dulu reyot dan nyaris roboh kini disulap menjadi layak huni oleh TNI.
Suatu kebahagiaan yang tidak terduga bagi janda renta ini karena mendapat bantuan program layak huni pada program Karya Bakti TNI 2025. Rumah lamanya sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah bertahun-tahun. Seperti kebocoran di berbagai sudut dan strukturnya nyaris roboh. Sebagai ibu rumah tangga tanpa penghasilan tetap, Aisyah mengaku tak sanggup untuk memperbaiki rumahnya itu.
“Alhamdulillah saya dapat bantuan bedah rumah. Rumah saya dulu panggung kecil, sudah rusak dan hampir roboh. Senang sekali, terima kasih TNI,” ucapnya penuh syukur, Kamis (31/7).
Hal serupa juga dirasakan Udi (58), warga setempat yang turut menerima bantuan bedah rumah dan sembako. Rumahnya yang bocor selama lima tahun akhirnya direnovasi. “Dulu saya sudah beberapa kali ngusulin ke RT/RW tapi enggak ada respon. Setelah ada program TNI ini alhamdulillah saya sangat terbantu. Doa saya agar semua TNI diberi kesehatan,” kata Udi dengan penuh haru.
Penutupan karya Bhakti TNI ditutup di Alun-Alun Sajira, Kecamatan Sajira, pada acara tersebut TNI juga menggelar bakti sosial berupa sembako gratis, pelayanan kesehatan gratis, bantuan sumur bor hingga bedah rumah tidak layak huni (RTLH).
Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad), Letjen TNI Mochamad Syafei Kasno, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan karya bakti di wilayah Lebak meliputi pembangunan infrastruktur jalan sepanjang 750 meter dan 500 meter di dua lokasi berbeda, renovasi masjid, pembangunan 10 unit rumah tidak layak huni (RTLH), serta pengeboran tujuh titik sumur bor dengan kedalaman rata-rata 100–120 meter.
“Hari ini saya menutup kegiatan karya bakti TNI skala besar yang dilaksanakan oleh Pusterad. Ini adalah program rutin selain TNI Manunggal Membangun Desa, namun karya bakti ini sepenuhnya didanai oleh TNI AD,” ujar Letjen Syafei kepada wartawan, kemarin.
Ia menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen nyata TNI AD untuk hadir dan membantu masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang membutuhkan. Salah satu fokus utama dalam program ini adalah pembangunan sumur bor untuk menjawab kebutuhan air bersih.
“Sumur bor ini merupakan program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat. Saat ini TNI AD sudah membangun sekitar 4.000 titik sumur bor di berbagai wilayah, termasuk tujuh titik di sini. Air bersih sangat penting bagi kesehatan dan kehidupan masyarakat,” jelasnya.
Letjen Syafei juga menekankan pentingnya peran Babinsa (Bintara Pembina Desa) sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah daerah. Saat ini, terdapat sekitar 97.000 Babinsa di seluruh Indonesia yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial seperti penanganan stunting, ketahanan pangan, hingga pelayanan kesehatan.
“Babinsa menjadi garda terdepan dalam berkomunikasi dengan masyarakat dan pemerintah desa. Peran mereka sangat besar meski tantangannya tidak ringan. Ada yang harus menangani hingga tiga desa sekaligus,” katanya.
“Program Karya Bakti TNI ini diharapkan dapat menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan rakyat dalam membangun negeri, serta memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah terpencil yang masih tertinggal dari sisi infrastruktur dan layanan dasar,” imbuhnya. (mulyana)