SATELITNEWS.COM, JAKARTA –Puluhan rumah, fasilitas kesehatan, sarana pendidikan, dan rumah ibadah di sejumlah kota dan kabupaten mengalami kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,9 yang mengguncang Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (20/8) malam. Getaran gempa bahkan dirasakan cukup kuat di sejumlah tempat di Jabodetabek.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat total 40 kepala keluarga (104 jiwa) terdampak, meski tidak ada korban jiwa. “Data ini masih bersifat dinamis,” kata Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jabar, Hadi Rahmat, Kamis (21/8/2025).
Di Kabupaten Karawang, gempa merusak empat rumah ringan, 31 rumah sedang, dan satu rumah berat. Selain itu, satu bangunan aula, empat fasilitas kesehatan, satu sarana pendidikan, serta satu rumah ibadah terdampak. Rumah dan bangunan terdampak gempa tersebar di Kecamatan Telukjambe Barat, Klari, Pangkalan, Tegalwaru, serta Ciampel di Kabupaten Karawang.
Sementara di Kabupaten Bekasi, satu rumah ibadah di Desa Sukabungah, Kecamatan Bojongmangu, rusak akibat getaran gempa.
BPBD Bandung Barat melaporkan satu rumah warga di Kampung Cibogo RT 01 RW 17, Desa Margalaksana, Kecamatan Cipeundeuy, mengalami kerusakan cukup parah. Dinding tengah rumah yang terbuat dari batako ambruk, sementara bagian dapur retak-retak.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meminta masyarakat tetap waspada meski gempa tidak menimbulkan korban jiwa. Kerusakan rumah dan fasilitas umum akan segera ditangani tim Pemprov Jabar.
“Kita cukup bersyukur karena tidak ada korban jiwa yang adanya kerusakan kecil pada beberapa rumah dan puskesmas,” ujarnya.
Getaran gempa juga dirasakan di kawasan Jabodetabek, termasuk Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Depok, dan Tangerang. Di Jakarta, Gubernur DKI Pramono Anung Wibowo memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan signifikan.
“Untuk gempa yang semalam, Alhamdulillah, sampai hari ini tidak ada korban dan kerusakan yang signifikan,” katanya. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk BMKG.
Seperti diketahui, gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 4,9 mengguncang wilayah Bekasi dan sekitarnya pada Rabu (20/8/2025) pukul 19.54 WIB. Episentrum gempa tercatat di koordinat 6,48 Lintang Selatan (LS) dan 107,24 Bujur Timur (BT), sekitar 14 kilometer tenggara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dengan kedalaman 10 kilometer. Tak lama berselang, gempa susulan bermagnitudo M 2,1 kembali terjadi pukul 20.16 WIB dengan pusat guncangan berdekatan. Kedua gempa ini menimbulkan sejumlah dampak di lapangan, baik pada bangunan maupun layanan transportasi.
BMKG menginformasikan gempa dipicu oleh sesar naik busur belakang Jawa Barat (West Java back-arc thrust) pada kedalaman 10 kilometer. Sesar Baribis-Kendeng merupakan bagian dari sistem Java Back-arc Thrust yang melewati sejumlah wilayah padat penduduk di Jawa Barat.
“Ketika kita mengetahui ada indikasi aktif dari data geodesi dan seismisitas, perlu dikonfirmasi secara geologi apakah benar aktif atau tidak,” ucap peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Sonny Aribowo.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan mengutamakan informasi resmi dari kanal komunikasi BMKG, seperti Instagram/Twitter (X) @infoBMKG, website bmkg.go.id, atau aplikasi WRS-BMKG dan Info BMKG. BPBD dan pemprov di Bekasi, Karawang, dan sekitarnya terus memantau kondisi untuk memastikan penanganan cepat terhadap warga terdampak dan kerusakan akibat gempa. (rmg/san)