SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Pola konsumsi media di Indonesia kini berubah. Gen Z, mendorong tren baru yang lebih fleksibel. Mereka tidak hanya menonton televisi atau mendengarkan radio. Konten audio, podcast, media sosial, dan interaksi digital menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.
Laporan YouGov Indonesia Media Consumption Report 2025 berdasarkan survei lebih dari 1.000 responden menunjukkan, tiap generasi berinteraksi dengan media secara berbeda. Gen Z lebih banyak daring, sementara generasi lebih tua masih menonton TV atau mendengarkan radio untuk informasi dan hiburan.
Edward Hutasoit, General Manager YouGov Indonesia & India, mengatakan konsumsi media kini lebih aktif dan emosional. “Memahami kapan, di mana, dan mengapa masyarakat berinteraksi dengan media penting untuk membangun koneksi yang relevan,” ujarnya dalam diskusi daring, Kamis, 28 Agustus 2025.
Fenomena multitasking menjadi ciri baru. Sebanyak 72 persen pengguna media sosial membuka beberapa platform sekaligus atau menggunakannya bersamaan dengan media lain, misalnya sambil menonton TV atau mendengarkan podcast. Ini menunjukkan masyarakat kini menggunakan media sesuai kebutuhan dan konteks, bukan hanya memilih satu platform favorit.
Gen Z menghabiskan waktu daring lebih banyak daripada generasi lain. Sekitar 16 persen mengonsumsi media lebih dari lima jam di hari kerja, meningkat menjadi 23 persen di akhir pekan. Mereka juga mendengarkan podcast lebih dari satu jam sehari (45 persen).
Radio tradisional hanya didengar empat persen masyarakat setiap hari, didominasi orang tua milenial. Sementara Gen Z mendominasi pendengar podcast harian (58 persen). Spotify menjadi platform audio favorit, digunakan 81 persen responden.
TV tetap relevan bagi generasi lebih tua. Sekitar 61 persen menonton siaran langsung. Namun hampir separuh Gen Z menonton kurang dari satu jam per hari. Mereka lebih memilih konten yang bisa dikonsumsi kapan saja dan di mana saja.
Dalam dunia media sosial, YouTube dan Instagram masih menjadi raja. YouTube digunakan 81 persen pengguna, Instagram 74 persen. YouTube lebih populer di kalangan generasi lebih tua (84 persen) dibanding Gen Z (78 persen), sementara Instagram digunakan 75 persen generasi lebih tua dan 73 persen Gen Z.
Gen Z juga aktif di platform lain. Sekitar 44 persen menggunakan X dan 33 persen Pinterest, lebih tinggi dibanding generasi lebih tua. TikTok berada di posisi ketiga (64 persen), diikuti Facebook (61 persen), X (37 persen), dan Pinterest (24 persen). Platform lain seperti LinkedIn, Quora, dan Snapchat masing-masing 14 persen, 7 persen, dan 5 persen.
Kebiasaan multitasking ini membuka peluang bisnis. Tiga dari empat pengguna media sosial pernah membeli sesuatu setelah melihat iklan. Paparan media sosial yang rutin dapat memengaruhi keputusan konsumen. Edward menyebut ini kesempatan penting bagi pelaku bisnis, terutama untuk strategi periklanan yang tepat sasaran.
Survei YouGov dilakukan pada 16 April–13 Mei 2025 melalui sampel daring lebih dari 1.000 responden. Temuan ini menegaskan satu hal: konsumsi media di Indonesia kini ditentukan oleh kebutuhan, konteks, dan gaya hidup, bukan sekadar platform favorit. (rmg/san)