SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Universitas Raharja Tangerang menjadi tuan rumah pengukuhan pengurus Asosiasi Perguruan Tinggi Manajemen Retail Indonesia (APTMRI) periode 2024-2028, Jumat (29/8/2025). Digelar di Aula Lantai 3, pengukuhan dibarengi rakornas dan seminar nasional. Selaku Ketua Dewan Pengurus Nasional APTMRI adalah Dr Moch Heru Riza Chakim.
Acara turut dihadiri Ketua Aptisi Pusat Prof Budi Djatmiko serta perwakilan dari 16 perguruan tinggi yang memiliki Prodi Manajemen Retail
Rektor Universitas Raharja Tangerang yang juga Ketua Aptisi Banten Dr Po Abas Sunarya selaku tuan rumah mengatakan, pihaknya mendukung penuh terhadap APTMRI sebagai organisasi sayap baru dari Aptisi.
“Kami mendorong APTMRI untuk memperkuat lulusan-lulusan dan mempromosikan mereka kepada masyarakat luas. Mengingat lanskap manajemen dan konsep dunia pendidikan retail telah berubah, kita perlu beradaptasi dengan era transformasi digital saat ini,” ungkapnya kepada awak media.
Acara ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam menciptakan lulusan yang siap menghadapi tantangan global dan berkontribusi bagi kemajuan sektor retail di Indonesia.
” Jadi ini merupakan program studi baru yang ada di Indonesia dan anggotanya pun masih belum banyak. Jika program studi ini dikelola dengan baik, maka akan memiliki akses banyak. Lantaran bisa mendidik mahasiswa menjadi entrepreneur, marketing handal dan sebagainya,” kata Abas.
Baca Juga: Universitas Raharja Tekankan Disiplin dan Kerja Keras dalam Mencetak Lulusan Unggul
Dia mengatakan dengan kolaborasi yang solid antara akademisi, industri, dan pemerintah, akan tercipta ekosistem pendidikan yang lebih inovatif dan relevan dengan kebutuhan zaman.
“Mengingat, antara permintaan dengan ketersediaan sumberdaya manusia masih belum seimbang, maka lulusan dalam bidang retail ini masih banyak sekali dibutuhkan oleh perusahaan,” tukasnya.
Ketua Aptisi Pusat Prof Budi Djatmiko mengatakan, terbentuknya APTMRI
memperkuat ekosistem pendidikan retail yang berbasis pada inovasi dan kolaborasi triple helix.
“Inisiatif ini harus didorong oleh industri yang nyata, seperti PT Pos Indonesia, untuk menangani 80.300 titik Koperasi Merah Putih yang ada di seluruh negeri,”ungkapnya.
Budi Jatmiko menambahkan, dengan adanya organisasi baru yang notabene sayap organisasi Aptisi juga bisa diperkuat oleh pimpinan perguruan tinggi.
“Jadi nanti MoU dengan perguruan tinggi daerah dan PT Pos mendorong lebih luas lagi (dampaknya) sehingga bisa praktik langsung atau magang di PT Pos, diharapkan mahasiswa tidak ngayal-ngayal lagi, tapi langsung praktik,” jelasnya.
Baca Juga: Raker XXI-2024, Universitas Raharja Optimis Angkat Kejayaan Kampus
Dalam acara tersebut juga dilakukan penandatanganan MoU antara APTMRI dengan PT Pos Indonesia. (made)
























