SATELITNEWS.COM, SERANG–Polda Banten menggelar patroli skala besra untuk memulihkan kondisi keamanan di wilayah hukumnya. Berbagai obyek vital nasional seperti stasiun kereta hingga terminal mendapatkan perhatian khusus.
Patroli skala besar dilakukan sejak Senin (1/9/2025) hingga Selasa (2/9/2025). Aparat kepolisian disebar ke sejumlah lokasi yang ditengarai bisa menjadi sasaran tindak anarkis atau lokasi yang dinilai menjadi jalan atau sarana berkumpulnya sekelompok orang.
Bahkan, di beberapa titik transportasi sejumlah polisi sengaja ditempatkan untuk menghalau massa berkumpul, mulai dari Stasiun Kereta Api hingga ke terminal-terminal angkutan. Tujuannya, agar tidak terjadi aksi demonstrasi yang melibatkan pelajar serta beberapa elemen masyarakat karena bisa mengganggu iklim kondusif.
Selain itu, ada beberapa sekolah yang sengaja memulangkan anak didiknya pada hari Senin lalu. Sedangkan pada hari Selasa juga masih ada beberapa sekolah yang menggunakan metode pembelajaran dalam jaringan alias daring.
Pengamanan skala besar itu rencananya akan terus dilakukan sampai situasi panas mereda dan tidak ada lagi tindak anarkis. Oleh karena, banyak pihak yang dirugikan, khususnya masyarakat itu sendiri.
Karoops Polda Banten Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Yofie Girianto Putro mengatakan bahwa sebanyak 170 personel dilibatkan dalam kegiatan patroli gabungan tersebut. Dalam kegiatan, ada beberapa titik yang mendapatkan pengawasan ketat dari aparat kepolisian dan TNI.
Baca Juga: Temuan Jaket Pelampung Dipastikan Bukan dari Kapal Pembawa Rombongan Jurnalis
“Kegiatan yang dimulai pukul 21.00 WIB ini melibatkan 170 personel dari Polri dan TNI kami kerahkan dalam kegiatan ini, patroli dialogis kami lakukan secara menyeluruh di sejumlah titik seperti KP3B, Alun-Alun Kota Serang, dan Stadion Maulana Yusuf Ciceri,” katanya.
Selanjutnya, Karoops Polda Banten menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi TNI dan Polri dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat. Terlebih, kata dia, saat ini kondisi disemua wilayah masih memanas karena persoalan yang sudah ramai di ranah publik.
“Kami hadir untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Patroli ini dilakukan dengan pendekatan humanis, persuasif, dan tetap mengedepankan sikap santun dalam melayani masyarakat,” katanya.
“Kami ingin masyarakat merasa nyaman dan terlindungi. Tugas kami tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” sambungnya.
Kapolda Banten Brigadir Jenderal Polisi (Brigjenpol) Hengky mengajak kepada semua lapisan masyarakat agar bisa terus menjaga kondusifitas wilayah dan tidak mudah terprovokasi oleh segelintir orang, bahkan sampai melakukan aksi anarkis. Tindakan itu, kata dia, akan merugikan banyak pihak, terutama masyarakat.
“Kita akan terus melayani semua unsur masyarakat, khususnya dalam menjaga kondusifitas wilayah. Maka dari itu, semua masyarakat diharapkan bisa terus menjaga kondusifitas dan tidak mudah terprovokasi dan melakukan tindakan yang merugikan,” katanya. (adib)
Baca Juga: Mahasiswa UIN Jakarta Demo, Desak Dugaan Korupsi Diusut
























