SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Jagat media sosial pada Kamis (4/9/2025) dihebohkan oleh sebuah rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi penipuan di sebuah toko sembako di Kota Tangerang. Seorang pria berbadan gempal, yang mengaku sebagai anggota kepolisian, tertangkap kamera sedang membeli rokok dalam jumlah besar namun pergi tanpa membayar. Aksi serupa ternyata sudah berulang kali terjadi di sejumlah warung kecil dan toko kelontong di wilayah Tangerang dan sekitarnya.
Kasus ini pertama kali mencuat ketika akun Instagram dan TikTok bernama kekeh membagikan pengalaman ibunya yang menjadi korban. Dalam unggahan tersebut, dijelaskan secara detail bagaimana pria yang sama mendatangi toko kelontong pada Rabu, 23 Juli 2025, sekitar pukul 13.00 WIB.
“Orang itu datang naik motor Honda BEAT hitam dengan pelat B 4751 UKC. Dia langsung pesan rokok Gudang Garam Filter 4 slop dan Gudang Garam Mild 3 slop. Totalnya hampir juta rupiah (harganya),” tutur kekeh ketika berhasil dihubungi oleh wartawan SatelitNews.Com.
Namun, setelah barang diserahkan, pelaku justru tidak membayar tunai. Ia hanya memberikan sebuah kartu ATM sambil berkata, ‘Saya tidak bawa uang cash, saya buru-buru ada acara. Saya polisi. Masa enci tidak percaya. Itu ATM saya pegang saja, nanti saya balik lagi,”jelasnya menirukan pelaku.
Sang ibu, yang menjaga toko saat itu, sempat menolak karena hanya menerima pembayaran tunai. Akan tetapi, pelaku bersikap emosi, kemudian meninggalkan kartu ATM tersebut dan pergi membawa rokok. Ia tak pernah kembali hingga kini.
“Kami ikhlaskan uangnya. Tapi jangan sampai orang ini terus bebas menipu warung kecil. Kasihan pedagang lain,” ungkap kekeh, berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporan.
Baca Juga: Ditipu Teman Dekat, Arda dan Tantri Kotak Masih Kumpulkan Bukti-bukti
Belakangan terungkap bahwa pelaku dengan ciri-ciri serupa telah beraksi di berbagai tempat. Salah satu korban lain, Achonk, pemilik toko kelontong di Tangerang, mengaku pernah mengalami kejadian serupa pada 29 Mei 2025 pukul 15.20 WIB.
“Dia datang ke toko saya, ngakunya dari Koramil. Mau beli rokok, katanya buat acara ulang tahun Koramil. Dia bilang punya uang Rp300 ribu, sisanya nanti ambil dulu. Sambil nenteng barang, langsung ditaruh di motor, eh kabur,” ungkap Achonk.
Menurutnya, peristiwa itu sudah dilaporkan ke pihak kepolisian dengan melampirkan rekaman CCTV dan keterangan saksi. “Saya sudah di-BAP, istri dan karyawan saya juga sudah dimintai keterangan.
SP2HP pertama sudah keluar, sekarang SP2HP kedua juga sudah selesai. Tapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjut. Padahal jelas-jelas orang ini sudah sering menipu dengan modus yang sama,” keluhnya.
Dari berbagai laporan yang beredar di media sosial, pelaku memiliki ciri fisik berbadan besar dan tambun. Ia kerap menggunakan motor Honda Beat berwarna hitam dengan nomor polisi B 4751 UKC. Wajahnya pun terekam jelas di sejumlah kamera CCTV toko korban.
“Fotonya ada semua. Perawakannya jelas. Modusnya selalu sama, ngaku aparat, entah polisi atau tentara, biar dipercaya. Kalau tidak segera ditindak, pasti akan ada korban lagi,” tambah Achonk.
Para korban mendesak agar pihak berwenang bertindak tegas, tidak hanya sebatas menerima laporan. Mereka menilai kerugian nominal yang relatif kecil kerap membuat kasus seperti ini tidak ditangani serius.
Baca Juga: Terlibat Kasus Penipuan, Oknum ASN Pemkab Pandeglang Dipolisikan
“Pihak yang berwenang jangan hanya jadi tenaga administratif. Jangan hanya menerima laporan dan SP2HP saja. Harus ada tindakan nyata. Walaupun nilai kerugian cuma Rp3 juta, ini soal ketegasan hukum. Kalau dibiarkan, dia akan terus lakukan ini ke tempat lain dan akhirnya benar kejadian ini terjadi lagi di tempat lain” tegas Achonk.
Unggahan viral di media sosial membuat kasus ini mendapat perhatian luas dari warganet. Banyak komentar menyebutkan bahwa mereka atau kerabatnya juga pernah mengalami hal serupa. Fenomena ini menambah keresahan para pedagang kecil yang menjadi target empuk pelaku.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian setempat belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penanganan kasus tersebut. Warga berharap dengan ramainya kasus ini di media sosial, aparat dapat segera menindaklanjuti dan menangkap pelaku agar tidak ada lagi korban.
“Ini bukan sekadar soal rokok atau uang tiga juta. Ini soal rasa aman pedagang kecil yang setiap hari bekerja keras. Jangan biarkan penipu dengan modus polisi gadungan bebas berkeliaran,” ujar kekeh menutup keterangannya. (mg01)
























