SATELITNEWS.COM, LEBAK—Program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Lebak beberapa hari terakhir menuai keluhan dari sejumlah sekolah lantaran menu yang disuguhkan diduga sudah basi. Anggota DPRD Lebak Kartika Sari pun mengkritik peristiwa itu.
Program MGB yang sudah berjalan sepekan terakhir di Bumi Multatuli sejatinya diharapkan dapat meningkatkan kualitas gizi anak sekolah. Namun program yang digagas Presiden Subianto itu tidak boleh dilakukan secara asal-asalan.
Tika meminta penyelenggara program lebih ketat dalam menjaga kualitas dan kebersihan makanan. Ia menekankan pentingnya dapur MBG yang steril untuk mencegah risiko keracunan, seperti kasus yang pernah terjadi di daerah lain.
“Program MBG ini sangat baik untuk meningkatkan gizi anak sekolah. Tapi kalau kualitas makanan tidak dijaga, justru berbahaya bagi kesehatan anak-anak. Dapur harus benar-benar steril dan higienis,” kata Tika, Minggu (7/9/2025).
Politisi PDI Perjuangan gusar setelah mendapati laporan jika makanan dalam program MBG ditemukan dalam kondisi basi dan tak layak konsumsi yang ditemukan di sejumlah sekolah dasar (SD) dan madrasah tsanawiyah (MTs) di Kecamatan Cibadak. Dirinya meminta, dinas terkait harus segera turun tangan mengevaluasi penyedia makanan.
“Langkah cepat ini penting agar insiden serupa tidak kembali terjadi. Lebih dari itu, tujuan utama program yakni meningkatkan gizi dan kesehatan peserta didik harus benar-benar diwujudkan, bukan sekadar janji di atas kertas,” sindir Tika.
Baca Juga: Satgas MBG Lebak Minta BGN Libatkan Daerah dalam Penentuan SPPG
Sebelumnya, menu makanan berupa sayur dan tempe diduga sudah basi dan berasa pahit, sehingga siswa-siswi enggan menyantapnya. Paket MBG pun terpaksa dibuang. Agung Amin Firdaus, Wakil Kepala MTs Mathlaul Anwar Baros, Kecamatan Cibadak, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan program MBG di sekolahnya baru berjalan dua hari. “Hari pertama menunya nasi, sayuran, tempe, telur, dan buah-buahan. Tapi pada hari berikutnya, ada sayur dan tempe yang sudah basi, sehingga anak-anak tidak bisa makan,” imbuhnya. (mulyana)
























