SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Arsenal ditahan Manchester City 1-1 dalam lanjutan Liga Inggris musim ini. Gol telat Gabriel Martinelli menyelamatkan The Gunners dari kekalahan.
Bermain di Stadion Emirates, Minggu (21/9/2025), tuan rumah tertinggal lebih dulu melalui Erling Haaland di menit ke-9, namun berhasil menggagalkan kemenangan City melalui tembakan Martinelli di menit 90+2.
Dengan hasil ini, Arsenal duduk di peringkat dua klasemen sementara dengan 10 poin, tertinggal lima poin dari Liverpool yang berada di puncak klasemen. Sedangkan City berada di urutan sembilan dengan 7 poin.
Sepanjang laga, City terlihat kesulitan membangun serangan. Mereka kalah penguasaan bola dari Arsenal, yang memainkan tiga gelandang dan empat bek di laga itu.
City praktis cuma bisa mengandalkan serangan balik, usai hampir ditekan Arsenal sepanjang laga. Sebab, pegang bola pun susah dilakukan The Citizens.
Opta mencatat, Manchester City cuma memegang bola hampir 33 persen di laga itu. Tepatnya cuma 32,8 persen, berbanding terbalik dengan Arsenal yang mencapai 67,2 persen. City bak cuma nonton Arsenal bermain di laga ini.
Dari penguasaan bola itu, City cuma melepaskan 5 shots, dengan 3 yang on target. Sementara Arsenal punya 12 tembakan, dan cuma 3 yang tepat ke gawang.
Penguasaan bola itu menjadi anomali bagi Pep Guardiola, yang dikenal selalu mengandalkan possession ball gila-gilaan pada timnya. Catatan 32 persen penguasaan bola itu menjadi yang paling rendah, dari total 601 laga yang dipimpin manajer asal Spanyol itu.
Pada 2023, City juga pernah dipaksa bermain dengan jarang memegang bola. Lagi-lagi lawannya Arsenal, usai City cuma menguasai bola 36,5 persen, meski saat itu menang 3-1.
Manajer Arsenal Mikel Arteta menyayangkan kegagalan timnya mengalahkan Manchester City. Sebab The Gunners unggul segala-galanya dari The Citizens.
Hasil yang disesali betul oleh Arteta karena Arsenal tampil dominan dengan 67 persen penguasaan bola. Bahkan ada total 12 attempts dibuat, tiga di antaranya mengarah ke gawang.
Sayangnya, hanya dua peluang yang bisa dikategorikan big chances di laga tersebut. “Setidaknya saya bisa bangga dengan para pemain saya, dengan cara kami bermain, dengan cara kami mendominasi hampir di seluruh aspek sepanjang laga. Kami kecewa sekali gagal menang,” ujar Arteta seperti dikutip BBC Sport.
“Peluang City itu cuma dari korner, lalu lainnya serangan balik dan sisanya cuma-cuma dari kami. Itu saja. Salut untuk para pemain yang bisa menahan City sampai seperti itu.”
“Kami bermain lebih baik ketimbang saat mengalahkan mereka musim lalu. Jauh lebih baik,” demikian dia.
Manajer Manchester City Pep Guardiola disorot karena malah main bertahan kala bertemu Arsenal. Guardiola melakukan ini karena terpaksa.
“Kami tidak mau seperti ini memang (bermain dengan lima bek), tapi ketika lawan lebih baik, maka kami bertahan lebih dalam dan melakukan serangan balik. Tapi, itu bukan mau kami sebenarnya,” ujar Guardiola di The Athletic.
“Saya lebih suka tidak melakukannya, tapi Anda harus melakukannya di level seperti ini. Saya terima satu poin ini dan kami memang harus beradaptasi di beberapa laga.” (dm)