Minggu, 17 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Home Nasional

KPA dan Organisasi Tani Desak DPR & Presiden Jalankan Reforma Agraria

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Rabu, 24 Sep 2025 17:11 WIB
Rubrik Nasional
KPA dan Organisasi Tani Desak DPR & Presiden Jalankan Reforma Agraria

Sekjen KPA Dewi Kartika menyerahkan dokumen Lokasi Prioritas Reforma Agraria kepada Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad didampingi Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (24/9/2025). (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA–Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mendesak DPR segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) Reforma Agraria untuk mengevaluasi kinerja pemerintah di bidang agraria. Selain itu, pemerintah dan DPR juga diminta untuk secepatnya menjalankan reformasi agraria.

“Konflik agraria dan reforma agraria ini tidak bisa diletakkan pada satu kementerian saja. Lintas kementerian, jadi lintas komisi juga di DPR RI,” kata Sekretaris Jenderal KPA, Dewi Kartika, dalam aksi unjuk rasa Hari Tani di depan Patung Tani, Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2025).

KPA juga menyoroti lambannya Rancangan Undang-Undang (RUU) Reforma Agraria yang belum masuk daftar panjang Program Legislasi Nasional (Prolegnas). Sebaliknya, DPR memasukkan Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) untuk direvisi.

“Dengan masuknya upaya segelintir elite politik dan bisnis mendorong revisi UUPA, ini menandakan orientasi ekonomi politik kita akan makin diarahkan pada ekonomi kapitalistik. Sementara hak-hak nelayan, buruh tani, dan penggarap tanah terancam,” ujar Dewi.

Sebagai simbol peringatan darurat agraria, KPA membawa 65 kentongan. “Ini tanda alarm bagi pemerintah dan DPR,” tutur Dewi.

Setelah aksi, KPA dan sejumlah organisasi tani diterima audiensi oleh DPR RI. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Cucun Ahmad Syamsurijal, dan Saan Mustopa, serta Ketua Komisi IV Titiek Soeharto hadir.

BeritaTerbaru

370930

Geruduk DPRD Kabupaten Tangerang, Warga Tolak Kenaikan BBM Non Subsidi

Jumat, 8 Mei 2026 12:59 WIB
jamaah haji indonesia fase kedua tiba

12 Jamaah Haji Indonesia Wafat

Jumat, 8 Mei 2026 12:53 WIB
Cek Kesehatan Gratis Jangkau 100 Juta Orang, Temuan Anak Mencuat

Cek Kesehatan Gratis Jangkau 100 Juta Orang, Temuan Anak Mencuat

Rabu, 6 Mei 2026 17:34 WIB
Pemulihan Pascabencana Sumatera, Dana Rp10,65 Triliun Tuntas Disalurkan

Pemulihan Pascabencana Sumatera, Dana Rp10,65 Triliun Tuntas Disalurkan

Rabu, 6 Mei 2026 17:31 WIB

Audiensi juga dihadiri Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Desa Yandri Susanto, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Plt Menteri BUMN Dony Oskaria, dan Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari.

Dalam audiensi, Dewi memaparkan berbagai data konflik lahan dan kekerasan yang menimpa petani. “Para petani dan nelayan mampu berdaulat dengan menciptakan lumbung pangan, tetapi tanahnya tidak kunjung diakui. Bahkan, ada juga petani dan nelayan yang kehilangan tanahnya maupun aksesnya ke laut. Presiden dan DPR RI harus menjalankan reforma agraria sejati sekarang juga,” kata Dewi.

Ia menambahkan, beberapa waktu lalu marak aksi demonstrasi di berbagai daerah, termasuk aksi penjarahan rumah pejabat. Namun yang luput dari sorotan adalah penjarahan tanah rakyat dan kekayaan pedesaan.

“Konsesi-konsesi itu terus berdiri, bahkan puluhan tahun. Serikat-serikat tani ini sebenarnya bukan baru, karena sejak Orde Baru sudah menguasai tanah, sudah menjadi kampung, menjadi desa definitif, tapi tidak kunjung dimerdekakan,” ujar Dewi.

KPA juga menegaskan bahwa konflik agraria di Indonesia tidak seharusnya ditangani oleh aparat bersenjata. “Kalau bisa, Pak Pimpinan DPR, kalau ada konflik agraria atau masyarakat mempertahankan tanahnya, yang diturunkan jangan Polisi dan TNI. Yang diturunkan itu adalah para menteri, perwakilan dari kementerian dan lembaga,” ujar Dewi.

Menurut Dewi, pelibatan aparat keamanan justru memperbesar potensi gesekan dan intimidasi terhadap petani, nelayan, dan perempuan di pedesaan. Ia menekankan pentingnya pendekatan sipil dan kebijakan, bukan pendekatan legalistik dan represif. “Petani, nelayan, perempuan di pedesaan itu tidak lagi dengan polisi dan TNI. Pendekatannya jangan legalistik,” tegasnya.

Berdasarkan laporan KPA tahun 2024, terdapat lebih dari 200 kasus konflik agraria yang melibatkan aparat keamanan, dengan warga berhadapan langsung dengan TNI atau Polri.

KPA juga mendesak pemerintah dan DPR untuk segera membentuk lembaga khusus yang bertugas menjalankan reforma agraria secara ad hoc dan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai kementerian dan lembaga yang ada saat ini belum mampu menyelesaikan konflik agraria yang bersifat lintas sektoral.

Secara khusus, Dewi menyemprot Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Ia menyebut, 9.000 hektar lahan pertanian di Cilacap merupakan lumbung pangan nasional, tetapi diklaim sebagai kawasan hutan. “Kenapa tanah-tanah pertanian produktif yang dikerjakan kaum tani tidak kunjung dibebaskan dari klaim-klaim kawasan hutan?”

Dewi juga menyoroti Menteri ATR/BPN Nusron Wahid karena tidak memproses data KPA terkait konflik pertanahan yang sudah berkali-kali diserahkan. “Jadi ada problem, data-data kami itu ditumpuk, diarsipkan, tapi tidak dikerjakan,” kata Dewi.

Audiensi diakhiri dengan pembacaan sejumlah kesimpulan oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Intinya, mereka menerima sejumlah usulan yang disuarakan dalam pertemua,

Pertama, DPR akan mendorong pemerintah untuk percepatan kebijakan satu peta dan merapikan desain data ruang di wilayah dan kesatuan Republik Indonesia.

“Kedua, DPR mendorong pemerintah untuk membentuk badan pelaksanaan reformasi agraria,” kata Dasco. Poin ketiga, DPR akan membentuk panitia khusus (Pansus) penyelesaian konflik agraria yang akan disahkan pada akhir penutupan Paripurna Sidang DPR RI pada 2 Oktober 2025. (rmg/san)

Tags: Konsorsium Pembaruan AgrariaKPAReformas Agraria
ShareTweetKirimShareShareKirim

Berita Terkait

Pendapatan Negara Rp574,9 Triliun, Defisit APBN di Bawah 1 Persen
Bisnis

Pendapatan Negara Rp574,9 Triliun, Defisit APBN di Bawah 1 Persen

Selasa, 5 Mei 2026 21:13 WIB
Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pengangguran 7,24 Juta Orang
Bisnis

Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pengangguran 7,24 Juta Orang

Selasa, 5 Mei 2026 21:11 WIB
Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus
Bisnis

Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus

Senin, 4 Mei 2026 16:07 WIB
Dua Eks Petinggi Pertamina Bersalah Dalam Kasus LNG
Nasional

Dua Eks Petinggi Pertamina Bersalah Dalam Kasus LNG

Senin, 4 Mei 2026 16:03 WIB
Tujuh Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci
Nasional

Tujuh Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci

Minggu, 3 Mei 2026 18:47 WIB
Pemerintah Beri Sinyal Kenaikan Harga BBM RON 92
Bisnis

Pemerintah Beri Sinyal Kenaikan Harga BBM RON 92

Minggu, 3 Mei 2026 18:45 WIB
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

433 Anggota PMR Kota Tangerang Ikuti Sarasehan 2026

433 Anggota PMR Kota Tangerang Ikuti Sarasehan 2026

Minggu, 10 Mei 2026 17:07 WIB
IMG_20260513_125123

Sediakan 2.000 Paket, Pemkab Tangerang Gelar Gerakan Pangan Murah

Rabu, 13 Mei 2026 12:54 WIB
IMG_20260516_145243

Panen Jagung, Polri Dukung Upaya Penguatan Ketahanan Pangan

Sabtu, 16 Mei 2026 15:12 WIB
Kepala DPMPTSP Kabupaten Pandeglang, Ahmad Mursidi, jadi tersangka dalam kasus laka lantas maut di SDN Sukaratu 5, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang. (ISTIMEWA)

Kepala DPMPTSP Pandeglang Jadi Tersangka Kasus Laka Lantas SDN Sukaratu 5 Majasari

Selasa, 12 Mei 2026 18:25 WIB
90 Guru di Kabupaten Tangerang Kini Siap Integrasikan AI ke Ruang Kelas

90 Guru di Kabupaten Tangerang Kini Siap Integrasikan AI ke Ruang Kelas

Kamis, 14 Mei 2026 09:26 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.