SATELITNEWS.COM, SERANG – Polda Banten, baru bisa merealisasikan penanaman jagung serentak dilahan seluas 1.772,14 hektare. Padahal, lahan yang sudah tersedia di semua wilayah Polda Banten sekira 3.388,2 hektare.
Selain itu, Polda Banten juga belum bisa mengoptimalkan target yang diberikan Mabes Polri terkait program tersebut. Seharusnya, Polda Banten sudah bisa melakukan penanaman jagung dilahan seluas 2.500 hektare, atau masih kurang 700 haktare lebih.
Kapolda Banten Inspektur Jenderal Polisi (Irjenpol) Hengki mengakui, pihaknya mendapatkan target penanaman jagung dilahan seluaas 2.500 hektare. Sebetulnya, kata dia, diwilayah hukum Polda Banten telah tersedia lahan seluas 3.388,2 hektare. Namun, pihaknya baru bisa melakukan penanaman dilahan seluas 1.772,14 hektare, atau baru sekira 49,73 hektare yang tergarap.
“Lahan yang tergarap itu, terbagi di tiga kuartal. Dimana kuartal pertama penanaman dilakukan dilahan seluas 260,07 hektare, kuartal kedua dilHN seluas 384,83 hektare, dan kuartal ketiga dilahan seluas 1.127,24 hektare,” katanya, Sabtu (27/9/2025).
Dia mengatakan, hasil panen jagung hingga kuartal II tahun ini mencapai 2.442,41 ton, dan seluruh hasil panen kuartal III serta seterusnya wajib diserap oleh Perum Bulog dengan target minimal 2.000 ton.
Pada panen jagung serentak kuartal ketiga, kata dia, salah satunya dilahan seluas 9,17 hektare di Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang dengan hasil panen sekira 54 tol. Jumlah itu belum dihitung dengan daerah lain di Provinsi Banten.
Baca Juga: Kasus ISPA Capai 4.500, Pemprov Banten Perpanjang PJJ
Kegiatan itu, kata dia, merupakan bagian dari menjaga ketahanan pangan sebagai salah satu sektor strategis yang harus mendapat perhatian bersama.
“Sebagai bagian dari tugas dan tanggung jawab Polri, Polda Banten berkomitmen tidak hanya menjaga stabilitas kamtibmas, tetapi juga aktif mendukung pembangunan nasional, termasuk sektor pangan,” tambahnya.
“Melalui program peduli ketahanan pangan, kami berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, BPS, Bulog, dan kelompok tani dalam mendorong produktivitas pertanian, khususnya komoditas jagung yang merupakan kebutuhan strategis nasional,” timpalnya.
Menurut Hengki, keberhasilan program ketahanan pangan ini tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak. Oleh karena itu, dia berharap seluruh pihak terkait mulai dari pemerintah daerah, dinas pertanian, Bulog, maupun jajaran Polri, bisa serius mengawal proses pasca panen, mulai dari pengeringan, penyimpanan, hingga distribusi agar hasil produksi dapat terserap secara optimal.
“Kami juga berterima kasih dan mengapresiasi seluruh jajaran pemerintah, para petani, mitra kerja, serta masyarakat yang telah berperan aktif menyukseskan program ketahanan pangan ini. Mari kita terus menjaga semangat kolaborasi dan gotong royong demi mewujudkan ketahanan pangan yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan di Provinsi Banten,” tuturnya.
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan, Pemprov Banten akan terus memberikan dikungan terhadap kegiatan tersebut. Oleh karena, menjadi bagian dari program kerja Pemerintah Pusat, sehingga Pemprov Banten harus bisa mengawal agar program ketahanan pangan dapat berjalan lancar.
Baca Juga: Pengadaan 500 Ribu Perumahan Di Banten Terkendala Lahan
“Iya tentu saja ketahanan pangan ini menjadi perhatian utama kita, karena sejalan dengan program kerja Presiden Prabowo Subianto. Pertanian juga menjadi perhatian utama kita di Banten,” ungkapnya.
Dimyati mengatakan, potensi pertanian di Provinsi Banten sangat menjanjikan karena memiliki lahan yang luas dan sebagian besarnya merupakan lahan produktif. Oleh karena itu, pihaknya juga sudah meluncurkan beberapa program prioritas dalam mendukung ketahanan pangan.
“Kita sendiri sudah melaksanakan program yang mendukung ketahanan pangan, dan tentunya program itu akan terus kita laksanakan agar program ketahanan pangan dan swasembada pangan ini terwujud,” ujarnya.
Selain melakukan panen jagung serentak, Polda Banten juga menyalurkan berbagai bentuk bantuan kepada kelompok tani, seperti bibit sebanyak 50 kilogram, pupuk NPK 250 kilogram, pupuk Urea 200 kilogram, pupuk Bhabin 0,5 ton, obat-obatan pertanian 20 kaleng, serta bantuan sosial sebanyak 50 paket untuk masyarakat.
Kemudian, Polda juga melaksanakan gerakan pangan murah dengan total 10 ton yang disebar melalui jajaran polres di Polresta Tangerang 3 ton, Polresta Serang Kota 1 ton, Polres Cilegon 1 ton, Polres Lebak 1 ton, Polres Pandeglang 1 ton, Polres Serang 3 ton. (adib)
























