SATELITNEWS COM, PANDEGLANG – Hujan deras disertai angin kencang, menimbulkan duka bagi warga Kampung Cidahu Nyomplong, Desa Tanagara, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Minggu (28/9/2025).
Sebuah bangunan majelis taklim di Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadul Mubtadiin, di Kampung Cidahu Nyomplong, Desa Tanagara, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, ambrol akibat tertimpa Tembok Penahan Tanah (TPT).
Diketahui, peristiwa tersebut terjadi usai hujan deras dengan intensitas tinggi disertai angin kencang, mengguyur wilayah tersebut. Kondisi tanah yang labil, membuat TPT ambruk hingga menimpa bangunan majelis taklim di area Pondok Pesantren.
Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang, Rian Sutansyah, membenarkan peristiwa tersebut, yang kejadiannya sekitar pukul 13.26 WIB.
“Terjadi TPT ambruk, yang menyebabkan bangunan majelis taklim jebol,” kata Rian, Minggu (28/9/2025).
Kata Rian, kerusakan akibat insiden itu cukup besar. TPT yang roboh, memiliki ketinggian sekitar 3 meter dengan panjang 12 meter. Ia juga menyebutkan, hujan deras dengan intensitas tinggi menjadi pemicu kejadiannya, ditambah resapan airnya kurang (minim).
Baca Juga: Lestarikan Laut Dan Budaya Melalui Tasyakuran Ruwat Laut Carita 2026
“Tidak ada korban jiwa,” tandasnya.
Rian mengimbau, masyarakat Pandeglang agar tetap waspada dan lebih berhati-hati terhadap potensi bencana di musim hujan.
“Saat ini, intensitas hujan juga masih tinggi. Oleh karenanya, masyarakat harus tetap berhati-hati,” pungkasnya.
Ia menambahkan, BPBDPK Pandeglang telah melakukan monitoring dan assessment di lokasi kejadian.
Seorang warga, Hilman mengatakan, tidak menduga akan terjadi peristiwa itu. Katanya, tidak terdengar tanda – tanda akan ambruknya TPT tersebut.
“Saat hujan deras, kami dan warga di sini sedang di dalam rumah. Enggak nyangka bakal terjadi peristiwa itu, Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa,” pungkasnya.
Baca Juga: Fantastis, Anggaran Revitalisasi Situ Cikedal Mencapai Rp9,7 Miliar
Hingga berita ini diturunkan, para pihak bersama warga setempat, sedang memilah puing-puing bangunan yang ambruk dan masih bisa digunakan.
Untuk sementara, bangunan majelis taklim itu belum dapat digunakan untuk kegiatan, baik pengajian atau kegiatan rutin lainnya. (mardiana)
