SATELITNEWS.COM, TANGSEL-Kasus pencabulan yang melibatkan seorang pedagang tahu bulat di kawasan Community Center Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus bergulir. Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) membuka posko pengaduan untuk menampung laporan masyarakat yang merasa menjadi korban.
Kepala UPTD PPA Tangsel, Tri Purwanto mengatakan pihaknya sudah menemui korban. Dirinya menyebut bahwa kondisi korban saat ditemui cukup kooperatif dan berani memberikan keterangan. Namun, rasa takut masih menyelimuti mereka.
“Korban alhamdulillah kooperatif, aktif memberikan informasi. Kenapa mereka pada ngga mau cerita karena mungkin mereka takut. Anak-anak kan pada ketakutan kalau misalnya di apa-apain gitu,” ujar Tri saat dikonfirmasi, Senin (29/9/2025).
“Masih ada rasa ketakutan. Makanya pelaku udah ketangkep pun mereka masih was-was, takutnya kalau pelakunya udah keluar nanti mencari dia. Intinya ketakutan masih ada untuk anak-anak seumur segitu,” lanjut Tri.
Dirinya melanjutkan, berdasarkan hasil pendalaman pihaknya, kemungkinan besar jumlah korban pencabulan yang dilakukan oleh pelaku lebih dari satu orang.
“Baru gali-gali informasi, memang ada lebih dari satu korban, tapi pas dihubungi tidak mau bikin laporan. Informasi yang kita dapat dari bu RT, istilahnya tuh kejadiannya udah lama, takutnya anaknya malah keinget lagi. Korban kemungkinan lebih banyak tapi bukan warga situ,” jelasnya.
Baca Juga: Polres Tangsel Selidiki Kasus 340 Ribu Dolar Singapura Palsu
Tri pun meminta kepada masyarakat segera melapor apabila didapati korban serupa. “Kita sudah nyaranin ke RT, kalau memang ada lebih dari satu silahkan hubungi kita atau langsung mendatangi kantor kita,” pungkasnya.
Sebelumnya, warga Pamulang Barat digegerkan oleh aksi bejat seorang pedagang tahu bulat yang kedapatan mencabuli anak laki-laki, pada Rabu (24/9/2025) malam. Pelaku yang kerap berkeliling di sekitar Jalan Surya Kencana itu dipergoki warga dalam kondisi mengenakan celana pendek tanpa pakaian dalam.
Pelaku hampir jadi bulan-bulanan massa, namun segera diserahkan ke kepolisian. Dari pemeriksaan handphone pelaku, ditemukan sejumlah video asusila dengan beberapa anak laki-laki sebagai korban.
Kanit PPA Polres Tangsel, Ipda Abdurrochman Ismail menyampaikan, berdasarkan pemeriksaan awal, aksi bejat pelaku AT (32) diduga sudah dilakukan lebih dari 10 kali terhadap satu anak dalam kurun waktu Agustus hingga September 2025. Polres Tangsel pun baru menerima satu laporan resmi atas kasus pelecehan tersebut. (eko)
























