SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, sudah pulih dari cedera dan terbang ke Arab Saudi. Dia bisa comeback membela Garuda di kualifikasi Piala Dunia 2026.
Paes mengalami cedera saat membela klubnya, FC Dallas, pada awal Agustus 2025. Penjaga gawang berusia 27 tahun ini dibekap cedera hamstring.
Cederanya itu membuat Paes absen dalam 7 laga FC Dallas di Liga Utama Amerika Serikat (MLS). Dia juga tak dipanggil ke Timnas Indonesia pada jeda internasional September 2025.
Kondisi Paes kini sudah pulih dan dirinya masuk dalam daftar pemain cadangan FC Dallas saat menang 2-1 atas LA Galaxy, Minggu (5/10/2025). Dia kemudian terbang ke Arab Saudi demi mengikuti Timnas Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 2026.
Beberapa foto dan video di media sosial memperlihatkan Paes sudah tiba di Jeddah, Arab Saudi, pada Senin (6/10). Paes bersama beberapa pemain abroad Timnas Indonesia menyusul skuad Garuda lain yang sudah tiba lebih dulu.
Paes amat antusias menatap comeback dirinya bersama Timnas Indonesia. Terlebih, Garuda akan menghadapi laga penting penentu kelolosan ke Piala Dunia 2026. “Merasa luar biasa, ya. Saya pikir laga ini sudah saya tandai merah di agenda saya,” kata Paes dalam video FC Dallas di X.
“Saya tahu ini sembilan pekan sejak cedera saya, jadi saya berpikir ‘Hei, ini bisa jadi waktu yang pas untuk comeback’,” jelasnya.
Timnas Indonesia dijadwalkan bentrok dengan Arab Saudi pada Kamis (9/10) dini hari WIB. Pasukan Patrick Kluivert bersua Irak tiga hari kemudian.
Hanya juara dari setiap grup yang akan lolos langsung ke Piala Dunia 2026. Sementara tim runner up akan diadu lagi untuk merebut tiket playoff melawan konfederasi negara lain.
Dibanding dua pesaingnya, ranking FIFA Indonesia paling rendah dengan menempati urutan ke-119. Sementara itu, Irak ada di posisi ke-58, Arab Saudi satu tingkat lebih rendah dibandingkan Irak.
Asisten skuad Garuda, Alex Pastoor mengaku mendapat banyak pesan harapan bisa membawa Indonesia ke Piala Dunia 2026. Dia menyebut ambisi itu bisa diwujudkan dengan syarat Indonesia harus fokus penuh. “Kami menerima ratusan pesan di Instagram dari fans yang bermimpi untuk lolos ke Piala Dunia,” kata Pastoor di Voetbalprimeur.
“Itu realistis. Negara yang kami hadapi mempunyai peringkat FIFA dua kali lebih tinggi. Tapi, di saat bersamaan, Indonesia menang dan imbang melawan Arab Saudi dan dalam penyisihan grup yang berbeda sebelum kami ke sana. Itu menunjukkan bahwa hal ini mungkin, asalkan anda bermain sangat terorganisir,” kata dia menambahkan.
Sementara itu, eks penerjemah Shin Tae-yong, Jeong Seok-seo, melakukan analisa pada permainan Arab Saudi. Pria yang akrab dipanggil Jeje itu menyoroti kelemahan Arab Saudi di sisi kiri pertahanan.
Indonesia diminta untuk bermain keras sejak menit awal pertandingan agar bisa mengacaukan ritme permainan Arab Saudi. Setelah melihat pertandingan Arab Saudi melawan Meksiko dan Republik Ceko, Jeje yakin penuh Indonesia mempunyai peluang besar untuk menang.
“Kalau saya analisa, bisa menang 60 persen. Setelah analisa (Arab Saudi) lumayan banyak bolongnya, kelemahannya, yang bisa dimanfaatkan,” kata Jeje di Youtube pribadinya.
Indonesia disebut Jeje harus mau menyerang dan bertahan bersama-sama untuk menang atas Arab Saudi. Di bawah asuhan Shin Tae-yong, Indonesia menang sekali dan sekali imbang saat melawan Arab Saudi. Jeje, yang waktu itu menjadi penerjemah, juga ambil bagian dalam dua laga itu.
“Masalahnya cuma satu, baiklah gelandang kita lari ke belakang, menciptakan peluang emas. Tetapi lebih masalah ketika kehilangan bola. Harus balik cepat, itu yang harus kita latihan. Menyerang oke, tapi harus balik cepat 10 pemain. Kalau tidak, Arab Saudi tidak akan biarkan, pasti bisa kemungkinan kemasukan gol gara-gara itu,” kata Jeje. (dm)