SATELITNEWS.COM, TANGSEL-Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Pilar Saga Ichsan, angkat bicara terkait peristiwa ledakan yang terjadi di Jalan Jombang Raya, Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren, yang terjadi pada Rabu (8/10/2025) malam.
Pilar memastikan bahwa ledakan tersebut bukan berasal dari bahan peledak maupun kebocoran gas, melainkan diduga kuat berasal dari aktivitas pembuatan obat di lokasi kejadian.
“Saya mendapatkan informasi dari Kapolres. Puslabor Mabes Polri sedang melakukan pendalaman, tapi tentu saja itu bukan dari bahan peledak ataupun dari gas. Itu murni dari kemungkinan dari pembuatan obat, karena kalau tidak salah ada pabrik apotek farmasi. Jadi kemungkinan dari situ,” ujarnya, Kamis (9/10).
Pilar mengatakan, Pemerintah Kota Tangsel terus berkoordinasi dengan Polres Tangerang Selatan untuk memastikan penyebab pasti peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil langkah tegas apabila ditemukan adanya pelanggaran, terutama jika kegiatan pembuatan obat dilakukan tanpa izin resmi.
“Gedung IMB harusnya sudah ada izin, nanti coba saya cek terkait PBG. Tapi apakah disitu ada kesalahan terkait SOP, nanti dari Puslabfor. Kalau misalnya ternyata ada kesalahan yang fatal kita lakukan evaluasi penutupan tidak boleh dilakukan lagi kegiatan serupa kalau misalkan ada kesengajaan,” paparnya.
Pilar juga menjelaskan bahwa secara aturan, apotek memang diperbolehkan melakukan peracikan obat, namun berbeda dengan pembuatan obat skala pabrik, yang memerlukan izin khusus dari pemerintah pusat.
“Biasanya kalau farmasi itu mereka ada peracikan obat di masing-masing apotek, tapi kalau pabrik pembuatan obat bukan yah, karena kita tidak punya izin pabrik pembuatan obat. Farmasi diperbolehkan, tapi kalau pabrik pembuatan obat tidak boleh. Ini sedang kita dalami kalau memang disitu terbukti diam-diam buat pabrik obat ya berarti itu menyalahi hukum,” ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, insiden ledakan menggemparkan di kawasan Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pada Rabu (8/10) malam. Operasional di perusahaan PT Natura Nuswantara Nirmala (Nucleus) pun terpantau terhenti total.
Pantauan di lokasi, area sekitar pabrik masih dipasangi garis pembatas serta terpasang seng di sepanjang pagar untuk mengantisipasi bahaya lanjutan. Material bangunan tampak berserakan, sementara beberapa bagian dinding dan atap sudah runtuh akibat ledakan.
Bangunan yang memiliki lebar kurang lebih 6 meter itu nampak rusak berat pada bagian depan. Bahkan, serpihan kaca banyak berserakan hingga ke sebrang jalan. Sementara, jika dilihat dari sisi kanan dan kiri bangunan lantai 4 terdapat kerusakan cukup besar, dimana tembok tersebut jobol hingga runtuh ke bawah. (eko)