Sabtu, 16 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Home Nasional

Dana Pemda Diparkir di Jakarta, Rp234 Triliun Mengendap

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Senin, 20 Okt 2025 18:38 WIB
Rubrik Nasional
Dana Pemda Diparkir di Jakarta, Rp234 Triliun Mengendap

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat Rapat Pengendalian Inflasi Daerah di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (20/10/2025). (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA – Ratusan triliun dana milik pemerintah daerah (pemda) mengendap di perbankan. Ironisnya, sebagian besar dana itu disimpan di bank-bank di Jakarta. Akibatnya, roda ekonomi daerah berjalan lambat karena uang publik tidak berputar di tempat asalnya.

“Hingga akhir September 2025, total dana pemda yang nganggur di bank mencapai Rp234 triliun,” ujar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah 2025 di kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (20/10/2025). “

Purbaya menjelaskan, pemerintah pusat sebenarnya telah menyalurkan dana ke daerah dengan cepat melalui mekanisme transfer ke daerah (TKD). Hingga kuartal III-2025, realisasi TKD sudah mencapai Rp644,9 triliun atau 74,2 persen dari pagu. “Jadi ini bukan soal uangnya tidak ada, tapi soal kecepatan eksekusi,” kata Purbaya.

Realisasi belanja daerah berjalan lambat. Belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) baru mencapai Rp712,8 triliun, atau 51,3 persen dari total pagu Rp1.389 triliun. Angka itu turun 13,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Perputaran ekonomi daerah jadi lebih lambat. Belanja modal hanya Rp58,2 triliun, turun lebih dari 31 persen, padahal itu belanja yang langsung berdampak pada pembangunan dan lapangan kerja,” katanya. Ia menambahkan, belanja barang dan jasa juga turun 10,5 persen, sementara pos lain anjlok hingga 27,5 persen.

Menurutnya, lambatnya serapan anggaran membuat dana daerah justru mengendap di bank, alih-alih menggerakkan ekonomi. Ia menyoroti praktik sejumlah pemda yang menempatkan dana kasnya di bank di ibu kota, bukan di BPD daerah masing-masing.

BeritaTerbaru

Pemulihan Pascabencana Sumatera, Dana Rp10,65 Triliun Tuntas Disalurkan

Pemulihan Pascabencana Sumatera, Dana Rp10,65 Triliun Tuntas Disalurkan

Rabu, 6 Mei 2026 17:31 WIB
Pendapatan Negara Rp574,9 Triliun, Defisit APBN di Bawah 1 Persen

Pendapatan Negara Rp574,9 Triliun, Defisit APBN di Bawah 1 Persen

Selasa, 5 Mei 2026 21:13 WIB
Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pengangguran 7,24 Juta Orang

Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pengangguran 7,24 Juta Orang

Selasa, 5 Mei 2026 21:11 WIB
Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus

Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus

Senin, 4 Mei 2026 16:07 WIB

“Tapi katanya daerahnya menaruhnya di bank pembangunan pusat seperti di Jakarta, Bank Jakarta. Itu kan daerahnya jadi enggak punya uang, bank-nya enggak bisa muter, enggak bisa menyalurkan kredit ke pelaku usaha,” ujarnya.

Jika dana tersebut tetap disimpan di daerah, kata Purbaya, bank lokal akan memiliki ruang lebih besar untuk menyalurkan kredit ke pelaku usaha setempat, sehingga ekonomi lokal bisa tumbuh tanpa harus menunggu proyek pemerintah. “Jangan ditransfer ke pusat lagi uangnya. Kalau bank-nya jelek, dibetulkan. Supaya uangnya betul-betul muter di sana,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar kepala daerah mempercepat realisasi belanja produktif dan tidak menunggu akhir tahun. “Kelola dana pemda di bank secukupnya untuk kebutuhan rutin, tapi jangan biarkan uang tidur. Uang itu harus kerja bantu ekonomi daerah,” ujarnya. Purbaya menambahkan, tata kelola dan integritas harus dijaga karena menyangkut kepercayaan publik dan investor. “Sekali hilang, membangunnya butuh waktu lama,” katanya.

Senada dengan Purbaya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian juga menyoroti besarnya dana pemda yang belum terserap. Berdasarkan data awal Bank Indonesia (BI), jumlah simpanan kas pemerintah daerah mencapai Rp233 triliun, terdiri dari simpanan pemerintah kabupaten Rp134,2 triliun, pemerintah provinsi Rp60,2 triliun, dan pemerintah kota Rp39,5 triliun.

Menurut Tito, masih tingginya dana mengendap disebabkan berbagai faktor. Antara lain, efisiensi anggaran sesuai Instruksi Presiden (Inpres) No. 1 Tahun 2025, penyesuaian program kepala daerah baru, kendala administratif, adaptasi terhadap sistem e-Katalog terbaru, hingga keterlambatan penyaluran dana alokasi khusus (DAK). Selain itu, sejumlah daerah juga terkendala pengadaan tanah yang berbarengan dengan pekerjaan fisik serta pembayaran utang iuran BPJS.

Ia menyoroti daerah dengan pendapatan besar tetapi lambat membelanjakan anggaran. Tito menyebut Kemendagri akan memanggil kepala daerah dengan saldo kas tinggi untuk dimintai klarifikasi dan solusi percepatan belanja. “Jadi kecepatan para pencari uangnya tinggi, sementara dinas pelaksananya lambat mengeksekusi,” ujarnya.

Kedua menteri sepakat bahwa uang daerah seharusnya “bekerja” di daerah, bukan mengendap di perbankan pusat. Pemerintah ingin memastikan dana publik benar-benar menggerakkan roda ekonomi. “Jangan kelola uang pemerintah untuk mencari bunga. Pemerintah bukan pemain deposito,” tegas Purbaya.

Daerah dengan Simpanan Kas Terbesar di Bank (per September 2025): Provinsi DKI Jakarta – Rp14,68 triliun, Provinsi Jawa Timur – Rp6,84 triliun, Kota Banjarbaru – Rp5,17 triliun, Provinsi Kalimantan Utara – Rp4,71 triliun, Provinsi Jawa Barat – Rp4,17 triliun, Kabupaten Bojonegoro – Rp3,61 triliun.

Kemudian, Kabupaten Kutai Barat – Rp3,21 triliun, Provinsi Sumatera Utara – Rp3,11 triliun, Kabupaten Kepulauan Talaud – Rp2,62 triliun, Kabupaten Mimika – Rp2,49 triliun, Kabupaten Badung – Rp2,27 triliun, Kabupaten Tanah Bumbu – Rp2,11 triliun, Provinsi Bangka Belitung – Rp2,10 triliun, Provinsi Jawa Tengah – Rp1,99 triliun dan Kabupaten Balangan – Rp1,86 triliun.

Jika tren ini berlanjut, para ekonom memperingatkan bahwa dana publik yang mengendap bisa menjadi paradoks pembangunan. Bukan karena daerah kekurangan uang, melainkan karena uangnya tak bergerak. Dalam situasi ekonomi yang membutuhkan stimulus lokal, uang “tidur” berarti pembangunan pun ikut tertidur. (rmg/san)

Tags: danapemdaperbankan
ShareTweetKirimShareShareKirim

Berita Terkait

Dua Eks Petinggi Pertamina Bersalah Dalam Kasus LNG
Nasional

Dua Eks Petinggi Pertamina Bersalah Dalam Kasus LNG

Senin, 4 Mei 2026 16:03 WIB
Tujuh Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci
Nasional

Tujuh Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci

Minggu, 3 Mei 2026 18:47 WIB
Pemerintah Beri Sinyal Kenaikan Harga BBM RON 92
Bisnis

Pemerintah Beri Sinyal Kenaikan Harga BBM RON 92

Minggu, 3 Mei 2026 18:45 WIB
IMG_20260501_133748
Banten Region

Ogah ke Monas, Ribuan Buruh Banten Pilih Kepung Gedung DPR RI

Jumat, 1 Mei 2026 13:46 WIB
Dua Bus Tabrakan di Jabal Magnet, 10 Jamaah Haji Indonesia Terluka
Nasional

Dua Bus Tabrakan di Jabal Magnet, 10 Jamaah Haji Indonesia Terluka

Rabu, 29 Apr 2026 17:01 WIB
Korban Tewas Tabrakan KA Jadi 16 Orang, 91 Terluka
Nasional

Korban Tewas Tabrakan KA Jadi 16 Orang, 91 Terluka

Rabu, 29 Apr 2026 16:57 WIB
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

IMG_20260510_071910

Banten Luncurkan Sekolah Aman dan Nyaman, Talenta Siswa Disiapkan Mendunia

Minggu, 10 Mei 2026 07:25 WIB
MELAKUKAN RAZIA : Petugas gabungan dari Samsat Kota Serang dan Polresta Serang melakukan razia kendaraan. Dalam razia itu, dua randis Pemprov Banten terjaring razia karena digunakan pada saat jam WFH.(ISTIMEWA/SATELITNEWS.COM)

Melanggar WFH, ASN Pemprov Terjaring Razia Kendaraan

Minggu, 10 Mei 2026 18:12 WIB
Gedung DPRD Kabupaten Pandeglang, tampak dari depan. (ISTIMEWA)

Jelang Purna Bakti Suaedi Kurdiatna, Figur Sekwan Pandeglang Selanjutnya Masih Teka-teki

Minggu, 10 Mei 2026 17:39 WIB
Percepat Pembangunan Huntap Lebakgedong, Rp 6 Miliar Anggaran DPUPR Digeser

Percepat Pembangunan Huntap Lebakgedong, Rp 6 Miliar Anggaran DPUPR Digeser

Minggu, 10 Mei 2026 16:49 WIB
IMG_20260510_094545

Kontes Ikan Mas Koki EGC 2026 Perebutkan Hadiah Rp250 Juta

Minggu, 10 Mei 2026 09:48 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.