SATELITNEWS.COM, LEBAK – Harapan ratusan korban banjir bandang dan longsor di Kecamatan Lebakgedong untuk segera menempati hunian tetap (Huntap) kembali pupus. Rencana pembangunan yang semula dijanjikan dimulai September tahun ini, kembali mundur tanpa kepastian. Alasannya, ada “pengalihan kebijakan” di tingkat Pemerintah Pusat.
Lima tahun sudah, sebanyak 221 kepala keluarga bertahan di hunian sementara (Huntara) dari terpal dan bilik bambu dengan alas tanah merah. Hidup dalam kondisi serba terbatas, mereka menunggu janji yang tak kunjung ditepati.
Padahal, pada September lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak sempat mengumumkan kabar gembira: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan mulai membangun Huntap bagi para penyintas bencana 2020 itu. Namun kenyataan berkata lain — pembangunan batal jalan tahun ini.
“Kita tegaskan bukan batal, hanya diundur. Pembangunan tetap dilaksanakan, tapi bukan tahun ini — kemungkinan tahun 2025,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama, Kamis (30/10/2025).
Febby mengakui, mundurnya proyek disebabkan perubahan kebijakan di Pemerintah Pusat. Tanggung jawab pembangunan yang semula dipegang BNPB, kini dialihkan ke Kementerian Perumahan. “Awalnya BNPB yang akan membangun. Tapi pada rapat kedua, Pemkab Lebak tidak dilibatkan. Tiba-tiba saja, proyek dialihkan ke Kementerian Perumahan. Karena berubah, maka desain rumah, anggaran, dan mekanisme semua harus dirumuskan ulang,” jelasnya.
Soal lahan, Febby memastikan semua sudah siap, termasuk akses jalan dan fasilitas umum yang dibangun oleh Pemprov Banten. “Pembangunan Huntap nanti sepenuhnya tanggung jawab Pemerintah Pusat. Kami di daerah hanya menerima kunci,” katanya.
Baca Juga: Terpeleset Lalu Terseret Arus, Remaja di Lebak Hilang di Sungai
Ia pun meminta warga bersabar, meski penantian mereka sudah terlalu lama. “Kami mohon maaf atas keterlambatan informasi. Kami harap masyarakat tetap bersabar,” tandas Febby.
Sebelumnya, Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, sempat menyampaikan “kabar baik” saat berkunjung ke lokasi Huntara di Desa Banjarsari, Lebakgedong. Ia menjanjikan pembangunan Huntap akan dimulai pertengahan September 2025. Janji yang kini kembali hanya jadi harapan kosong. Kini, setelah lima tahun berlalu sejak bencana besar 2020 itu, warga Lebakgedong masih harus menunggu di bawah atap darurat — di tengah ketidakpastian kebijakan yang terus berpindah tangan. (mulyana)
