SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Liverpool tersingkir dari EFL Cup (Carabao Cup) usai dikalahkan Crystal Palace. Sebuah deja vu dari hasil yang diterima si Merah pada akhir bulan lalu.
Dalam pertandingan di Anfield, Kamis (30/10/2025) dini hari WIB, Liverpool menelan kekalahan dengan skor 0-3 dari Palace yang menjadi tamunya di partai babak keempat Carabao Cup.
Dua gol dari Ismaila Sarr dan Yeremy Pino memastikan langkah tim berjuluk si Elang itu ke babak perempatfinal, sekaligus mendepak Liverpool. Hasil tersebut sekaligus menambah buruk laju si Merah belakangan ini.
Saat ini Liverpool sudah menelan empat kekalahan berturut-turut di Premier League. Akibatnya sang juara bertahan pun masih tercecer di posisi ketujuh papan klasemen Liga Inggris.
Menilik hasil di kompetisi lain, Liverpool bahkan cuma bisa satu kali meraih kemenangan dalam tujuh laga terakhirnya. Satu-satunya kemenangan itu adalah ketika menghantam Eintracht Frankfurt 5-1 pada tanggal 23 Oktober lalu.
Bahkan sebelum kemenangan melawan Frankfurt itu, Liverpool juga sempat menelan kekalahan lain di Liga Champions yakni ketika melawan Galatasaray.
Rentetan buruk Liverpool ini sendiri berawal sedari akhir bulan lalu. Pada tanggal 27 September, laga terakhir Liverpool bulan lalu, skuad Arne Slot kalah 1-2 di markas Crystal Palace.
Hasil dini hari kemarin pun bagaikan deja vu bagi Liverpool. Setelah akhir bulan lalu dikalahkan Palace di Premier League, pada akhir bulan Oktober ini Liverpool kembali menelan kekalahan di tangan si Elang.
Dengan kekalahan ini, Liverpool sudah tak pernah mencatatkan clean sheet. Tepatnya, tim asuhan Arne Slot itu selalu kebobolan dalam 10 pertandingan terakhir.
Liverpool mencatatkan empat kemenangan dan kalah enam kali. Liverpool bisa mencetak 17 gol dalam laga-laga itu, tapi selai kebobolan. Ada sebanyak 18 gol yang bersarang ke gawang Liverpool.
Kemenangan terakhir Liverpool yang disertai dengan catatan clean sheet saat melawan Burnley di Liga Inggris. The Reds menang 1-0 atas Burnley dalam laga yang berlangsung di Turf Moor pada tengah bulan lalu.
Liverpool sudah ditunggu laga berat pada tiga laga mendatang. Aston Villa, Real Madrid, dan Manchester City yang menunggu.
Rentetan kekalahan terus berlanjut, manajer Arne Slot mengeluh skuadnya tidak besar. “Kenyataannya kami tidak punya banyak pilihan. Itulah mengapa kami sedang kalah terus,” ujarnya kepada BBC.
“Jelas dalam beberapa pekan terakhir, kami harus bermain setiap dua hari. Kami membutuhkan sebanyak mungkin pemain yang tersedia. Anda bisa lihat hari ini dari susunan pemain yang harus saya buat. Saya hanya mengistirahatkan pemain yang sebagian besar bermain di pekan lalu,” paparnya.
Liverpool sempat belanja beberapa pemain baru seperti Wirtz dan Ekitike untuk menambah kekuatan di lini serang. Faktanya memang, The Reds tidak banyak berinvestasi di lini belakang.
Arne Slot menutup, membandingkan skuadnya dengan Manchester City dan Chelsea. Kedua klub itu punya kedalaman skuad mumpuni. “Skuad kami tidak sebesar yang dibayangkan orang-orang. Saya lihat
skuad Man City yang tidak diisi para pemain utama, mereka masih bisa menang (di Carabao Cup) begitu pula Chelsea,” tutupnya.
Sementara manajer Palace Oliver Glasner berikan respek ke The Reds walau turunkan bukan skuad terbaik. “Tim itu tetap adalah Liverpool. Mungkin itu bukan tim tim terkuat mereka, tapi itu tim yang bagus,” tegasnya kepada BBC.
“Itu semua keputusan Arne Slot untuk menentukan skuadnya,” sambungnya.
“Joe Gomez sudah pernah main di Timnas Inggris dan menangkan Liga Champions, Endo sudah banyak bermain untuk Timnas Jepang, Mac Allister adalah juara Piala Dunia, Chiesa sudah tampil hebat buat Timnas Italia, Kerkez adalah bek mahal. Mereka semua sudah membuktikan diri,” tutupnya. (dm)