SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Sejumlah warga kini bergantung pada air hasil penyulingan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Air yang disuling dari aliran kali di sekitar Cipeucang itu menjadi penopang kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi hingga mencuci.
Kepala Regu Satuan Tugas Penanganan Bencana BPBD Kota Tangsel, Dian Wiryawan menjelaskan bahwa pihaknya membantu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dengan menyediakan mesin penyulingan dan toren air sementara.
”BPBD hanya membantu DLH melakukan penyulingan air, karena hasil lab DLH, air sulingan dari BPBD sudah bisa digunakan oleh warga untuk kebutuhan mandi dan cuci,” ujar Dian saat dikonfirmasi, Senin (10/11/2025).
Setiap hari, BPBD memproduksi air sulingan dan menampungnya di lima toren berkapasitas total 5.500 liter. Air tersebut kemudian didistribusikan oleh DLH ke warga sekitar Cipeucang.
”Hasil sulingan air ditaruh ke lima toren dan nanti air yg ditoren akan di distribusikan oleh DLH ke warga. Satu toren kapasitas 1.100, jadi 5.500 liter. Karena untuk kebutuhan air minum dan masak DLH sudah mendistribusikan via air Pits,” jelasnya.
Dian meneruskan, lima toren bantuan sementara itu ditempatkan di sekitar jembatan Kali Pesona Serpong RW 8, Kademangan. Dari titik itulah, air bersih diangkut dan disalurkan ke warga terdampak kekeringan.
”Rencananya setiap hari minimal sampai pertengahan Desember atau air warga keluar kembali. Informasi seperti itu ,air keluar tapi setetes atau se ember bisa 20 menit. Saat ini toren ada di jembatan kali Pesona Serpong RW 8 Kademangan. Air yang di toren DLH yang mendistribusikan nya ke warga sekitar Cipeucang,” sabutnya.
Ia menegaskan, bantuan ini bersifat darurat dan sementara, hingga kondisi pasokan air warga kembali stabil. “BPBD hanya membantu perbantuan sementara. Mesin penyulingan dan toren dari BPBD,” pungkasnya. (eko)
Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

















