SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) di Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, diduga tidak tepat sasaran. Buktinya, ada sejumlah warga miskin di wilayah itu tidak mendapatkan bantuan tersebut.
Salah seorang warga Kampung Karet, Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Eli (75), mengaku belum pernah menerima BLT DD. Padahal, dirinya merupakan warga miskin yang seharusnya mendapatkan bantuan tersebut.
“Saya juga bingung, yang lain dapat bantuan BLT DD, saya enggak dapat. Padahal saya bukan orang kaya, buat makan sehari-hari aja sulit,” katanya, Rabu (19/11/2025).
Dia mengaku, selama ini dirinya belum pernah mendapatkan bantuan sosial (Bansos) baik itu Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), BLT DD, maupun bantuan lainnya. Padahal, selama ini dirinya hidup pas-pasan dan kerap kesulitan dalam hal keuangan.
”Penyaluran bantuan BLT DD Desa Teluk, Kecamatan Labuan ini, Pemdes tidak adil dan disinyalir tidak tepat sasaran. Orang yang layak mendapatkan malahan tidak menerima dan sebaliknya, yang mampu justru menerima bantuan tersebut,” ujarnya.
Tokoh Pemuda Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Muhammad Paisal mengatakan, penyaluran BLT DD yang tidak tepat sasaran dapat merugikan masyarakat yang membutuhkan. Kata dia, BLT DD adalah program pemerintah yang bertujuan untuk memberikan bantuan langsung kepada masyarakat desa,
“Program ini disalurkan melalui Dana Desa, dan dikelola oleh Pemerintah Desa, sasarannya adalah untuk keluarga miskin atau tidak mampu yang berdomisili di desa yang sedang tidak menerima bantuan dari pemerintah pusat atau daerah, seperti PKH (Program Keluarga Harapan) atau BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai),” ujar Paisal.
”Sebagai warga yang peduli, saya sering melihat penyaluran BLT DD terkesan hanya sebatas simbolis saja. Padahal, hal ini bertentangan dengan tujuan utama dari bantuan tersebut, yaitu untuk membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan termasuk lansia tersebut,” timpalnya.
Camat Labuan, Kabupaten Pandeglang, Yayat Hidayat, tidak berkomentar banyak mengenai persoalan tersebut.
Baca Juga: Lestarikan Laut Dan Budaya Melalui Tasyakuran Ruwat Laut Carita 2026
Oleh karena, pihaknya akan melakukan klarifikasi terlebih dahulu terkait kebenaran informasi itu.
“Nuhun infona (terima kasih informasinya,red),” singkatnya.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pandeglang, Wawan Setiawan mengatakan, pihaknya baru menerima laporan itu dan menyarankan agar pihak pemerintahan desa melakukan pengecekan terlebih dahulu.
“Coba cek di SIK-NG oleh operator desa pak, kalau belu dapat bantuan, bisa segera usulkan oleh operator desa Teluk,” singkatnya. (adib)
