SATELITNEWS.COM, SERANG – Gubernur Banten Andra Soni, meminta seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana yang akan tegrjadi.
Apalagi, berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, pada beberapa hari ke depan sejumlah wilayah di Provinsi Banten, diprediksi mengalami hujan kategori tinggi sampai sangat tinggi.
Untuk itu, Andra mengimbau kesiapsiagaan bencana penting dilakukan, sebagai bentuk partisipasi aktif dalam melakukan mitigasi bencana hidrometeorologi.
Meski tidak berharap terjadi bencana, akan tetapi pemetaan potensi dan mitigasi risiko bencana dan kesiapsiagaan penanganan bencana perlu dilakukan.
“Kegiatan pada hari ini, menjadi pengingat bagi kita semua untuk bersikap proaktif dalam upaya membangun kewaspadaan dini, mitigasi risiko potensi dan ancaman bencana hidrometeorologi,” kata Andra, saat memimpin Apel Siaga Bencana di Lapangan Apel Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Jl. Syekh Nawawi Albantani, Banjaragung, Cipocok Jaya, Kota Serang, Senin (24/11/2025).
Menurut Andra, sinergi BPBD, TNI, Polri, Relawan Penanggulangan Bencana, bersama-sama stakeholder dan masyarakat diperlukan dalam upaya mitigasi dan penanganan bencana hidrometeorologi.
Baca Juga: Program Magang ke Jepang Minim Peminat, Di Banten Baru 73 Pendaftar
Karena infrastruktur dan suprastruktur penanganan bencana berbasis masyarakat, pada seluruh titik rawan bencana agar dapat dipersiapkan.
“Termasuk upaya mitigasi, peningkatan kapasitas masyarakat, serta penguatan sistem peringatan dini harus terus kita tingkatkan secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Pemda, kata Andra, membutuhkan manajemen krisis penanganan bencana secara terintegrasi dan berkelanjutan, dengan melibatkan partisipasi masyarakat serta seluruh stakeholder, khususnya dalam upaya meningkatkan kapabilitas petugas dan relawan dalam penyelenggaraan tanggap darurat, serta tahapan pemulihan pasca bencana.
Pemprov Banten sendiri, katanya, menyiagakan 450 personel gabungan yang bersiaga dalam menghadapi berbagai potensi bencana hidrometeorologi. Menjelang akhir tahun, kesiapsiagaan personal selalu ditingkatkan, terlebih saat ini fenomena cuaca sedang kurang baik.
Andra menegaskan jika kesiapsiagaan tidak boleh berhenti, mengingat bencana datang tanpa tanda. Ia menyampaikan, seluruh elemen masyarakat memiliki peran penting dalam membangun kewaspadaan.
“Kita tidak berharap bencana datang, tapi kesiapsiagaan harus selalu diutamakan,” ujarnya singkat.
Baca Juga: Pantau PGA GAK di Pasauran, Gubernur Andra Tegaskan Hal Ini
Gubernur Andra, turut memeriksa kesiapan peralatan penanggulangan bencana. Ia menilai peremajaan alat menjadi kebutuhan mendesak, mengingat luas wilayah Banten serta pengalaman bencana besar beberapa tahun lalu.
Andra juga meminta Kepala BPBD Banten, yang juga selaku Sekretaris Daerah Deden Apriandhi Hartawan dan Kepaa Pelaksana BPBD Banten Lutfi Mujahidin, untuk menginventarisasi seluruh peralatan yang sudah tidak optimal untuk segera ditingkatkan kapasitasnya, agar pelayanan kebencanaan dapat berjalan maksimal.
“Kesiapan infrastruktur, sistem peringatan dini, hingga kapasitas masyarakat harus terus diperkuat secara berkelanjutan,” ujarnya lagi.
Andra menyoroti pentingnya mitigasi dan pemetaan risiko, terutama merespons prakiraan BMKG yang menyebutkan adanya potensi hujan intensitas tinggi hingga sangat tinggi di beberapa wilayah Banten.
Kepala Pelaksana BPBD Banten, Lutfi Mujahidin, menyampaikan, apel siaga merupakan instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, sebagai langkah antisipasi meningkatnya kejadian longsor dan banjir di berbagai daerah.
Ia menyebut, ratusan titik rawan bencana tersebar di Banten, terutama potensi longsor di wilayah selatan serta titik banjir, yang dominan di Tangerang Raya dan beberapa wilayah Serang, Lebak, dan Pandeglang.
Seluruh peralatan BPBD telah dikeluarkan, untuk dicek kelayakannya, memastikan kesiapan operasional saat diperlukan.
Lutfi juga mengimbau masyarakat di wilayah rawan, agar menyiapkan diri, termasuk memahami jalur evakuasi, serta mengamankan dokumen penting.
“Ketika bencana datang, kita harus siap,” ujarnya. (luthfi)
























