SATELITNEWS.COM, SERANG – Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang, menerima keluhan dari para pedagang terkait kondisi pasar yang perlu direvitalisasi.
Pasalnya, para pedagang beranggapan retribusi yang dibayarkan tidak seoptimal fasilitas yang ada di pasar.
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Diskoumperindag Kabupaten Serang, Titi Purwitasari, memembenarkan terkait adanya keluhan tersebut. Diakui Titi, kegiatan revitalisasi pasar terakhir memang dilakukan pada tahun 2016-2017 terhadap Pasar Padarincang.
Sedangkan pasar lainnya seperti, Pasar Cikande, Ciomas dan Bojonegara, direvitalisasi pada tahun 2011. Oleh karena itu, pasar – pasar di Kabupaten Serang tersebut sangat membutuhkan perhatian dari Pemerintah.
“Jadi karena kondisi seperti itu (masih banyak pasar belum direvitalisasi,red), menjadikan alasan para pedagang, mereka beranggapan bahwa mereka melakukan pembayaran retribusi tapi fasilitas tidak dioptimalkan oleh Pemda,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).
Titi menuturkan, keberadaan pasar di Kabupaten Serang saat ini semuanya ada sebanyak 12, namun dari jumlah tersebut yang paling mendesak untuk segera dilakukan revitalisasi adalah pasar Bojonegara. Karena kondisi bangunan sudah sangat lapuk dan berkarat.
Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Pasien, Dinkes Kabupaten Serang Siagakan Semua Puskesmas
“Apalagi pasarnya itu dekat posisir, otomatis musim angin dikhwatir akam ada kerusakan atau pos majaure yang dikhawatir untuk pembeli,” pungkasnya.
Disinggung soal anggaran untuk pembangunan atau revitalisasi pasar, yang kondisinya mendesak, Titi mengungkapkan untuk anggaran dari APBD Kabupaten Serang saat ini belum ada.
“Jadi belum ada (anggaran), kudah disampaikan ke dewan, kami juga mengajukan untuk pemeliharaan pemeliharaan kecil,” pungkasnya. (sidik)
























