Kamis, 21 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Home Nasional

Gas Beracun Penyebab 22 Tewas Dalam Kebakaran Gedung Terra Drone

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Kamis, 11 Des 2025 07:16 WIB
Rubrik Nasional
Gas Beracun Penyebab 22 Tewas Dalam Kebakaran Gedung Terra Drone

Jenazah Korban Kebakaran Kantor Terra Drone Petugas mengangkat peti jenazah korban kebakaran kantor Terra Drone di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (10/12/2025). RS Polri Kramat Jati menyerahkan tujuh jasad korban kepada pihak keluarga. Hingga saat ini, sebanyak 10 jenazah telah berhasil diidentifikasi dari total 22 korban tewas dalam peristiwa tersebut. (NG PUTU WAHYU RAMA / RM)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA — Tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Polri mengungkap penyebab utama kematian 22 korban kebakaran Gedung Kantor Terra Drone di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat. Mayoritas korban dipastikan meninggal akibat menghirup asap tebal dan gas beracun karbon monoksida (CO) yang memenuhi ruangan saat api membesar pada Selasa (9/12/2025).

Kepala Biro Kedokteran dan Kesehatan (Karo Dokpol) RS Polri Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan menjelaskan, kesimpulan tersebut diperoleh dari pemeriksaan medis dan forensik. “Penyebab kematian berdasarkan pemeriksaan staf dan para personel spesialis forensik kami mengarah kepada terhirupnya asap dan gas karbon monoksida,” ujar Nyoman dalam konferensi pers, Rabu (10/12/2025).

Karbon monoksida, jelas Nyoman, merupakan gas beracun yang menggantikan peran oksigen dalam tubuh. Dalam kondisi gedung dipenuhi asap, korban mudah mengalami kekurangan oksigen dalam hitungan menit. Gas tersebut diduga berasal dari material bangunan dan barang-barang yang terbakar saat insiden terjadi.

Pemeriksaan laboratorium terhadap sampel darah korban juga menunjukkan tingginya kandungan CO. “Ada pemeriksaan laboratorium sederhana melalui darahnya tadi juga terbukti bahwa itu tinggi kandungan karbon monoksida,” kata dia.

Proses identifikasi turut menghadapi kendala karena banyak jenazah mengalami luka bakar berat hingga merusak sidik jari. “Begitu sidik jarinya melepuh dan kemudian lepas, ini rekan-rekan punya sidik jari kulitnya ini ya, nah itulah kesulitan saat ini (identifikasi),” ujarnya.

Dari 22 korban, sepuluh telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga, sedangkan 12 lainnya masih menunggu rekonsiliasi lanjutan. Salah satu korban merupakan ibu hamil tujuh bulan.

BeritaTerbaru

Rupiah Terus Melemah, Purbaya: Gak Ada Masalah

Rupiah Terus Melemah, Purbaya: Gak Ada Masalah

Senin, 18 Mei 2026 16:34 WIB
Pesawat Tempur Rafale Hingga Rudal Meteor Resmi Diserahkan Kepada TNI-AU

Pesawat Tempur Rafale Hingga Rudal Meteor Resmi Diserahkan Kepada TNI-AU

Senin, 18 Mei 2026 13:32 WIB
Fokus Haji Geser ke Armuzna, Semua Jemaah Reguler Sudah di Makkah

Fokus Haji Geser ke Armuzna, Semua Jemaah Reguler Sudah di Makkah

Minggu, 17 Mei 2026 17:21 WIB
IMG_20260516_181130

Sahroni Minta Polisi Tindak Tegas Begal dengan Tembakan Terukur

Sabtu, 16 Mei 2026 18:16 WIB

Kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 12.43 WIB. Tim pemadam tiba tujuh menit kemudian dan memadamkan api sekitar pukul 14.10 WIB.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, sebagian besar korban ditemukan di lantai 3 hingga 5, sementara karyawan di lantai 6 berhasil menyelamatkan diri melalui rooftop. “Asap naik ke lantai 2, 3, dan seterusnya. Oksigen kurang, sehingga banyak yang meninggal karena lemas di atas,” kata Susatyo.

Polisi juga menyoroti alasan cepatnya penyebaran api dan besarnya jumlah korban. Kantor Terra Drone, menurut Susatyo, berfungsi sebagai tempat servis sekaligus gudang penyimpanan drone. Hingga kini penyidik masih mendata jumlah baterai drone yang tersimpan di gedung tersebut. “Selain tempat service juga ada gudang. Berapa stok baterai yang mungkin baru datang dan sebagainya, nanti hasil lengkapnya akan kami sampaikan,” ujarnya.

Polres Metro Jakarta Pusat telah memeriksa tujuh saksi yang terdiri dari enam karyawan dan satu warga sekitar. Pemeriksaan dilakukan untuk menelusuri kemungkinan adanya unsur kelalaian atau faktor pemicu lain di luar dugaan awal. Polisi juga mendalami kepemilikan gedung serta kepatuhan manajemen terhadap standar keselamatan, mengingat pemilik gedung dan pemilik usaha merupakan dua pihak berbeda.

Pada hari ini perwakilan manajemen PT Terra Drone Indonesia dijadwalkan menjalani pemeriksaan. Penyidik ingin memastikan apakah perusahaan telah menghitung risiko khusus terkait penyimpanan baterai drone dan apakah alat pemadam api ringan (APAR) yang tersedia memadai untuk menghadapi potensi kebakaran baterai.

Selain penyidikan, kepolisian akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Jakarta Pusat untuk mengevaluasi pemberian izin usaha pada gedung tinggi. Menurut Susatyo, perlu ada langkah tegas, termasuk penghentian sementara izin usaha apabila ditemukan pelanggaran prosedur keselamatan. “Jika perlu tindakan sanksi yang tegas untuk kami hentikan sementara, agar tidak terjadi lagi,” katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra mengatakan, gedung yang terbakar adalah pusat servis dan kantor perusahaan tersebut. “Benar (yang terbakar perusahaan drone). (Di gedung itu) enggak produksi, tapi perbaikan dan kantor,” ucap Roby, Rabu (10/12/2025). “Bisa (servis drone). Servisnya memang di sana,” sambungnya.

Ia menjelaskan, Terra Drone adalah perusahaan asal Jepang, tetapi pimpinan Terra Drone di Indonesia merupakan WNI. Identitasnya telah diketahui dan polisi tengah memastikan keberadaannya untuk dimintai keterangan. (rmg/xan)

Tags: gaskebakaranterra drone
ShareTweetKirimShareShareKirim

Berita Terkait

IMG_20260516_141130
Nasional

WNA Diisolasi di RSPI, Pemerintah: Hantavirus Tak Mudah Menular

Sabtu, 16 Mei 2026 14:14 WIB
Target 226 Titik Koperasi Desa Merah Putih di Lebak Tuntas Juli
Nasional

Prabowo Resmikan 1.000 Koperasi Merah Putih Usai Hadiri Peresmian Museum Marsinah

Sabtu, 16 Mei 2026 11:21 WIB
Jaksa Ajukan Tuntutan Maksimal, Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dan Ganti Rugi Rp 5,6 Triliun
Nasional

Jaksa Ajukan Tuntutan Maksimal, Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dan Ganti Rugi Rp 5,6 Triliun

Kamis, 14 Mei 2026 08:19 WIB
Andrie Yunus Tolak Oditur Militer
Nasional

Andrie Yunus Tolak Oditur Militer

Selasa, 12 Mei 2026 20:12 WIB
Temukan Belatung hingga PAL Bermasalah, KSP Sentil Dapur MBG
Nasional

Temukan Belatung hingga PAL Bermasalah, KSP Sentil Dapur MBG

Selasa, 12 Mei 2026 20:09 WIB
Erupsi Gunung Dukono, 3 Pendaki Masih Dicari
Nasional

Erupsi Gunung Dukono, 3 Pendaki Masih Dicari

Sabtu, 9 Mei 2026 07:44 WIB
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

Bupati Serang Ratu Rahmatuzakiyah. (ISTIMEWA)

27 KDMP di Kabupaten Serang Sudah di Bangun, 134 Belum Miliki Lahan

Minggu, 17 Mei 2026 07:59 WIB
Tinggal Tunggu Dua Final

Arsenal Menunggu Dua Partai Final

Selasa, 19 Mei 2026 17:09 WIB
Umat Katolik saat melakukan ziarah di Goa Maria Kanada di Kampung Narimbang Dalam, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Jumat (15/5/2026). (ISTIMEWA)

Di Bukit Sunyi Lebak, Ribuan Umat Katolik Datang Menitipkan Harapan di Goa Maria Kanada

Jumat, 15 Mei 2026 16:39 WIB
Sasar 1.000 Pasangan, Wabup Tangerang: Isbat Nikah Terpadu Jamin Perlindungan Hukum Warga

Sasar 1.000 Pasangan, Wabup Tangerang: Isbat Nikah Terpadu Jamin Perlindungan Hukum Warga

Kamis, 14 Mei 2026 11:45 WIB
RAPAT PARIPURNA - Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pandeglang, tentang Raperda Perubahan PDBM menjadi PDPBM, Rabu (20/5/2026). (MARDIANA/SATELITNEWS.COM)

Bapemperda DPRD Pandeglang Usulkan Perubahan PD PBM Menjadi Perseroda PBM

Rabu, 20 Mei 2026 19:04 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.