SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) menggelar kegiatan Sinergi Percepatan Pengentasan Kemiskinan (SITASKIN) untuk memperkuat koordinasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan. Kegiatan ini dilaksanakan atas arahan Wakil Kepala BP Taskin Iwan Sumule sebagai implementasi Peraturan Presiden Nomor 163 Tahun 2024.
Mengusung tema Dari Sinergi Lahir Solusi, SITASKIN diarahkan untuk meningkatkan efektivitas kerja lintas sektor, memperluas akses masyarakat miskin terhadap bantuan pangan, kesehatan, pendidikan, dan dukungan sosial-ekonomi, sekaligus memperkuat kemandirian melalui kegiatan produktif dan usaha mikro.
BP Taskin mengoordinasikan kolaborasi sejumlah kementerian dan lembaga, antara lain Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Bappenas, Kementerian Pertanian, Kelautan dan Perikanan, Agama, Sosial, Ketenagakerjaan, UMKM, Kesehatan, Kemendukbangga/BKKBN, Pertahanan, ESDM, Koperasi, LAN, BAZNAS, Perum Perhutani, serta Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional.
Berbagai program digulirkan, seperti reaktivasi PBI nonaktif, pendampingan perencanaan pengentasan kemiskinan, Pekarangan Pangan Bergizi, bantuan benih tanaman dan ikan, unggas ayam petelur, KIP Kuliah dan Madrasah, layanan kesehatan gratis, bantuan sanitasi, program vokasi dan pemagangan, hingga santunan lansia tunggal dan dukungan sarana pendidikan.
Sinergi ini dirancang agar intervensi ekonomi dan sosial dari kementerian dan lembaga dapat menjangkau langsung masyarakat miskin dan rentan miskin secara terukur dan tepat sasaran. Iwan Sumule menegaskan, orkestrasi lintas sektor menjadi kunci percepatan pengentasan kemiskinan. “BP Taskin memastikan seluruh kebijakan bergerak dalam satu arah dan benar-benar berdampak bagi masyarakat miskin,” ujarnya di Tigaraksa,Kabupaten Tangerang, Senin (15/12/2025).
Iwan Sumule menambahkan, percepatan penanganan wilayah miskin membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah. “Setiap intervensi harus menjangkau warga yang membutuhkan dan memberi dampak nyata, sesuai amanah Perpres 163/2024,” kata dia.
Kegiatan SITASKIN sejalan dengan agenda prioritas Presiden Prabowo untuk menurunkan angka kemiskinan nasional dari 8,47 persen pada 2025 menjadi 4,5 persen pada 2029. Pemerintah menargetkan penurunan konsisten setiap tahun melalui penguatan program pangan, ekonomi, dan layanan dasar berbasis data dan kolaborasi lintas sektor. (made)