SATELITNEWS. COM, SERANG – Sanggar Seni Wanda Banten, yang berlokasi di Lingkungan Ciolang, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, terus menunjukan kiprahnya di dunia seni budaya.
Bagaimana tidak, sejak didirikan pada 10 Desember tahun 1995 silam, oleh pasangan suami istri Beni Kusnandar dan Wiwin Purwinarti, hingga kini Sanggar Seni Wanda Banten masih tetap eksis.
Ditemui di halaman Pendopo Bupati Serang disela sela kesibukannya, Beni menceritakan, awal mula didirikan sanggar banten berangkat dari keinginan dirinya agar generasi muda di Banten, khususnya di Serang dan sekitarnya tidak melupakan budayanya, tidak melupakan tradisi dan tidak melupakan sejarahnya.
Karena menurut Beni, kalaupun ada pelajaran di sekolah terkait dengan kesenian atau kebudayaan tidak akan maksimal. Sebab mungkin saja latar belakang gurunya bukan dari orang kesenian.
“Nah kalau tidak didampingi atau tidak ada organisasi, kelompok atau lembaga sanggar tentu informasi terkait budaya, sejarah dan tradisi lisan tidak akan lestari sampai ke anak anak generasi muda,” kata Beni, Jumat (19/12/2025).
Beni menuturkan, nama Sanggar Wanda Banten sendiri diambil dari inisial WB atau Wiwin – Beni, sedangkan Wanda merupakan bahasa Sunda yang diartikan gaya, kreasi dan ciri khas, sedangkan Banten diambil dari kata Beni yang mendapatkan sang istri orang Banten.
Kata Beni tepat pada 10 Desember 2025 lalu, Wanda Banten Berusia 30 tahun. Pada saat HUT tersebut, Sanggar Wanda Banten menggelar pementasan Seni Budaya Banten secara meriah, yang di bantu atau difasilitasi biayanya oleh KONI Banten.
Selain membiayai acara, beberapa para pengurus KONI Banten juga turut hadir antar lain Ketua Koni Banten Kombes Pol Agus Rasyid, Edi Irianto, Hamjah, Tatang Warsita, Iyos Rosyandi.
Beni menyampaikan, selama berkiprah 30 tahun Sanggar Wanda Banten telah menciptakan sekitar 60 karya, dimana setiap tahuannya 1 sampai 2 garapan.
Diantaranya yang fenomenal adalah, tarian Duriat Prajurit Kesultanan Banten, Mayang Kedaton, Ringkang Jawari, Luluhung, Bentang Banten dan Ahlan Wasahlan.
Dari sekian banyak tarian yang telah diciptakan oleh dirinya sebagai penata Musik, dan sang istri Wiwin Purwinarti sebagai penata tari, Sanggar Seni Wanda Banten juga telah banyak menorehkan prestasi.
Pertama dari sisi musik pada tahun 2010 – 2011 mendapat juara nasional di Makasar. Kemudian tarinya juga masuk babak final di Makasar dan Surabaya.
Pada tahun 2015 Sanggar Wanda Banten pernah berangkat menjadi duta seni untuk perwakilan Kabupaten Serang dan Banten di Bruney Darussalam, 2016 di Myanmar.
Selanjutnya pada tahun 2017 dirinya dibawa oleh Provinsi ke Belanda sebagai duta seni, tidak hanya itu penari dari Wanda Banten juga pernah mengikuti pertunjukan tarian tradisi Banten di Australia.
Beni mengungkapkan, Sanggar Seni Wanda Banten melakukan pembinaan dari mulai anak TK, SD, SMP, SMA, Kuliah bahkan hingga orang orang sudah berumur.
Sanggar Wanda Banten sendiri tidak hanya mengajari soal tari, tetapi mengajarkan wawasan tentang kebudayaan, pelestarian dan pengembangan budaya yang ada di Banten.
“Jumlah anggota itu yang aktif 60, memang terus bertambah, kalau yang sudah menikah jadi pembina,” tuturnya. (sidik)