SATELITNEWS.COM, SERANG – Pemkot Serang meminta normalisasi aliran Sungai Cibanten, titik Kampung Pamarican, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, bisa segera dilakukan.
Pasalnya, sedimentasi dan Bangunan Liar (Bangli) menyebabkan aliran air di titik itu tidak berjalan dengan baik, sehingga kerap meluap ke pemukiman warga dan menyebabkan banjir.
Walikota Serang Budi Rustandi, saat meninjau lokasi mengatakan, tindakan normalisasi itu harus segera dilakukan karena memang kondisi Sungai CIbanten di kampung tersebut sudah mengalami pendangkalan yang cukup serius, belum lagi banyak berdiri empang-empang illegal di sekitarnya.
“Kemarin pak Gubernur sudah meninjau langsung kondisinya, dan meminta agar dinas terkait untuk membantu Pemkot Serang melakukan Upaya jangka pendek. Sementara untuk jangka panjangnya nanti kita akan koordinasikan dengan pihak Balai,” kata Budi, kemarin.
Menurut Budi, akibat dari pendangkalan dan banyaknya sumbatan itu menyebabkan air yang mengalir di Sungai Cibanten menuju ke Hulu tidak lancar. Ditambah lagi Kampung Pamarican itu merupakan titik menuju hulu Sungai Cibanten.
“Debit air yang masuknya tentu sangat tinggi, karena berasal dari berbagai jalur yang masuk ke Cibanten untuk kemudian mengalir ke Hulunya lepas Pantai,” jelasnya.
Baca Juga: 200 Lebih Pedagang Ramaikan ‘Pasar Jedogan’ di Kawasan Pasar Lama Kota Serang
Kemudian, Budi juga memerintahkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk siaga bencana serta berkoordinasi secara intensif dalam rangka mitigasi bencana sebelum terjadi. Selain itu, Budi juga meminta kepada seluruh masyarakat jangan buang sampah di aliran sungai.
“Pokoknya ini semua bisa terjaga agar tidak banjir, semua warga juga ikut berperan serta dalam rangka untuk menjaga lingkungan kita,” pungkasnya lagi.
Sementara, Gubernur Banten Andra Soni sudah meminta kepada pihak Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) untuk bisa bersama-sama mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi di wilayah Kasemen ini.
“Saya butuh bantuan Bapak, Bapak kan yang ngerti yang teknis. Nanti dengan Pak Walikota kita sama-sama diskusi, biar nanti ada yang bisa kita kerjakan bareng-bareng,” ujarnya. (Luthfi)
























