Rabu, 20 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Home Nasional

45 Jaksa Terjerat Korupsi, ICW: Reformasi Kejagung Gagal

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Minggu, 21 Des 2025 19:32 WIB
Rubrik Nasional
45 Jaksa Terjerat Korupsi, ICW: Reformasi Kejagung Gagal

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Hulu Sungai Utara (HSU) Albertinus Parlinggoman Napitupulu (kanan) bersama Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari HSU Asis Budianto (kiri) dihadirkan pada konferensi pers usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (20/12/2025). (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA— Rentetan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap jaksa kembali memantik sorotan tajam terhadap integritas aparat penegak hukum. Sepanjang 2006 hingga 2025, sebanyak 45 jaksa ditangkap karena terlibat tindak pidana korupsi. Dari jumlah tersebut, 13 orang ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Data tersebut dirilis Indonesia Corruption Watch (ICW) menyusul OTT KPK terhadap jaksa di Banten serta Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, pada pertengahan Desember 2025. ICW menilai rentetan kasus ini mencerminkan persoalan serius yang belum terselesaikan di tubuh Kejaksaan.

Kepala Divisi Hukum dan Investigasi ICW Wana Alamsyah mengatakan, berulangnya penangkapan jaksa menandakan lemahnya fungsi pengawasan internal. Padahal, pengawasan merupakan kunci untuk memastikan penegakan hukum berjalan objektif dan berintegritas.

“Adanya jaksa yang ditangkap membuktikan bahwa fungsi pengawasan internal tidak berjalan dengan baik,” ujar Wana dalam keterangan tertulis, Minggu (21/12/2025).

Sorotan ICW juga mengarah pada periode kepemimpinan Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin. Sejak ia dilantik pada 2019, tercatat tujuh jaksa terseret kasus korupsi. “Hal ini menunjukkan bahwa Jaksa Agung gagal melakukan reformasi Kejaksaan,” kata Wana.

ICW turut mengkritik langkah KPK yang kerap melimpahkan penanganan perkara jaksa yang terjaring OTT kepada Kejaksaan Agung. Latar belakang sebagian pimpinan KPK yang berasal dari institusi kejaksaan dinilai berpotensi menimbulkan dualisme loyalitas. “Padahal Pasal 11 ayat (1) huruf a Undang-Undang KPK memberikan kewenangan jelas kepada KPK untuk menangani perkara korupsi yang melibatkan penegak hukum,” ujarnya.

BeritaTerbaru

Rupiah Terus Melemah, Purbaya: Gak Ada Masalah

Rupiah Terus Melemah, Purbaya: Gak Ada Masalah

Senin, 18 Mei 2026 16:34 WIB
Pesawat Tempur Rafale Hingga Rudal Meteor Resmi Diserahkan Kepada TNI-AU

Pesawat Tempur Rafale Hingga Rudal Meteor Resmi Diserahkan Kepada TNI-AU

Senin, 18 Mei 2026 13:32 WIB
Fokus Haji Geser ke Armuzna, Semua Jemaah Reguler Sudah di Makkah

Fokus Haji Geser ke Armuzna, Semua Jemaah Reguler Sudah di Makkah

Minggu, 17 Mei 2026 17:21 WIB
IMG_20260516_181130

Sahroni Minta Polisi Tindak Tegas Begal dengan Tembakan Terukur

Sabtu, 16 Mei 2026 18:16 WIB

Menurut Wana, penanganan kasus oleh institusi asal membuka risiko konflik kepentingan dan berpotensi melokalisir perkara. Minimnya transparansi juga dinilai menciptakan ruang bagi praktik transaksional, mulai dari pemerasan hingga kesepakatan tidak sah untuk melemahkan atau menghentikan proses hukum.

“Kondisi ini jelas bertentangan dengan prinsip penegakan hukum yang bersih,” tegasnya.

Dalam rangkaian OTT terbaru, KPK menetapkan Kepala Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara Albertinus Parlinggoman Napitupulu, Kasi Intel Asis Budianto, dan Kasi Datun Taruna Fariadi sebagai tersangka dugaan pemerasan terhadap sejumlah perangkat daerah di HSU. Operasi tersebut merupakan OTT ke-11 yang dilakukan KPK sepanjang 2025. Sementara itu, OTT di Banten pada 17–18 Desember 2025 terkait dugaan pemerasan terhadap warga negara Korea Selatan melibatkan seorang jaksa, penasihat hukum, dan penerjemah.

Menanggapi kritik ICW, Kejaksaan Agung menyatakan masukan tersebut menjadi dorongan untuk meningkatkan profesionalisme dan integritas. “Kritikan yang konstruktif dan masukan buat Kejaksaan akan menjadi motivasi Kejaksaan bekerja lebih baik, profesional, dan berintegritas,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Anang Supriatna.

Meski demikian, ia menilai penilaian ICW yang menyebut reformasi Kejaksaan gagal kurang bijak. Menurut dia, selama ST Burhanuddin menjabat sebagai Jaksa Agung, Kejaksaan menangani banyak perkara besar dan menyelamatkan kerugian negara di berbagai sektor, seperti tata niaga minyak goreng, tekstil, energi, dan lingkungan.

Terkait para jaksa yang terjaring OTT, Anang menyatakan pihaknya telah memberhentikan sementara Kepala Kejari (Kajari), Kasi Intel, dan Kasi Datun Kejari Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Dengan status pemberhentian sementara, maka ketiganya otomatis tidak mendapatkan gaji dan tunjangan.

“Sudah dicopot dari jabatannya dan dinonaktifkan sementara status PNS pegawai kejaksaannya sampai mendapatkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap atau inkrah,” kata Anang. Dia juga memastikan bahwa Kejaksaan akan membantu KPK dalam pencarian Kasi Datun Kejari Hulu Sungai Utara Tri Taruna Fariadi yang masih buron.

Sementara itu, Ketua Komisi Kejaksaan (Komjak) Pujiyono Suwadi menegaskan jaksa yang terjaring OTT harus diproses maksimal, baik secara pidana maupun etik. “Jaksa yang kena OTT harus diproses pidana dan dipecat,” ujarnya.

Tanggung jawab tidak hanya berada pada pelaku, tetapi juga pada pimpinan wilayah, termasuk kepala kejaksaan negeri dan kepala kejaksaan tinggi. “Tugas pimpinan bukan sekadar mengejar target, tetapi memastikan jajarannya bekerja dengan integritas,” ujarnya.

Pujiyono menekankan pentingnya evaluasi berkala dan pembenahan sistem pembinaan jaksa, mulai dari kesejahteraan hingga penegakan disiplin tanpa pandang bulu. Ketegasan sanksi diperlukan untuk menciptakan efek jera dan memulihkan kepercayaan publik. (rmg/xan)

Tags: ICWjaksakorupsi
ShareTweetKirimShareShareKirim

Berita Terkait

IMG_20260516_141130
Nasional

WNA Diisolasi di RSPI, Pemerintah: Hantavirus Tak Mudah Menular

Sabtu, 16 Mei 2026 14:14 WIB
Target 226 Titik Koperasi Desa Merah Putih di Lebak Tuntas Juli
Nasional

Prabowo Resmikan 1.000 Koperasi Merah Putih Usai Hadiri Peresmian Museum Marsinah

Sabtu, 16 Mei 2026 11:21 WIB
Jaksa Ajukan Tuntutan Maksimal, Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dan Ganti Rugi Rp 5,6 Triliun
Nasional

Jaksa Ajukan Tuntutan Maksimal, Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dan Ganti Rugi Rp 5,6 Triliun

Kamis, 14 Mei 2026 08:19 WIB
Andrie Yunus Tolak Oditur Militer
Nasional

Andrie Yunus Tolak Oditur Militer

Selasa, 12 Mei 2026 20:12 WIB
Temukan Belatung hingga PAL Bermasalah, KSP Sentil Dapur MBG
Nasional

Temukan Belatung hingga PAL Bermasalah, KSP Sentil Dapur MBG

Selasa, 12 Mei 2026 20:09 WIB
Erupsi Gunung Dukono, 3 Pendaki Masih Dicari
Nasional

Erupsi Gunung Dukono, 3 Pendaki Masih Dicari

Sabtu, 9 Mei 2026 07:44 WIB
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

Cegah Hantavirus, Dinkes Lebak: Tutup Akses Tikus

Cegah Hantavirus, Dinkes Lebak: Tutup Akses Tikus

Rabu, 20 Mei 2026 19:47 WIB
Peredaran rokok ilegal di sejumlah wilayah Kota Tangerang, masih marak dan mudah ditemukan. (ISTIMEWA)

Rokok Ilegal Masih Dijual Bebas di Kota Tangerang, Polisi Tunggu Koordinasi Bea Cukai

Jumat, 15 Mei 2026 13:57 WIB
Kecepatan Penanganan Jadi Penentu Keselamatan Pasien Aorta Kompleks

Kecepatan Penanganan Jadi Penentu Keselamatan Pasien Aorta Kompleks

Selasa, 19 Mei 2026 20:26 WIB
Barcelona Sempurna di Laga Kandang Terakhir

Barcelona Sempurna di Laga Kandang Terakhir

Senin, 18 Mei 2026 16:45 WIB
IMG-20260517-WA0000

KDMP Mulai Beroperasi, Pemkab Lebak dan TNI Genjot Ekonomi Desa

Minggu, 17 Mei 2026 12:11 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.